Dipublikasikan oleh Hermanto Wicaksana dan Diperbarui oleh Pandu Pamungkas
Okt 6, 2023
10 menit membaca
Daftar Isi
Membaca Al Quran adalah suatu ibadah meskipun kita tidak mengetahui artinya. Di dalam membaca Al Quran, ada kaidah-kaidahnya, tidak asal membaca. Kaidah-kaidah tata cara membaca Al Quran ini dipelajari dalam hukum tajdwi dan contohnya.
Jika seseorang tidak pernah belajar ilmuta tajwid, saat membaca Al Quran, bisa salah, misalkan salah panjang pendeknya. Salah panjang pendek bacaan bisa merubah arti, yang membuat bacaan Pins salah, dan bisa berdosa.
Oleh karena itu, mempelajari ilmu tajwid itu penting, terkait dengan makharijul huruf, shifatul huruf, ahkamul huruf, dan sebagainya. Nah, di dalam artikel ini, kita akan belajar ahkamul huruf (hubungan antar huruf) yang biasa kita kenal hukum bacaan tajwid, sampai ke persoalan mad dan qashr. Yuk simak penjelasannya sebagai berikut.
Hukum tajwid yang akan kita pelajari di sini adalah jenis-jenis hukum bacaan mulai dari nun mati hingga mad. Untuk tanda-tanda waqaf mungkin akan kita singgung lain kali. Jadi, yang kita pelajari di sini adalah hukum antar huruf kaitannya dalam membaca Al Quran. Pins akan belajar dari izhar halqi, idgham, iqlab, ikhfa dan seterusnya.
Baca juga: Tajwid Surat At Taubah Ayat 105.
Hukum tajwid asas yang pertama akan kita bahas adalah hukum nun mati bertemu huruf hijaiyah. Jika ada nun mati (نْ) atau tanwin (ــًــ, ــٍــ, ــٌــ) bertemu huruf hijaiyah, maka hukumnya bisa dibagi menjadi 5 (ada juga yang membaginya menjadi 4).
Berikut ini penjelasan hukum nun sukun / tanwin jika bertemu huruf hijaiyah:
Idzha halqi adalah apabila ada nun mati (نْ) atau tanwin (ــًــ, ــٍــ, ــٌــ) bertemu dengan salah satu 6 huruf hijaiyah berikut:
Cara membacanya: nun mati atau tanwin dibaca jelas.
Contohnya:
Baca: Contoh Bacaan Idzhar Halqi.
Idgham bighunnah adalah bacaan tajwid jika ada nun mati atau tanwin bertemu salah satu 4 huruf berikut:
Disingkat dengan yanmu (ينمو).
Cara membacanya: nun mati atau tanwin dimasukkan ke huruf setelahnya (salah satu 4 huruf tadi) dan dibaca berdengung kira-kira 2 harakat.
Contohnya:
Baca lengkapnya di sini: Contoh Idghom Bighunnah.
Dinamakan idghom bighunnah dengan syarat, nun mati atau tanwin tadi bertemu huruf yanmu tidak dalam satu kalimah/ kata. Jika dalam satu kata, maka dibaca idzhar.
Contohnya di dalam Al Quran ada 4:
Baca juga: Tajwid Surat Al Hujurat Ayat 12.
Idghom bilaghunnah adalah bacaan tajwid saat ada nun mati atau tanwin bertemu huruf lam (ل) atau ra’ (ر). Cara membacanya, nun mati atau tanwin dimasukkan ke huruf lam atau ra dan dibaca tidak berdengung.
Contohnya:
Iqlab adalah apabila ada nun sukun atan tanwin bertemu dengan huruf ba. Huruf iqlab cuma satu yaitu ب. Cara membacanya: nun sukun atau tanwin diganti menjadi mim dan dibaca berdengung kira-kira 2 harakat.
Contohnya:
Ikhfa haqiqi adalah apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu 15 huruf yaitu: ت، ث، ج ، د، ذ، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق، ك.
