BlogHome ServiceElektronikCatat! Ini Cara Merawat Mesin Cuci agar Awet

Catat! Ini Cara Merawat Mesin Cuci agar Awet

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Jan 24, 2026

9 menit membaca

Copied to clipboard
cara merawat mesin cuci

Pernahkah mesin cuci Pins tiba-tiba rusak saat cucian lagi menumpuk? Kondisi ini sering kali terjadi karena kesalahan penggunaan atau mungkin abai untuk melakukan perawatan rutin. Untuk mencegah mesin cuci mati total ataupun rusak, yuk simak cara merawat mesin cuci yang benar agar tetap awet.

Kenapa Mesin Cuci Perlu Dirawat Secara Rutin?

Merawat mesin cuci secara rutin bukan sekadar menjaganya tetap bersih, tapi juga menjaga kinerja dan keawetannya. Tanpa perawatan yang tepat, kotoran, sisa deterjen, dan jamur bisa menumpuk di bagian dalam mesin dan berpotensi merusak komponen di dalamnya.

Adapun manfaat utama merawat mesin cuci secara rutin, antara lain:

  • Mencegah penumpukan kotoran dan jamur pada tabung, selang, dan filter yang dapat menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kinerja mesin.
  • Menghemat biaya perbaikan hingga jutaan rupiah, karena kerusakan besar sering berawal dari masalah kecil yang dibiarkan.
  • Menjaga performa mesin cuci agar proses mencuci, membilas, dan mengeringkan tetap optimal sehingga hasil cucian lebih bersih.
  • Memperpanjang usia pakai mesin cuci, sehingga tidak perlu sering ganti unit baru.

Untuk hasil optimal, perawatan mesin cuci sebaiknya dilakukan secara berkala, yaitu:

  • Membersihkan mesin cuci (tabung, filter, dan laci deterjen) minimal 1–2 bulan sekali, tergantung intensitas pemakaian.
  • Mengecek kondisi komponen dan melakukan service ringan seperti pemeriksaan motor, belt, selang, dan sistem pembuangan air setiap 4-6 bulan sekali, atau lebih cepat jika mesin mulai menunjukkan gejala tidak normal.

Dengan perawatan rutin, mesin cuci tidak hanya lebih awet, tapi juga bekerja lebih efisien.

Tanda-Tanda Mesin Cuci Perlu Segera Dibersihkan

Memahami cara membersihkan mesin cuci merupakan bagian penting dari perawatan mesin cuci yang sering diabaikan. Padahal, kotoran dan sisa deterjen bisa menumpuk di bagian dalam mesin tanpa disadari dan memengaruhi kinerja serta kebersihan hasil cucian.

Berikut tanda-tanda mesin cuci kotor dan perlu segera dibersihkan:

  • Muncul bau apek atau tengik dari dalam tabung mesin cuci.
  • Terlihat noda atau residu cokelat/kehitaman pada pintu karet atau dinding tabung.
  • Pakaian hasil cucian tidak wangi atau masih berbau meski sudah menggunakan deterjen.
  • Ada getaran berlebihan saat proses spin.
  • Air tidak mengalir lancar saat proses pembuangan (drain).
  • Terdengar bunyi berisik yang tidak normal saat mesin beroperasi.

Selain itu, sudahkah Pins tahu risiko jarang membersihkan mesin cuci? Berikut di antaranya:

  • Terjadi penumpukan bakteri dan jamur yang dapat menempel kembali ke pakaian.
  • Filter dan saluran air tersumbat, membuat mesin bekerja lebih berat.
  • Komponen mesin cuci lebih cepat rusak, sehingga biaya perbaikan bisa membengkak.
  • Hasil cucian kurang bersih dan kurang higienis meskipun mesin masih berfungsi.

Dengan menjaga kebersihan mesin cuci, Pins bisa memastikan proses mencuci tetap optimal, pakaian lebih bersih, serta usia pakai mesin cuci menjadi lebih panjang. Perawatan sederhana ini juga membantu menghemat biaya perbaikan dalam jangka panjang.

Cara Merawat Mesin Cuci yang Benar

Pins masih bingung bagaimana cara merawat mesin cuci yang benar? Berikut panduannya.

1. Bersihkan Filter Minimal Sebulan Sekali

Filter mesin cuci berperan penting untuk menyaring kotoran, serat kain, rambut, hingga sisa deterjen agar tidak masuk dan menyumbat saluran pembuangan air. Jika filter kotor atau tersumbat, mesin cuci bisa mengalami masalah seperti air tidak keluar, cucian tidak bersih, hingga mesin bekerja lebih berat.

Letak filter mesin cuci umumnya berada di bagian bawah depan mesin cuci (pada mesin cuci bukaan depan/front load) atau di dalam tabung atau dekat saluran pembuangan (pada mesin cuci bukaan atas/top load).

