BlogHome ServiceElektronikCara Membersihkan Mesin Cuci Front Loading dan Top Loading dengan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci Front Loading dan Top Loading dengan Mudah

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Mei 29, 2026

14 menit membaca

Copied to clipboard
cara membersihkan mesin cuci

Pernahkah Pins mencuci pakaian seperti biasa, tapi hasilnya tetap berbau apek atau justru muncul noda setelah dicuci? Tanpa disadari, kondisi ini tidak selalu berasal dari penggunaan detergen yang kurang, melainkan bisa karena mesin cuci yang jarang dibersihkan. Itulah mengapa penting untuk mengetahui cara membersihkan mesin cuci dengan benar agar hasil cucian tetap bersih, segar, dan mesin bekerja lebih optimal. 

Mengapa Mesin Cuci Tetap Perlu Dibersihkan Secara Berkala?

Sebagai barang elektronik yang bertugas membersihkan pakaian kotor, mesin cuci juga bisa menjadi tempat menumpuknya berbagai kotoran yang tidak terlihat dari luar. Berikut sumber kotoran utama yang membuat mesin cuci perlu rajin dibersihkan:

  • Residu deterjen dan pelembut pakaian yang tidak terbilas sempurna dapat mengendap di dalam drum, selang, serta laci deterjen.
  • Serat kain, kotoran pakaian, debu, dan rambut bisa tertinggal saat proses pencucian dan menyangkut di filter atau menempel di drum mesin cuci.
  • Kerak air yang terbentuk dari kandungan mineral tinggi dapat tertinggal pada drum dan saluran mesin cuci seiring pemakaian. 
  • Jamur dan lumut rentan tumbuh di area lembap seperti karet pintu, laci deterjen, dan bagian dalam drum yang tertutup.
  • Sisa noda dari pakaian yang tidak sepenuhnya terbuang saat pembilasan bisa mengendap di dinding drum, sehingga menimbulkan noda dan bau menempel kembali ke pakaian.

Singkatnya, penumpukan kotoran-kotoran tersebut yang membuat mesin cuci perlu rajin dibersihkan. Jika tidak, penumpukan kotoran di dalam mesin cuci dapat memicu munculnya bau tidak sedap akibat kondisi lembap yang menjadi tempat tumbuh jamur dan bakteri. 

Selain itu, residu deterjen yang terus menumpuk juga bisa mengganggu performa mesin sehingga proses pencucian menjadi kurang maksimal. Dampaknya, pakaian jadi kurang bersih, pakaian putih lebih cepat kusam, dan handuk mudah bau meski baru dicuci. 

Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran dan kerak di dalam mesin cuci juga dapat membuat komponen bekerja lebih berat sehingga umur pakai mesin cuci menjadi lebih pendek. Karena itu, selain rutin dibersihkan, Pins juga perlu mengetahui berbagai tips merawat mesin cuci agar hasil cucian tetap maksimal dan mesin lebih awet digunakan. 

Pintu Mesin Cuci Front Loading Tidak Bisa Terkunci?

Atasi berbagai masalah pada mesin cuci dengan service mesin cuci di Pinhome. Rekan jasa profesional siap datang ke lokasi Anda.

Booking Service

Tanda Mesin Cuci Sudah Perlu Dibersihkan

Mesin cuci yang mulai kotor biasanya menunjukkan beberapa tanda yang sering tidak disadari pengguna. Kondisi ini umumnya muncul karena mesin jarang menjalankan siklus self-clean maupun deep cleaning secara rutin sehingga kotoran dan residu detergen terus menumpuk di dalam mesin dalam kondisi lembap.