15 huruf ikhfa haqiqi ini harus kita hafalkan agar bisa membaca Al Quran sesuai dengan tajwidnya.
Cara membaca ikhfa haqiqi: nun sukun atau tanwin dibaca samar-samar antara idzhar dan idghom.
Contohnya:
Jenis hukum tajwid yang kedua adalah ghunnah musyaddadah. Ghunnah musyaddadah adalah bacaan tajwid saat ada mim atau nun bertasydid. Cara membacanya: mim atau nun dibaca berdengung kira-kira 2 harakat.
Contohnya:
Yang perlu diperhatikan adalah, saat ada nun atau mim bertasydid namun sebelumnya didahului oleh tanwin atau nun mati, itu bukan bacaan ghunnah musyaddadah, melainkan idgham bighunnah.
Contohnya:
Bacaan ghunnah musyaddadah disebut juga dengan wajibul ghunnah.
Baca juga: Hukum tajwid al maidah ayat 48.
Jika ada mim sukun bertemu huruf hijaiyah, hukumnya dibagi menjadi 3: Idghom mimi, ikhfa syafawi, idzhar syafawi.
Idgham mimi adalah apabila ada mim mati bertemu dengan mim. Cara bacanya, mim mati dimasukkan huruf mim yang kedua dan dibaca berdengung sekira 2 harakat.
Contohnya:
Baca: Contoh idghom mimi.
Di dalam kitab tuhfatul athfal, idgham mimi disebut dengan idgham shaghir. Sedangkan di kitab hidayatush shibyan, disebut dengan idgham ma’al ghunnah.
Yang dinamakan ikhfa syafawi adalah apabila ada mim sukun bertemu dengan huruf ba. Cara membacanya, mim mati atau mim sukun dibaca berdengung sekira 2 harakat.
Contohnya:
Baca: Contoh ikhfa syafawi.
Idzhar syafawi adalah jika ada mim mati bertemu dengan huruf hijaiyah selain mim dan ba. Cara membacanya: mim mati dibaca jelas.
Contohnya:
Baca: contoh idzhar syafawi.
Menurut persamaan dan perbedaan makhraj serta shifat dua huruf yang bertemu, idgham dibagi menjadi 3:
Baca juga: Hukum tajwid al isra ayat 32.
Idgham mutamatsilain adalah apabila dua huruf yang sama makhraj dan shifatnya bertemu. Di kitab tuhfatul athfal, jika huruf pertama mati, kedua hidup, disebut dengan shaghir.
Jika huruf pertama dan kedua hidup, disebut kabir. Termasuk di bab pembahasan mutajanisain dan mutaqarabain. Namun, yang kita bahas di sini adalah jika yang pertama mati dan kedua hidup. Cara membacanya: huruf yang pertama dimasukkan ke huruf yang kedua dan ditekan saat membacanya.
Contoh idgham mutamatsilain atau mitsli dalam Surat Al Quran:
Baca juga: Tulisan arab astaghfirullah.
Dikecualikan dari idgham mitsli adalah, jika huruf sukun yang pertama berupa wawu dan ya.
Idgham mutanajanisain atau idgham jinsi adalah apabila ada dua huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan shifatnya bertemu. Cara membacanya, dengan memasukkan huruf pertama ke huruf kedua dan ditekan.
Dibaca idgham mitsli jika:
Baca juga: Hukum tajwid an nisa ayat 59.
Idgham mutaqaribaian adalah apabila ada dua huruf yang berdekatan makhraj dan shifatnya bertemu. Cara membacanya dengan memasukkan huruf pertama ke huruf kedua dan ditekan.
