BlogHome ServiceKebersihan Rumah9 Area Rumah yang Jarang Dibersihkan dan Berisiko Kotor

9 Area Rumah yang Jarang Dibersihkan dan Berisiko Kotor

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Jan 12, 2026

8 menit membaca

Copied to clipboard
area rumah yang jarang dibersihkan

Saat bersih-bersih rumah, sering kali kita hanya fokus pada area yang mudah dijangkau. Padahal, ada beberapa area rumah yang jarang dibersihkan dan sering terlupakan yang justru bisa jadi tempat menumpuknya debu serta bakteri. 

Agar rumah benar-benar bersih, penting untuk tahu area mana saja yang sering terlupakan saat dibersihkan. Yuk, simak dan cari tahu area yang sering lupa dibersihkan supaya rutinitas bersih-bersih Pins jadi lebih optimal!

Area yang Paling Sering Terlewat Saat Membersihkan Rumah

Terlalu fokus pada area yang mudah dijangkau dan dilihat mata, bisa membuat Pins melupakan beberapa area rumah yang sebenarnya juga perlu dibersihkan tapi sering kali terlewat. Padahal, risiko rumah jarang dibersihkan dapat mengganggu kenyamanan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa bagian rumah yang jarang dibersihkan dan risikonya:

1. Bagian Atas Lemari, Rak, dan Kabinet

Ingatkah, Pins, kapan terakhir kali membersihkan bagian atas lemari, rak, atau kabinet? Area-area ini mudah berdebu tapi sering terlupakan karena posisinya yang tinggi, tidak terlihat dari bawah, dan biasanya perlu bantuan alat seperti tangga kecil untuk menjangkaunya. 

Kamu bisa memerhatikan tanda area ini perlu segera dibersihkan yakni saat melihat ada tumpukan debu tebal, munculnya sarang laba-laba, tampak serbuk kayu tanda rayap, atau bau apek saat lemari dibuka.

Sebaiknya rutin bersihkan area ini menggunakan kemoceng bertangkai panjang atau kain microfiber yang sedikit dibasahi agar debu tidak beterbangan, lalu lap secara perlahan dari satu sisi ke sisi lain. Siapkan juga tangga kecil yang stabil, masker penutup hidung, dan vacuum cleaner bila tersedia agar proses pembersihan lebih efektif.

Risiko jarang membersihkan bagian atas lemari, rak, dan kabinet:

  • Debu menumpuk dan menyebar ke area lain di rumah.
  • Memicu alergi atau gangguan pernapasan.
  • Menjadi sarang serangga dan laba-laba.

2. Permukaan Atas Pintu dan Kusen Jendela

Area rumah yang jarang dibersihkan selanjutnya ada permukaan atas pintu dan kusen jendela. Ini karena posisinya berada di bagian atas atau sering tidak terlihat saat beraktivitas sehari-hari.

Padahal, jika diperhatikan lebih detail, lapisan debu tebal, sarang laba-laba, atau debu mudah rontok saat pintu dan jendela dibuka-tutup, itu tandanya area ini perlu segera dibersihkan.

Cara membersihkannya mudah, Pins. Cukup gunakan kain microfiber atau kemoceng dengan gagang panjang agar lebih mudah menjangkau bagian atas. Jika debu sudah menempel cukup lama, lap dengan kain lembap lalu keringkan kembali agar tidak meninggalkan bekas dan mencegah lembap berlebih.

Risiko jarang membersihkan permukaan atas pintu dan kusen jendela:

  • Debu mudah jatuh dan menyebar ke area lantai atau perabot.
  • Memicu alergi, terutama saat pintu atau jendela sering dibuka.
  • Membuat rumah terlihat kusam dan kurang terawat.

3. Plafon dan Sudut Langit-Langit

Kebanyakan orang fokus membersihkan ke bagian bawah rumah, seperti area lantai yang mudah dilihat, dan sering lupa membersihkan langit-langit rumah karena posisinya yang berada tinggi di atas. 

Padahal, langit-langit rumah mudah sekali berdebu, muncul sarang laba-laba, bahkan noda kehitaman akibat udara lembap dan jamur. Jika tanda-tanda ini muncul, artinya kamu perlu segera membersihkan area plafon dan sudut-sudut langit. 

Siapkan tangga bila diperlukan, kemoceng bertangkai panjang, atau vacuum cleaner yang dapat menjangkau area tinggi ini. Bersihkan dengan cara menyeka atau menyedot debu dan sarang laba-laba perlahan-lahan agar kotoran tidak berterbangan. 