Jika Pins menemukan ciri berikut, ini tanda jelas bahwa mesin cuci perlu segera dibersihkan:

  • Mesin mulai mengeluarkan bau apek
    Bau tidak sedap biasanya berasal dari residu deterjen, air yang mengendap, serta jamur dan bakteri di area lembap mesin cuci.
  • Muncul noda hitam atau lendir di karet pintu
    Bagian karet pintu, terutama pada mesin cuci front load, sering menjadi tempat menumpuknya jamur, lumut, dan kotoran akibat kondisi lembap.
  • Hasil cucian terasa kurang segar
    Jika pakaian masih bau atau terasa kurang bersih setelah dicuci, bisa jadi drum dan saluran mesin cuci sudah dipenuhi residu kotoran.
  • Air buangan terlihat keruh atau kotor
    Air pembuangan yang tampak keruh dapat menandakan adanya penumpukan debu, sisa deterjen, dan kotoran di dalam mesin.
  • Mesin lebih berisik dari biasanya
    Penumpukan kerak dan kotoran pada beberapa komponen dapat membuat mesin bekerja lebih berat sehingga suara mesin menjadi lebih kasar.
  • Filter cepat penuh oleh serat kain
    Filter yang terlalu sering dipenuhi serat kain dan debu menandakan bagian dalam mesin cuci perlu segera dibersihkan lebih menyeluruh.
  • Ada residu deterjen tertinggal di tabung atau laci detergen
    Sisa deterjen yang menumpuk dapat mengeras dan memengaruhi performa pencucian jika tidak dibersihkan secara rutin.

Seberapa Sering Mesin Cuci Sebaiknya Dibersihkan?

Frekuensi ideal membersihkan mesin cuci bergantung pada seberapa sering mesin digunakan. Jadi, tidak ada jadwal pasti kapan waktu harus membersihkan mesin cuci. Sebagai panduan praktis, berikut frekuensi pembersihan yang disarankan untuk setiap bagian mesin cuci: 

Bagian Mesin CuciFrekuensi PembersihanTujuan Pembersihan
Tabung/drumSetiap 1–2 bulanMencegah bau, jamur, dan residu deterjen menumpuk
FilterSetiap 1–2 bulanMencegah tersumbat serat kain dan kotoran
Laci deterjenSetiap 2–4 mingguMencegah residu deterjen mengeras dan berjamur
Gasket/karet pintuSetiap 2–4 mingguMencegah jamur dan bakteri berkembang di area lembap
Selang pembuanganSetiap 3–6 bulanMencegah tersumbat dan bau tidak sedap
Bagian luar mesinSetiap mingguMenjaga kebersihan dan penampilan unit

Penting untuk digarisbawahi, pada rumah tangga yang frekuensi mencucinya cukup tinggi atau memiliki anak kecil, biasanya memerlukan pembersihan yang lebih rutin. Deep cleaning menyeluruh pada seluruh bagian mesin idealnya dilakukan setiap 1-2 bulan sekali agar performa mesin tetap optimal dan pakaian yang dicuci benar-benar bersih dan segar. 

Peralatan dan Bahan yang Aman Digunakan untuk Membersihkan Mesin Cuci

Sebelum masuk ke cara membersihkan mesin cuci, penting untuk menyiapkan alat dan bahan yang tepat agar proses pembersihan lebih efektif tanpa merusak komponen mesin. Berikut daftar alat dan bahan yang sebaiknya sudah tersedia:

  • Air hangat: membantu meluruhkan residu deterjen, kerak ringan, dan kotoran yang menempel di drum maupun saluran mesin cuci.
  • Kain microfiber: berguna untuk membersihkan permukaan mesin cuci agar lebih aman dan tidak mudah meninggalkan goresan.
  • Sikat kecil atau sikat gigi bekas: membantu membersihkan area sempit seperti sela karet pintu, filter, dan laci deterjen yang sulit dijangkau tangan.
  • Baking soda: berguna untuk membantu mengurangi bau apek sekaligus membersihkan noda ringan di dalam mesin cuci.
  • Cuka putih: membantu mengangkat kerak, residu deterjen, dan kotoran yang menempel pada bagian drum atau saluran mesin.
  • Cairan pembersih khusus mesin cuci: untuk membantu membersihkan bagian dalam mesin tanpa merusak komponen tertentu.
  • Sarung tangan karet: membantu melindungi tangan dari kotoran, residu, maupun cairan pembersih selama proses pembersihan berlangsung.

Perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua mesin cuci cocok dibersihkan terlalu sering menggunakan cuka atau pemutih. Pada beberapa model mesin cuci, penggunaan bahan tersebut secara berlebihan dapat mempercepat kerusakan pada seal atau bagian karet mesin. 