Contohnya:
Lam ta’rif adalah alif lam yang berada di awal kalimat isim, sebagai pengganti tanwin, sehingga isim tersebut berubah dari nakirah menjadi ma’rifat. Alif lam jika bertemu dengan huruf hijaiyah (selain alif), dihukumi dua:
Idzhar qomariyah adalah apabila ada alif lam bertemu dengan salah satu 14 huruf qomariyah sebagai berikut:
أ، ب، ج، ح، خ، ع، غ، ف، ق، ك، م، و، ه، ي
14 huruf ini harus dihafalkan. Cara membacanya, lam mati harus dibaca jelas, tidak dimasukkan ke huruf selanjutnya.
Contohnya dalam Al Quran:
Idgham syamsiyah adalah apabila alif lam bertemu dengan salah satu dari 14 huruf syamsiyah berikut ini:
ت، ث، د، ذ، ر، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ل، ن
Cara membacanya: lam dimasukkan ke huruf selanjutnya, sehingga suara lam hilang, masuk ke huruf tadi. Jika bertemu nun, maka dibaca berdengung.
Contohnya:
Huruf lam dan ra adakalanya dibaca tafkhim (tebal) dan ada kalanya tipis (tarqiq).
Cara membaca tafkhim adalah membacanya dengan tebal.
Lam tafkhim yang dibaca tebal adalah lam dalam lafadz الله yang didahului oleh harakat fathah (َ) atau dhommah ( ُ ).
Contohnya:
Ada beberapa jenis ra’ tafkhim, selengkapnya bisa dibaca di link ini: ra tafkhim. Di antaranya adalah apabila ada huruf ra berharakat fathah, dhommah, atau ra mati jatuh setelah fathah atau dhommah.
Contohnya:
Baca: Contoh ra’ tafkhim.
Cara membaca tarqiq adalah membacanya dengan tipis.
Lam tarqiq adalah jika ada lam pada lafadz Allah (lafdzul jalalah) didahului oleh harakat kasrah.
Contohnya:
Penjelasan lengkap tentang ra tarqiq ada pada link di atas. Di antaranya jika ada ra berharakat kasrah atau ra mati jatuh setelah kasrah.
Contoh ro tarqiq:
Baca lengkapnya: contoh ra tarqiq.
Qalqalah adalah apabila ada salah satu dari 5 huruf ini: ب، ج، د، ط، ق, dalam keadaan sukun atau mati, baik karena sukun asli atau karena waqaf. Untuk menghafalnya, biasa disingkat dengan BAJU DI THOQO.
Cara membacanya adalah dengan memantulkan huruf mati tersebut. Qalqalah dibagi menjadi dua:
Qolqolah shughro adalah jika ada 5 huruf qolqolah tersebut di atas, yang mati bukan karena waqaf, memang asli sukun dari asal katanya.
Contohnya:
Qolqolah kubra adalah jika ada huruf qolqolah yang mati karena waqaf. Cara membacanya lebih jelas memantulnya.
Contohnya:
Mad artinya panjang. Bacaan mad adalah membaca huruf dengan panjang. Mad secara umum terbagi menjadi dua, mad ashli (mad thobi’i) dan mad far’i.
Mad far’i nanti dibagi lagi menjadi banyak. Pembagian bacaan mad dalam ilmu tajwid sebagai berikut:
Mad thobi’i atau mad asli adalah jika ada fathah ketemu alif, kasrah ketemu ya mati, atau dhommah ketemu wawu mati. Cara membacanya dibaca panjang dua harakat atau 1 alif.
Contohnya:
Jika mad thobi’i bertemu dengan hamzah, sukun, tasydid dan waqaf, nanti hukumnya berubah.
Mad wajib muttashil adalah jika ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata / kalimah. Cara membacanya wajib dibaca panjang 5 harakat (atau ada juga yang membolehkan 4 harakat).
Contohnya:
Hamzah berbeda dengan alif. Alif tidak pernah berharakat, dan menjadi salah satu dari huruf mad. Sedangkan hamzah berharakat.
Mad jaiz munfashil adalah apabila ada mad asli bertemu dengan hamzah di lain kalimat/ kata. Cara membacanya: boleh dibaca panjang 2 hingga 6 harakat.
