Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri
Mei 29, 2026
14 menit membaca

Daftar Isi
Pernahkah Pins mencuci pakaian seperti biasa, tapi hasilnya tetap berbau apek atau justru muncul noda setelah dicuci? Tanpa disadari, kondisi ini tidak selalu berasal dari penggunaan detergen yang kurang, melainkan bisa karena mesin cuci yang jarang dibersihkan. Itulah mengapa penting untuk mengetahui cara membersihkan mesin cuci dengan benar agar hasil cucian tetap bersih, segar, dan mesin bekerja lebih optimal.
Sebagai barang elektronik yang bertugas membersihkan pakaian kotor, mesin cuci juga bisa menjadi tempat menumpuknya berbagai kotoran yang tidak terlihat dari luar. Berikut sumber kotoran utama yang membuat mesin cuci perlu rajin dibersihkan:
Singkatnya, penumpukan kotoran-kotoran tersebut yang membuat mesin cuci perlu rajin dibersihkan. Jika tidak, penumpukan kotoran di dalam mesin cuci dapat memicu munculnya bau tidak sedap akibat kondisi lembap yang menjadi tempat tumbuh jamur dan bakteri.
Selain itu, residu deterjen yang terus menumpuk juga bisa mengganggu performa mesin sehingga proses pencucian menjadi kurang maksimal. Dampaknya, pakaian jadi kurang bersih, pakaian putih lebih cepat kusam, dan handuk mudah bau meski baru dicuci.
Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran dan kerak di dalam mesin cuci juga dapat membuat komponen bekerja lebih berat sehingga umur pakai mesin cuci menjadi lebih pendek. Karena itu, selain rutin dibersihkan, Pins juga perlu mengetahui berbagai tips merawat mesin cuci agar hasil cucian tetap maksimal dan mesin lebih awet digunakan.
Atasi berbagai masalah pada mesin cuci dengan service mesin cuci di Pinhome. Rekan jasa profesional siap datang ke lokasi Anda.
Mesin cuci yang mulai kotor biasanya menunjukkan beberapa tanda yang sering tidak disadari pengguna. Kondisi ini umumnya muncul karena mesin jarang menjalankan siklus self-clean maupun deep cleaning secara rutin sehingga kotoran dan residu detergen terus menumpuk di dalam mesin dalam kondisi lembap.
Jika Pins menemukan ciri berikut, ini tanda jelas bahwa mesin cuci perlu segera dibersihkan:
Frekuensi ideal membersihkan mesin cuci bergantung pada seberapa sering mesin digunakan. Jadi, tidak ada jadwal pasti kapan waktu harus membersihkan mesin cuci. Sebagai panduan praktis, berikut frekuensi pembersihan yang disarankan untuk setiap bagian mesin cuci:
| Bagian Mesin Cuci | Frekuensi Pembersihan | Tujuan Pembersihan |
|---|---|---|
| Tabung/drum | Setiap 1–2 bulan | Mencegah bau, jamur, dan residu deterjen menumpuk |
| Filter | Setiap 1–2 bulan | Mencegah tersumbat serat kain dan kotoran |
| Laci deterjen | Setiap 2–4 minggu | Mencegah residu deterjen mengeras dan berjamur |
| Gasket/karet pintu | Setiap 2–4 minggu | Mencegah jamur dan bakteri berkembang di area lembap |
| Selang pembuangan | Setiap 3–6 bulan | Mencegah tersumbat dan bau tidak sedap |
| Bagian luar mesin | Setiap minggu | Menjaga kebersihan dan penampilan unit |
Penting untuk digarisbawahi, pada rumah tangga yang frekuensi mencucinya cukup tinggi atau memiliki anak kecil, biasanya memerlukan pembersihan yang lebih rutin. Deep cleaning menyeluruh pada seluruh bagian mesin idealnya dilakukan setiap 1-2 bulan sekali agar performa mesin tetap optimal dan pakaian yang dicuci benar-benar bersih dan segar.