Risiko jarang membersihkan plafon dan sudut langit-langit:

  • Debu dan kotoran jatuh ke furnitur atau lantai.
  • Memicu alergi dan gangguan pernapasan.
  • Jamur dan noda lembap semakin sulit dibersihkan.

4. Kulkas

Kulkas sering dianggap sudah bersih karena selalu tertutup dan dingin. Padahal, bagian dalam, sela rak, atau karet pintunya kerap terlupakan saat bersih-bersih rutin. 

Jika Pins melihat noda lengket di karet pintu maupun rak, tumpahan bekas makanan yang mengering, karet pintu berjamur, atau tercium aroma tidak sedap, jangan tunda untuk membersihkannya.

Membersihkan kulkas juga cukup mudah dilakukan asal Pins tahu cara tepatnya. Mulai dari mencabut kabel atau mematikan kulkas sementara, mengeluarkan seluruh isi kulkas, lalu mengelap bagian dalamnya menggunakan kain lembut dan larutan air hangat bercampur sabun cuci piring. 

Jika dirasa perlu, Pins bisa menggunakan sikat kecil untuk membersihkan sela-sela rak dan karet pintu agar kotoran bersih maksimal. Terakhir, keringkan sebelum makanan dimasukkan kembali.

Risiko jarang membersihkan kulkas:

  • Bakteri berkembang dan mencemari makanan.
  • Bau tidak sedap menyebar ke seluruh isi kulkas.
  • Kinerja kulkas menurun akibat karet pintu kotor dan tidak tertutup rapat.

5. Dispenser Air

air dispenser tidak keluar
Source: Freepik

Area rumah yang jarang dibersihkan selanjutnya ada dispenser air. Meski kelihatannya dari luar bersih, tanpa disadari alat penyedia air minum ini perlu dibersihkan bagian dalamnya secara rutin, apalagi karena ia digunakan setiap hari. 

Ciri dispenser perlu segera dibersihkan biasanya ditandai dengan air berbau atau berasa aneh, muncul lendir di mulut kran, atau bercak putih dan kotoran di area penampungan air. Agar kualitas air minum tetap terjaga, pastikan Pins membersihkannya dengan tepat. 

Mulai dari mengosongkan dispenser lalu bilas bagian dalam dengan air hangat yang dicampur cuka, baking soda, atau larutan pembersih khusus dispenser. Gunakan sikat kecil untuk membersihkan kran dan sela-sela, kemudian bilas hingga bersih dan keringkan sebelum digunakan kembali.

Risiko jarang membersihkan dispenser air:

  • Pertumbuhan bakteri dan jamur di saluran air.
  • Kualitas dan rasa air minum berubah jadi kurang baik.
  • Berisiko menyebabkan gangguan pencernaan karena tempat air minum kotor.

6. Mesin Cuci

Mesin cuci kerap dianggap selalu bersih karena rutin terkena air dan sabun saat mencuci baju. Padahal, tahukah Pins kalau bagian dalam mesin cuci, tabung, laci deterjen, dan karet pintu bisa saja kotor? 

Ya, kotoran mesin cuci memang tampak dari luar, tapi ada di dalamnya. Perhatikan bila muncul bau apek, noda hitam atau lendir di karet pintu, serta hasil cucian terasa kurang segar meski sudah memakai deterjen. Tandanya mesin cuci perlu segera dibersihkan. 

Cara membersihkan mesin cuci, khususnya bagian tabung yakni dengan memasukkan satu cangkir cuka putih dan setengah cangkir baking soda ke dalam tabung mesin cuci, lalu tuang air hangat dan nyalakan mode cuci tabung. 

Lanjutkan dengan membersihkan karet pintu, laci deterjen, dan filter drainase. Terakhir, biarkan pintu mesin terbuka setelah digunakan agar bagian dalam tidak lembap.

Risiko jarang membersihkan mesin cuci:

  • Bakteri dan jamur menempel pada pakaian.
  • Kinerja mesin cuci menurun.
  • Umur mesin cuci menjadi lebih pendek.

7. Filter AC

Kira-kira kapan terakhir Pins membersihkan AC? Idealnya Pins perlu melakukan pembersihan AC setiap 3-4 bulan sekali, tergantung frekuensi penggunaannya.

Letak filter AC yang tersembunyi dan tidak terlihat langsung saat digunakan membuat alat elektronik ini kerap lupa dibersihkan. 

Sebenarnya, Pins bisa segera tahu filter AC kotor bila embusan udara melemah, AC terasa kurang dingin, muncul bau tidak sedap, atau debu tampak menumpuk pada filter.