Untuk membukanya, kamu cukup membuka penutup kecil (panel filter) atau menarik filter sesuai model mesin cuci. Pastikan mesin dalam kondisi mati dan tidak terhubung dengan listrik sebelum membuka filter.

Adapun cara membersihkan filter mesin cuci, yaitu:

  1. Matikan mesin cuci dan cabut kabel listrik.
  2. Siapkan wadah atau lap karena biasanya masih ada sisa air di dalam filter.
  3. Buka penutup filter, lalu keluarkan filter secara perlahan.
  4. Bersihkan kotoran yang menempel menggunakan air mengalir dan sikat lembut.
  5. Jika ada kerak membandel, rendam filter dengan air hangat selama beberapa menit.
  6. Keringkan filter, lalu pasang kembali hingga terkunci dengan benar.

Membersihkan filter mesin cuci secara rutin, minimal sebulan sekali, membantu menjaga aliran air tetap lancar, mencegah bau tidak sedap, serta memperpanjang usia pakai mesin cuci.

2. Jalankan Siklus Pembersihan Tabung Secara Berkala

Selain membersihkan filter, drum atau tabung mesin cuci juga perlu dibersihkan secara rutin. Tanpa disadari, sisa deterjen, kotoran, dan kelembapan bisa menumpuk di dalam tabung dan menjadi sarang bakteri serta jamur, yang membuat cucian berbau dan mesin cuci cepat rusak.

Untuk membersihkan tabung, Pins bisa menjalankan siklus pencucian tanpa pakaian (tub clean/drum clean). Jika mesin cuci tidak memiliki fitur khusus, cukup jalankan mode pencucian normal dengan air hangat atau air biasa dalam kondisi kosong, lalu tambahkan cairan pembersih khusus mesin cuci atau bahan pembersih yang aman sesuai anjuran.

Berikut manfaat rutin menjalankan siklus pembersihan tabung:

  • Menghilangkan bau apek dan residu kotoran di dalam drum.
  • Mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Menjaga hasil cucian tetap bersih dan wangi.
  • Membantu menjaga performa mesin cuci agar tetap optimal dan awet.

Idealnya, siklus pembersihan tabung dilakukan setiap 1–2 bulan sekali, tergantung frekuensi pemakaian mesin cuci.

3. Bersihkan Dispenser Detergen dan Karet Pintu

Dispenser detergen dan karet pintu sering luput dari perhatian, padahal dua bagian ini mudah menjadi tempat menumpuknya sisa sabun, kotoran, hingga jamur. Jika dibiarkan, residu tersebut bisa menimbulkan bau apek dan memengaruhi kebersihan hasil cucian.

Rutin membersihkan dispenser detergen dan karet pintu punya banyak manfaat, seperti:

  • Mencegah bau tidak sedap dan pertumbuhan jamur.
  • Menjaga hasil cucian tetap bersih dan higienis.
  • Menghindari penumpukan residu yang bisa merusak komponen.
  • Membantu memperpanjang usia pakai mesin cuci.

Berikut cara membersihkan dispenser deterjen:

  • Lepaskan laci dispenser dari mesin cuci.
  • Bilas dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa detergen dan pelembut.
  • Gunakan sikat kecil atau sikat gigi bekas untuk membersihkan sudut yang sulit dijangkau.
  • Keringkan sebelum dipasang kembali.

Sementara itu, untuk Pins yang belum tahu cara membersihkan karet pintu pada mesin cuci front loading, berikut langkahnya:

  • Lap lipatan karet pintu dengan kain lembap untuk mengangkat kotoran dan sisa air.
  • Jika terdapat noda jamur, gunakan cairan pembersih khusus atau larutan ringan yang aman.
  • Pastikan karet pintu dikeringkan setelah dibersihkan.

4. Jangan Sampai Mesin Cuci Overload

Mengisi mesin cuci melebihi kapasitas (overload) adalah kesalahan umum yang sering dilakukan karena ingin mencuci sekaligus banyak pakaian. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak buruk pada performa dan usia mesin cuci.

Jika mesin cuci terlalu penuh, tabung tidak bisa berputar optimal sehingga pakaian jadi kurang bersih, sisa detergen tidak terbilas sempurna, dan proses pengeringan tidak maksimal. Selain itu, mesin akan bekerja lebih berat sehingga konsumsi listrik meningkat dan komponen seperti motor, sabuk (belt), serta suspensi lebih cepat aus.

Agar mesin cuci tetap awet, pastikan kamu selalu mencuci sesuai kapasitas yang dianjurkan pabrikan dan beri ruang agar pakaian bisa bergerak bebas di dalam tabung.