Sebelum masuk ke cara membersihkan mesin cuci, penting untuk menyiapkan alat dan bahan yang tepat agar proses pembersihan lebih efektif tanpa merusak komponen mesin. Berikut daftar alat dan bahan yang sebaiknya sudah tersedia:
Perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua mesin cuci cocok dibersihkan terlalu sering menggunakan cuka atau pemutih. Pada beberapa model mesin cuci, penggunaan bahan tersebut secara berlebihan dapat mempercepat kerusakan pada seal atau bagian karet mesin.

Cara membersihkan mesin cuci sebenarnya tidak sulit. Namun, agar semua bagian mesin benar-benar bersih dan tidak ada area yang terlewat, proses membersihkan mesin cuci sebaiknya dilakukan secara bertahap. Cara membersihkan mesin cuci 2 tabung maupun 1 tabung sebenarnya tidak jauh berbeda. Berikut langkah-langkah yang perlu diterapkan:
Pertama-tama, cara membersihkan mesin cuci bukaan depan maupun atas yakni dengan memastikan mesin dalam kondisi mati dan kabel listrik sudah dicabut dari stop kontak.
Langkah ini penting untuk menjaga keamanan terutama selama proses membersihkan area lembap maupun bagian luar mesin cuci.
Pastikan juga tabung mesin cuci sudah kosong dari pakaian, sisa air, maupun detergen agar proses pembersihan lebih efektif.
Salah satu c yang efektif adalah dengan melakukan siklus kosong (self cleaning) menggunakan air panas dan bahan pembersih. Caranya, isi tabung dengan air hangat atau air panas, tambahkan baking soda, cuka putih, atau cairan pembersih khusus mesin cuci, lalu jalankan mesin tanpa pakaian di dalamnya.
Setelah selesai, lakukan pembilasan ulang hingga tidak ada residu pembersih yang tertinggal. Jika mesin cuci memiliki fitur Tub Clean atau Self Cleaning, Pins bisa memanfaatkan mode tersebut agar proses pembersihan lebih praktis. Langkah ini membantu mengangkat residu sabun, kerak, serta kotoran tersembunyi yang menempel di bagian dalam drum mesin cuci.
Pada mesin cuci front load, bagian karet pintu atau gasket sering menjadi area paling lembap dan mudah ditumbuhi jamur maupun lendir. Ditambah lagi, area ini juga sering menjadi penyebab utama munculnya bau apek pada mesin cuci jika jarang dibersihkan.Bahkan, penumpukan kotoran pada bagian karet juga dapat membuat pintu mesin cuci tidak bisa terkunci dengan baik.
Karena itu, bagian lipatan karet perlu dibersihkan secara rutin menggunakan kain lembap dan air sabun hangat agar kotoran yang menempel bisa terangkat dengan lebih maksimal. Jika ada noda membandel, Pins bisa menggunakan sikat kecil berbulu halus untuk membersihkannya secara perlahan. Hindari menggunakan bahan abrasif atau menyikat terlalu keras karena dapat merusak permukaan karet pintu dan membuatnya lebih cepat aus.
Laci deterjen sering menjadi tempat menumpuknya sisa sabun dan pelembut pakaian. Jika dibiarkan terlalu lama, residu tersebut dapat memicu jamur, bau apek, hingga penyumbatan pada saluran deterjen mesin cuci.
Untuk membersihkannya, lepaskan laci deterjen secara perlahan sesuai model mesin cuci, lalu rendam menggunakan air hangat beberapa saat agar kerak lebih mudah terangkat. Setelah itu, sikat bagian kecil atau sela-selanya menggunakan sikat halus, bilas hingga bersih, lalu keringkan sebelum dipasang kembali ke mesin.
Filter mesin cuci berfungsi menyaring serat kain, rambut, debu, dan kotoran kecil selama proses pencucian berlangsung. Itulah mengapa filter mesin cuci yang tersumbat dapat membuat pompa mesin bekerja lebih berat dan proses pencucian jadi kurang optimal.