Cara Membersihkan Mesin Cuci dengan Benar di Rumah

mesin cuci mati total
Source: Freepik

Cara membersihkan mesin cuci sebenarnya tidak sulit. Namun, agar semua bagian mesin benar-benar bersih dan tidak ada area yang terlewat, proses membersihkan mesin cuci sebaiknya dilakukan secara bertahap. Cara membersihkan mesin cuci 2 tabung maupun 1 tabung sebenarnya tidak jauh berbeda. Berikut langkah-langkah yang perlu diterapkan:

1. Matikan Mesin dan Kosongkan Tabung Sebelum Dibersihkan

Pertama-tama, cara membersihkan mesin cuci bukaan depan maupun atas yakni dengan memastikan mesin dalam kondisi mati dan kabel listrik sudah dicabut dari stop kontak. 

Langkah ini penting untuk menjaga keamanan terutama selama proses membersihkan area lembap maupun bagian luar mesin cuci.

Pastikan juga tabung mesin cuci sudah kosong dari pakaian, sisa air, maupun detergen agar proses pembersihan lebih efektif. 

2. Bersihkan Tabung Mesin Cuci dengan Siklus Kosong

Salah satu c yang efektif adalah dengan melakukan siklus kosong (self cleaning) menggunakan air panas dan bahan pembersih. Caranya, isi tabung dengan air hangat atau air panas, tambahkan baking soda, cuka putih, atau cairan pembersih khusus mesin cuci, lalu jalankan mesin tanpa pakaian di dalamnya. 

Setelah selesai, lakukan pembilasan ulang hingga tidak ada residu pembersih yang tertinggal. Jika mesin cuci memiliki fitur Tub Clean atau Self Cleaning, Pins bisa memanfaatkan mode tersebut agar proses pembersihan lebih praktis. Langkah ini membantu mengangkat residu sabun, kerak, serta kotoran tersembunyi yang menempel di bagian dalam drum mesin cuci.

3. Bersihkan Karet Pintu dan Area yang Lembap

Pada mesin cuci front load, bagian karet pintu atau gasket sering menjadi area paling lembap dan mudah ditumbuhi jamur maupun lendir. Ditambah lagi, area ini juga sering menjadi penyebab utama munculnya bau apek pada mesin cuci jika jarang dibersihkan.Bahkan, penumpukan kotoran pada bagian karet juga dapat membuat pintu mesin cuci tidak bisa terkunci dengan baik

Karena itu, bagian lipatan karet perlu dibersihkan secara rutin menggunakan kain lembap dan air sabun hangat agar kotoran yang menempel bisa terangkat dengan lebih maksimal. Jika ada noda membandel, Pins bisa menggunakan sikat kecil berbulu halus untuk membersihkannya secara perlahan. Hindari menggunakan bahan abrasif atau menyikat terlalu keras karena dapat merusak permukaan karet pintu dan membuatnya lebih cepat aus.

4. Cuci Laci Deterjen hingga Bebas Residu

Laci deterjen sering menjadi tempat menumpuknya sisa sabun dan pelembut pakaian. Jika dibiarkan terlalu lama, residu tersebut dapat memicu jamur, bau apek, hingga penyumbatan pada saluran deterjen mesin cuci.

Untuk membersihkannya, lepaskan laci deterjen secara perlahan sesuai model mesin cuci, lalu rendam menggunakan air hangat beberapa saat agar kerak lebih mudah terangkat. Setelah itu, sikat bagian kecil atau sela-selanya menggunakan sikat halus, bilas hingga bersih, lalu keringkan sebelum dipasang kembali ke mesin.

5. Bersihkan Filter Mesin Cuci Secara Menyeluruh

Filter mesin cuci berfungsi menyaring serat kain, rambut, debu, dan kotoran kecil selama proses pencucian berlangsung. Itulah mengapa filter mesin cuci yang tersumbat dapat membuat pompa mesin bekerja lebih berat dan proses pencucian jadi kurang optimal. 

Cara membersihkan mesin cuci khususnya bagian filter yakni dengan melepaskan filter secara hati-hati sesuai petunjuk mesin, lalu bersihkan kotoran yang menempel menggunakan air mengalir dan sikat kecil bila diperlukan. 