Contoh hukum tajwid mad jaiz munfashil:
Mad layyin adalah apabila ada fathah bertemu dengan wawu mati atau ya mati. Cara membacanya: dibaca lunak dan lemas. Jika mad layyin berada di tempat waqaf, bisa dibaca panjang hingga 6 harakat seperti mad ‘aridh lissukun.
Contohnya di surat Al Quraisy:
Mad aridh lissukun adalah apabila ada mad thobi’i bertemu dengan huruf sukun karena waqaf.
Cara membacanya:
Contohnya di surah Yasin:
Mad lazim mutsaqqol kilmi adalah apabila ada mad thobi’i bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kalimat/ kata. Cara membacanya: harus dibaca panjang 6 harakat atau 3 alif.
Contohnya:
Mad lazim mukhoffaf kilmi adalah apabila ada mad thobi’i bertemu dengan huruf berharakat sukun dan tidak di akhir kalimat. Cara membacanya: dibaca panjang 6 harakat.
Contoh di Al Quran hanya ada satu, yaitu di Surat Yunus:
اٰلْاٰنَ
Mad shilah qashirah adalah apabila ada ha dhamir jatuh setelah huruf hidup dan setelahnya tidak bertemu dengan sukun, hamzah, atau tasydid. Cara membacanya: dibaca panjang dua harakat.
Contohnya di Al Quran:
Mad shilah thawilah adalah apabila ada ha dhamir jatuh setelah huruf hidup dan setelahnya bertemu dengan hamzah. Cara membacanya: boleh dibaca panjang sampai 6 harakat.
Contohnya di dalam Al Quran:
Yang dinamakan mad iwadh adalah apabila ada huruf selain ta marbuthoh, berharakat fathah tanwin dan jatuh di tempat waqaf. Cara membacanya, dibaca panjang 2 harakat atau 1 alif seperti mad ashli.
Contohnya dalam QS Al Kahfi
Mad badal adalah apabila ada hamzah bertemu dengan huruf mad yang berasal dari hamzah sukun, kemudian hamzah sukun ini diubah menjadi alif, wawu mati, atau ya mati. Cara membacanya: dibaca panjang 2 harakat seperti mad asli.
Contoh di dalam Al Quran:
Mad lazim harfi mukhoffaf adalah apabila ada salah satu atau beberapa huruf yang terkumpul pada lafadz كَمْ عَسَلْ نَقَـصْ menjadi pembuka surat (fawatihus suwar) yang bila huruf tersebut dipecah terdiri dari 3 huruf dan ditengahnya huruf mad, serta huruf ketiganya tidak diidghamkan.
Delapan huruf tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Cara membacanya dibaca 6 harakat atau 3 alif, kecuali ‘ain bisa dibaca 4 harakat atau 6 harakat.
Contohnya:
Mad lazim harfi mutsaqqal adalah apabila ada salah satu atau beberapa huruf yang terkumpul pada lafadz كَمْ عَسَلْ نَقَـصْ menjadi pembuka surat (fawatihus suwar) yang bila huruf tersebut dipecah terdiri dari 3 huruf dan ditengahnya huruf mad, serta huruf ketiganya diidghamkan.
Cara bacanya: dipanjangkan 6 harakat atau 3 alif.
Contoh di Al Quran:
Cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.
Disebut mad tamkin jika memenuhi salah satu dari 5 kondisi berikut:
Demikian artikel penjelasan lengkap mengenai hukum tajwid dan contohnya di dalam Al Quran.
Baca juga: Panduan nahwu shorof untuk pemula.
Featured Image Source: Pinhome
Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Cek properti pilihan kami Citragarden Pekanbaru dan temukan keunggulan, fasilitas menarik dan promo menguntungkan lainnya cuma di Pinhome! Cari tahu juga tips penting persiapan beli rumah dan KPR di Property Academy by Pinhome.
Hanya Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.
© lifestyle.pinhome.id