Cara membersihkan mesin cuci khususnya bagian filter yakni dengan melepaskan filter secara hati-hati sesuai petunjuk mesin, lalu bersihkan kotoran yang menempel menggunakan air mengalir dan sikat kecil bila diperlukan.
Perlu diketahui bahwa lokasi filter bisa berbeda pada setiap model mesin cuci.Jadi, pastikan Pins mengetahui letak filter dengan benar sebelum mulai membersihkannya.
Saluran pembuangan air juga perlu diperiksa secara berkala karena kotoran halus, lendir, dan serat kain dapat menumpuk di dalam selang tanpa disadari.
Jika dibiarkan terlalu lama, proses pembuangan air bisa menjadi lebih lambat bahkan menimbulkan genangan di dalam mesin cuci.
Pins bisa memerhatikan tanda saluran mulai tersumbat biasanya terlihat dari air yang tidak langsung terbuang atau muncul bau kurang sedap dari area pembuangan.
Selain bagian dalam, body dan panel luar mesin cuci juga perlu dibersihkan secara rutin agar tidak dipenuhi debu dan noda. Gunakan kain microfiber yang sedikit lembap untuk mengelap permukaan mesin agar tetap bersih tanpa merusak lapisan luarnya.
Pada bagian panel kontrol, hindari penggunaan air berlebihan karena area ini berkaitan dengan komponen elektronik mesin cuci. Membersihkan bagian luar secara rutin juga membantu menjaga tampilan mesin tetap rapi, bersih, dan bebas debu.
Mesin cuci top load dan front load memiliki karakteristik serta area kotor yang berbeda sehingga cara membersihkannya pun perlu disesuaikan. Pada beberapa mesin cuci modern, fitur self-clean atau Tub Clean juga sudah tersedia untuk membantu membersihkan bagian dalam drum secara otomatis agar residu dan kotoran tidak mudah menumpuk.
| Jenis Mesin Cuci | ||
|---|---|---|
| Top Load | Front Load | |
| Area yang Paling Sering Kotor | Agitator, dasar tabung, filter, dan saluran air | Karet pintu (gasket), laci deterjen, dan drum bagian depan |
| Fokus Pembersihan | Dasar tabung, filter, dan residu deterjen | Lipatan karet pintu, area lembap, dan saluran deterjen |
| Masalah yang Sering Terjadi | Penumpukan residu sabun dan kerak air | Jamur, lendir, dan bau apek pada gasket |
Meski sama-sama digunakan untuk mencuci pakaian, mesin front load umumnya lebih rentan mengalami jamur dan bau tidak sedap pada bagian karet pintu karena area tersebut sering lembap setelah digunakan. Sementara itu, mesin top load lebih sering mengalami penumpukan residu detergen dan kotoran pada agitator maupun dasar tabung mesin cuci.

Saat membersihkan mesin cuci, ada beberapa bagian yang perlu perhatian khusus agar tidak rusak. Ini karena penggunaan air atau cairan pembersih secara berlebihan pada area tertentu dapat memengaruhi komponen elektronik di dalam mesin cuci. Berikut bagian mesin cuci yang sebaiknya tidak sembarangan Pins bersihkan:
Perlu Pins ketahui bahwa menyemprot air langsung ke panel atau menggunakan cairan pembersih berbahan abrasif dapat meningkatkan risiko kerusakan pada komponen elektronik mesin cuci.
Perawatan yang kurang tepat bisa membuat mesin cuci cepat kotor, terlebih bila dipakai hampir setiap hari. Berikut beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru membuat residu, jamur, dan kotoran semakin menumpuk di dalam mesin cuci:
Khusus untuk penggunaan pewangi dan pelembut pakaian, Pins perlu tahu bahwa semakin banyak produk ini digunakan, semakin tebal lapisan residu yang menempel di drum dan saluran mesin. Lapisan ini tidak hanya sulit dibersihkan, tapi juga bisa menjadi penyebab utama bau apek yang justru menempel kembali ke pakaian setelah dicuci.