Perlu diketahui bahwa lokasi filter bisa berbeda pada setiap model mesin cuci.Jadi, pastikan Pins mengetahui letak filter dengan benar sebelum mulai membersihkannya. 

6. Periksa dan Bersihkan Saluran Pembuangan Air

Saluran pembuangan air juga perlu diperiksa secara berkala karena kotoran halus, lendir, dan serat kain dapat menumpuk di dalam selang tanpa disadari. 

Jika dibiarkan terlalu lama, proses pembuangan air bisa menjadi lebih lambat bahkan menimbulkan genangan di dalam mesin cuci.

Pins bisa memerhatikan tanda saluran mulai tersumbat biasanya terlihat dari air yang tidak langsung terbuang atau muncul bau kurang sedap dari area pembuangan. 

7. Lap Bagian Luar Mesin Cuci dengan Aman

Selain bagian dalam, body dan panel luar mesin cuci juga perlu dibersihkan secara rutin agar tidak dipenuhi debu dan noda. Gunakan kain microfiber yang sedikit lembap untuk mengelap permukaan mesin agar tetap bersih tanpa merusak lapisan luarnya.

Pada bagian panel kontrol, hindari penggunaan air berlebihan karena area ini berkaitan dengan komponen elektronik mesin cuci. Membersihkan bagian luar secara rutin juga membantu menjaga tampilan mesin tetap rapi, bersih, dan bebas debu.

Perbedaan Cara Membersihkan Mesin Cuci Top Load dan Front Load

Mesin cuci top load dan front load memiliki karakteristik serta area kotor yang berbeda sehingga cara membersihkannya pun perlu disesuaikan. Pada beberapa mesin cuci modern, fitur self-clean atau Tub Clean juga sudah tersedia untuk membantu membersihkan bagian dalam drum secara otomatis agar residu dan kotoran tidak mudah menumpuk. 

Jenis Mesin Cuci
Top LoadFront Load
Area yang Paling Sering KotorAgitator, dasar tabung, filter, dan saluran airKaret pintu (gasket), laci deterjen, dan drum bagian depan
Fokus PembersihanDasar tabung, filter, dan residu deterjenLipatan karet pintu, area lembap, dan saluran deterjen
Masalah yang Sering TerjadiPenumpukan residu sabun dan kerak airJamur, lendir, dan bau apek pada gasket

Meski sama-sama digunakan untuk mencuci pakaian, mesin front load umumnya lebih rentan mengalami jamur dan bau tidak sedap pada bagian karet pintu karena area tersebut sering lembap setelah digunakan. Sementara itu, mesin top load lebih sering mengalami penumpukan residu detergen dan kotoran pada agitator maupun dasar tabung mesin cuci. 

Bagian Mesin Cuci yang Tidak Disarankan Dibersihkan Sembarangan

penyebab mesin cuci mati total
Source: Freepik

Saat membersihkan mesin cuci, ada beberapa bagian yang perlu perhatian khusus agar tidak rusak. Ini karena penggunaan air atau cairan pembersih secara berlebihan pada area tertentu dapat memengaruhi komponen elektronik di dalam mesin cuci. Berikut bagian mesin cuci yang sebaiknya tidak sembarangan Pins bersihkan:

  • Panel kontrol elektronik
    Hindari menyemprot air langsung ke panel karena area ini berhubungan dengan sistem elektronik mesin cuci. Gunakan kain microfiber lembap secukupnya agar tombol dan layar tetap aman saat dibersihkan.
  • Kabel dan stop kontak
    Bagian kabel dan stop kontak sebaiknya dijauhkan dari air untuk mengurangi risiko korsleting atau gangguan listrik pada mesin cuci.
  • Sensor otomatis
    Beberapa mesin cuci modern memiliki sensor otomatis yang cukup sensitif terhadap kelembapan maupun cairan pembersih tertentu. Jika dibersihkan sembarangan, sensor bisa mengalami error dan mengganggu kinerja mesin.
  • Komponen mesin yang tertutup rapat
    Usahakan tidak asal membongkar bagian mesin yang tertutup tanpa pengetahuan teknis karena berisiko merusak komponen di dalamnya. Pada kondisi tertentu, kesalahan penanganan bahkan bisa menyebabkan mesin cuci mati total.
  • Seal atau karet tertentu
    Bagian seal dan karet mesin cuci tidak disarankan terkena bahan kimia keras atau cairan abrasif terlalu sering karena dapat membuat karet lebih cepat getas dan rusak.