Untuk membersihkannya, matikan AC terlebih dahulu lalu buka penutup unit indoor dan lepaskan filter secara perlahan. Bersihkan filter menggunakan vacuum cleaner atau bilas dengan air mengalir, kemudian keringkan sepenuhnya sebelum dipasang kembali agar tidak lembap dan berjamur.

Risiko jarang membersihkan filter AC:

  • Kualitas udara dalam ruangan menurun.
  • Memicu alergi dan gangguan pernapasan.
  • Menurunkan performa AC.

8. Kolong Tempat Tidur dan Sofa

Setiap kali menyapu atau mem-vacuum lantai, apakah Pins juga menjangkau bagian kolong tempat tidur dan sofa? Kolong tempat tidur dan sofa jadi area rumah yag jarang dibersihkan karena tersembunyi di balik furnitur besar dan tidak terlihat saat bersih-bersih rutin. 

Padahal, area ini mudah sekali terdapat debu tebal, rambut rontok, remah makanan, atau munculnya bau apek dan serangga kecil. Sebaiknya rutin membersihkan kolong tempat tidur dan sofa dengan menggunakan sapu ataupun vacuum cleaner sembari menggeser furnitur secara perlahan supaya pembersihan lebih maksimal. 

Lalu, pel atau lap lantai dan gunakan sapu atau kemoceng untuk membersihkan sudut-sudut yang sulit dijangkau.

Risiko jarang membersihkan kolong tempat tidur dan sofa:

  • Debu dan tungau menumpuk.
  • Memicu alergi dan gangguan pernapasan.
  • Menjadi sarang serangga dan kuman.

9. Karpet dan Gorden

Karpet dan gorden sering terlupakan karena biasanya terlihat bersih di permukaan. Pins bisa menyadari area ini perlu segera dibersihkan bila warnanya tampak kusam, debu beterbangan saat digoyang, bau apek, atau muncul reaksi alergi seperti bersin dan gatal.

Untuk membersihkannya, vacuum karpet dan gorden secara rutin minimal seminggu sekali, lalu cuci karpet kecil dan gorden secara berkala sesuai bahan. Gunakan vacuum cleaner, sikat lembut, dan deterjen khusus agar serat tidak rusak dan tetap awet.

Risiko jarang membersihkan karpet dan gorden:

  • Debu dan tungau menumpuk di serat kain.
  • Memicu alergi, asma, dan masalah pernapasan.
  • Menimbulkan bau tidak sedap di dalam ruangan.

Kapan Waktu yang Tepat Membersihkan Area-area Ini?

Idealnya, membersihkan area-area rumah di saat adalah saat melakukan bersih-bersih menyeluruh atau deep cleaning. Waktu terbaik bersih rumah setidaknya setiap 1–3 bulan sekali tergantung area rumah yang kotor, kondisi rumah, dan aktivitas penghuni. 

Usahakan untuk membersihan area-area tersebut saat cuaca cerah agar sirkulasi udara lancar dan area yang dibersihkan bisa cepat kering. Sebagai contoh, kamu bisa membersihkan bagian atas lemari, plafon, dan filter AC menjelang musim hujan atau setelah rumah terasa lebih berdebu dari biasanya. 

Sementara kulkas, dispenser, dan mesin cuci sebaiknya dibersihkan ketika mulai muncul bau tidak sedap atau setelah penggunaan intens. Bagian bawah sofa atau tempat tidur bisa Pins bersihkan setidaknya seminggu sekali sembari menyapu dan mengepel lantai rumah.

Kapan Harus Panggil Jasa Profesional?

home cleaning pinhome
Source: Pinhome.id

Pins bisa mempertimbangkan untuk memanggil jasa professional dalam membersihkan rumah saat kondisi rumah sudah terlalu kotor, lama tidak dibersihkan, dan membutuhkan penanganan khusus yang tidak bisa dilakukan dengan alat seadanya. 

Agar lebih praktis, Pins bisa gunakan jasa bersih rumah di Pinhome yang dapat dipesan dengan mudah langsung melalui aplikasi. Pinhome menawarkan pilihan layanan home cleaning yang beragam, dikerjakan oleh tenaga profesional, berpengalaman, dan bergaransi dengan jangkauan luas di berbagai kota di Indonesia. 

Unduh aplikasi Pinhome sekarang dan coba pesan layanan home cleaning sesuai kebutuhanmu agar rumah bersih maksimal! Gunakan kode promo spesial supaya biaya bersih-bersih jadi lebih hemat.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          Pinhome Service
          Pinhome Service

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download