Agar mesin cuci tetap bersih dan tidak mudah menimbulkan bau apek, perawatan sederhana perlu dilakukan secara rutin setelah pemakaian. Menerapkan kebiasaan sederhana ini akan sangat memengaruhi kondisi mesin cuci Pins:
Hal penting yang perlu Pins ketahui, penggunaan air dingin terus-menerus pada beberapa mesin cuci juga dapat mempercepat penumpukan residu sabun karena deterjen tidak selalu larut sempurna selama proses pencucian. Sesekali, menjalankan siklus pencucian kosong (self cleaning) dengan air hangat bisa membantu melarutkan residu yang membandel dan menjaga kebersihan mesin lebih optimal.
Tidak semua masalah pada mesin cuci harus langsung ditangani teknisi. Ini tergantung kebutuhan dan masalah mesin cuci Pins. Misalnya, jika berkaitan dengan residu, bau, atau kotoran sederhana, pembersihan di rumah masih memungkinkan.
Namun, untuk masalah yang sudah berkaitan dengan komponen internal atau gangguan fungsi mesin, penanganan profesional biasanya lebih aman dilakukan. Berikut perbedaannya:
| Kondisi Mesin | Penanganan yang Disarankan |
|---|---|
| Muncul bau apek ringan | Bisa dibersihkan sendiri dengan menjalankan siklus kosong dan membersihkan area lembap |
| Residu deterjen di laci atau tabung | Bersihkan sendiri menggunakan air hangat dan sikat halus |
| Filter dipenuhi serat kain | Aman dibersihkan sendiri secara rutin |
| Muncul lendir atau jamur ringan pada karet pintu | Bersihkan menggunakan kain lembap dan air sabun hangat |
| Air pembuangan mulai lambat | Periksa dan bersihkan filter maupun saluran pembuangan terlebih dahulu |
| Mesin cuci bocor | Sebaiknya diperiksa teknisi karena bisa berkaitan dengan selang, seal, atau pompa |
| Mesin mengeluarkan suara keras tidak normal | Perlu pengecekan profesional untuk menghindari kerusakan komponen lebih parah |
| Air tidak keluar atau tidak terbuang | Disarankan menggunakan bantuan teknisi untuk memeriksa saluran dan pompa mesin |
| Mesin mati mendadak | Sebaiknya tidak dibongkar sendiri karena bisa berkaitan dengan komponen listrik atau modul elektronik |
Pada beberapa kondisi tertentu, pembersihan profesional biasanya lebih efektif karena dapat menjangkau bagian dalam mesin yang sulit dibongkar sendiri. Jadi, jika masalah pada mesin cuci Pins memang melibatkan bagian dalam mesin, maka memanggil teknisi profesional adalah langkah paling tepat.

Cara membersihkan mesin cuci sangat memengaruhi keawetan mesin serta hasil cucian Pins. Perawatan rutin seperti membersihkan filter, mengelap karet pintu, dan menjalankan self clean sebenarnya bisa dilakukan sendiri. Namun, deep cleaning secara berkala juga tetap diperlukan agar bagian dalam mesin cuci lebih higienis dan bebas dari residu tersembunyi, kerak, maupun jamur yang sulit dijangkau sendiri di rumah.
Jika tidak ingin repot membersihkan mesin cuci sendiri, Pins bisa menggunakan jasa bersihkan mesin cuci dari Pinhome untuk mesin top load maupun front load. Ditangani tenaga profesional dan terpercaya, layanan ini membantu membersihkan bagian mesin yang sulit dijangkau dengan proses yang lebih praktis, aman, dan menyeluruh.
Layanan Pinhome juga tersedia di Jabodetabek hingga berbagai kota besar lainnya sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi rumah Pins. Yuk, unduh aplikasi Pinhome sekarang dan pesan jasa pembersih mesin cuci home service dengan lebih praktis langsung dari rumah!




© lifestyle.pinhome.id