Perlu Pins ketahui bahwa menyemprot air langsung ke panel atau menggunakan cairan pembersih berbahan abrasif dapat meningkatkan risiko kerusakan pada komponen elektronik mesin cuci.

Penyebab Mesin Cuci Tetap Kotor Meski Sering Digunakan

Perawatan yang kurang tepat bisa membuat mesin cuci cepat kotor, terlebih bila dipakai hampir setiap hari. Berikut beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru membuat residu, jamur, dan kotoran semakin menumpuk di dalam mesin cuci:

  • Penggunaan detergen berlebihan
    Alih-alih lebih bersih, memberikan detergen berlebihan justru meninggalkan sisa sabun di drum, filter, selang, dan saluran air.
  • Jarang membersihkan filter
    Filter yang dipenuhi serat kain dan kotoran dapat menghambat aliran air, membuat proses pencucian kurang efektif, dan bagian dalam mesin lebih cepat kotor.
  • Mesin selalu tertutup setelah digunakan
    Kebiasaan langsung menutup pintu mesin cuci setelah dipakai dapat membuat area dalam mesin tetap lembap sehingga menimbulkan jamur dan bau apek.
  • Tidak pernah menjalankan siklus kosong atau self clean
    Tanpa siklus pembersihan rutin, residu detergen, kerak, dan kotoran tersembunyi di dalam drum akan terus menumpuk seiring pemakaian.
  • Sering mencuci pakaian sangat kotor tanpa bilas awal
    Lumpur, pasir, dan kotoran berat dari pakaian dapat tertinggal di drum maupun saluran pembuangan jika tidak dibilas terlebih dahulu.
  • Penumpukan kerak air dan residu pelembut pakaian
    Kandungan mineral air serta sisa pelembut pakaian bisa membentuk lapisan pada bagian dalam mesin cuci jika jarang dibersihkan.

Khusus untuk penggunaan pewangi dan pelembut pakaian, Pins perlu tahu bahwa semakin banyak produk ini digunakan, semakin tebal lapisan residu yang menempel di drum dan saluran mesin. Lapisan ini tidak hanya sulit dibersihkan, tapi juga bisa menjadi penyebab utama bau apek yang justru menempel kembali ke pakaian setelah dicuci. 

Cara Mencegah Mesin Cuci Cepat Bau dan Berjamur

mesin cuci mati total
Source: Freepik

Agar mesin cuci tetap bersih dan tidak mudah menimbulkan bau apek, perawatan sederhana perlu dilakukan secara rutin setelah pemakaian. Menerapkan kebiasaan sederhana ini akan sangat memengaruhi kondisi mesin cuci Pins:

  • Biarkan pintu mesin terbuka setelah digunakan: membuka pintu mesin cuci beberapa saat setelah dipakai membantu mengurangi kelembapan sehingga jamur dan bau apek tidak mudah muncul.
  • Gunakan detergen sesuai takaran: untuk mencegah residu sabun tertinggal pada drum dan saluran mesin cuci.
  • Segera keluarkan pakaian setelah selesai dicuci: pakaian basah yang terlalu lama didiamkan di dalam mesin bisa memicu bau lembap pada tabung mesin cuci.
  • Jalankan mode self clean secara berkala: fitur self clean atau Tub Clean membantu membersihkan residu dan kotoran yang menumpuk di bagian dalam drum mesin.
  • Rutin membersihkan filter mesin cuci: untuk membantu menjaga aliran air tetap lancar dan mencegah penumpukan serat kain maupun kotoran.
  • Hindari menumpuk cucian terlalu penuh: mesin yang terlalu penuh membuat proses pencucian kurang maksimal dan kotoran lebih mudah tertinggal di dalam drum.
  • Keringkan bagian karet dan laci deterjen setelah digunakan: area lembap seperti karet pintu dan laci deterjen menjadi tempat yang mudah ditumbuhi jamur jika tidak dikeringkan.

Hal penting yang perlu Pins ketahui, penggunaan air dingin terus-menerus pada beberapa mesin cuci juga dapat mempercepat penumpukan residu sabun karena deterjen tidak selalu larut sempurna selama proses pencucian. Sesekali, menjalankan siklus pencucian kosong (self cleaning) dengan air hangat bisa membantu melarutkan residu yang membandel dan menjaga kebersihan mesin lebih optimal. 

Kapan Mesin Cuci Masih Bisa Dibersihkan Sendiri dan Kapan Perlu Bantuan Profesional?

Tidak semua masalah pada mesin cuci harus langsung ditangani teknisi. Ini tergantung kebutuhan dan masalah mesin cuci Pins. Misalnya, jika berkaitan dengan residu, bau, atau kotoran sederhana, pembersihan di rumah masih memungkinkan. 

Namun, untuk masalah yang sudah berkaitan dengan komponen internal atau gangguan fungsi mesin, penanganan profesional biasanya lebih aman dilakukan. Berikut perbedaannya:

Kondisi MesinPenanganan yang Disarankan
Muncul bau apek ringanBisa dibersihkan sendiri dengan menjalankan siklus kosong dan membersihkan area lembap
Residu deterjen di laci atau tabungBersihkan sendiri menggunakan air hangat dan sikat halus
Filter dipenuhi serat kainAman dibersihkan sendiri secara rutin
Muncul lendir atau jamur ringan pada karet pintuBersihkan menggunakan kain lembap dan air sabun hangat
Air pembuangan mulai lambatPeriksa dan bersihkan filter maupun saluran pembuangan terlebih dahulu
Mesin cuci bocorSebaiknya diperiksa teknisi karena bisa berkaitan dengan selang, seal, atau pompa
Mesin mengeluarkan suara keras tidak normalPerlu pengecekan profesional untuk menghindari kerusakan komponen lebih parah
Air tidak keluar atau tidak terbuangDisarankan menggunakan bantuan teknisi untuk memeriksa saluran dan pompa mesin
Mesin mati mendadakSebaiknya tidak dibongkar sendiri karena bisa berkaitan dengan komponen listrik atau modul elektronik

Pada beberapa kondisi tertentu, pembersihan profesional biasanya lebih efektif karena dapat menjangkau bagian dalam mesin yang sulit dibongkar sendiri. Jadi, jika masalah pada mesin cuci Pins memang melibatkan bagian dalam mesin, maka memanggil teknisi profesional adalah langkah paling tepat.

Gunakan Layanan Pembersihan Mesin Cuci agar Perawatan Lebih Praktis

pesan jasa service mesin cuci di Pinhome
Source: Pinhome

Cara membersihkan mesin cuci sangat memengaruhi keawetan mesin serta hasil cucian Pins. Perawatan rutin seperti membersihkan filter, mengelap karet pintu, dan menjalankan self clean sebenarnya bisa dilakukan sendiri. Namun, deep cleaning secara berkala juga tetap diperlukan agar bagian dalam mesin cuci lebih higienis dan bebas dari residu tersembunyi, kerak, maupun jamur yang sulit dijangkau sendiri di rumah. 

Jika tidak ingin repot membersihkan mesin cuci sendiri, Pins bisa menggunakan jasa bersihkan mesin cuci dari Pinhome untuk mesin top load maupun front load. Ditangani tenaga profesional dan terpercaya, layanan ini membantu membersihkan bagian mesin yang sulit dijangkau dengan proses yang lebih praktis, aman, dan menyeluruh.

Layanan Pinhome juga tersedia di Jabodetabek hingga berbagai kota besar lainnya sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi rumah Pins. Yuk, unduh aplikasi Pinhome sekarang dan pesan jasa pembersih mesin cuci home service dengan lebih praktis langsung dari rumah! 

Mesin Cuci Kembali Berfungi!

Pesan jasa profesional dan bergaransi dengan hasil memuaskan di Pinhome Service.

Instal Aplikasi:

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          Pinhome Service
          Pinhome Service

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download