5. Gunakan Detergen yang Tepat dan Sesuai Takaran

Penggunaan deterjen yang berlebihan atau tidak sesuai takaran justru bisa berdampak buruk pada mesin cuci dan hasil cucian dan menjadi salah satu cara merawat mesin cuci 1 tabung maupun 2 tabung yang tak banyak diketahui. Banyak orang mengira semakin banyak deterjen maka pakaian akan semakin bersih, padahal anggapan ini keliru.

Deterjen yang terlalu banyak akan menghasilkan busa berlebih sehingga sulit terbilas sempurna. Sisa busa dan residu detergen dapat menumpuk di dalam tabung, selang, dan filter, yang lama-kelamaan memicu bau apek, pertumbuhan jamur, serta penyumbatan aliran air.

Selain itu, beban kerja mesin menjadi lebih berat dan berisiko mempercepat kerusakan komponen. Agar mesin cuci tetap awet dan hasil cucian maksimal, gunakan jenis deterjen yang sesuai dengan tipe mesin cuci (top load atau front load) dan ikuti takaran yang dianjurkan pada kemasan detergen.

6. Biarkan Pintu Terbuka Setelah Selesai Mencuci

Setelah selesai mencuci, biasakan untuk membiarkan pintu mesin cuci terbuka selama beberapa saat. Langkah sederhana ini penting untuk mengurangi kelembapan berlebih di dalam tabung dan area karet pintu.

Jika pintu mesin cuci langsung ditutup, sisa air dan uap lembap akan terperangkap di dalam, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang. Akibatnya, mesin cuci bisa menimbulkan bau apek, noda hitam pada karet pintu, hingga memengaruhi kebersihan dan aroma pakaian.

Dengan membuka pintu mesin cuci setelah digunakan, sirkulasi udara menjadi lebih baik, bagian dalam mesin cepat kering, dan risiko kerusakan akibat kelembapan dapat diminimalkan. Kebiasaan ini membantu menjaga mesin cuci tetap bersih, higienis, dan lebih awet digunakan dalam jangka panjang.

7. Periksa dan Bersihkan Selang Secara Berkala

Selain bagian dalam mesin, selang inlet dan outlet juga perlu dicek secara rutin, idealnya setiap 2 bulan sekali. Pastikan selang air tidak tertekuk, bocor, retak, atau tersumbat kotoran dan endapan dari air.

Jika tahap perawatan ini diabaikan, aliran air ke mesin cuci bisa terganggu sehingga proses pengisian atau pembuangan air menjadi tidak optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu masalah seperti mesin cuci tidak mengisi air, air tidak terbuang sempurna, mesin bekerja lebih berat, hingga meningkatkan risiko kerusakan pompa dan komponen internal lainnya.

Pemeriksaan selang secara berkala membantu mencegah kerusakan mendadak dan menjaga kinerja mesin cuci tetap stabil.

8. Letakkan Mesin Cuci di Tempat yang Tepat

Saat membeli mesin cuci baru atau berencana memindahkan posisinya, pastikan Pins meletakkannya di lokasi yang tepat dan aman. Idealnya, mesin cuci diletakkan di lantai yang datar dan kuat agar tidak mudah bergeser atau bergetar berlebihan saat digunakan.

Pilih area yang kering, tidak lembap, memiliki sirkulasi udara baik, serta tidak terkena sinar matahari langsung. Selain itu, beri jarak minimal ±10 cm dari dinding agar panas mesin dapat keluar dengan baik dan selang tidak tertekuk.

Jika mesin cuci diletakkan di tempat yang kurang tepat, risikonya cukup besar. Mesin bisa lebih cepat berkarat, komponen kelistrikan rentan rusak akibat lembap, getaran saat mencuci menjadi berlebihan, hingga memperpendek usia pakai mesin.

Oleh karenanya, meletakkan di tempat yang tepat adalah salah satu cara merawat mesin cuci agar awet dan untuk mencegah kerusakan yang sebenarnya bisa dihindari.

Kapan Harus Panggil Teknisi Profesional?

Source: Pinhome.id

Jika Pins menginginkan perawatan mesin cuci dengan hasil maksimal, menggunakan jasa profesional adalah pilihan yang tepat. Teknisi berpengalaman dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh sekaligus pembersihan mendalam yang sulit dilakukan sendiri di rumah.

Melalui jasa perawatan mesin cuci, Pins bisa mengetahui kondisi mesin secara detail, mulai dari tabung, filter, selang, hingga komponen internal lainnya.

Pins bisa memanfaatkan jasa service mesin cuci profesional dari Pinhome. Tersedia layanan pembersihan dan perbaikan mesin cuci untuk berbagai jenis, mulai dari mesin cuci 1 tabung, 2 tabung, hingga front loading dan top loading.

Dengan perawatan rutin, kerusakan kecil dapat terdeteksi lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi masalah besar yang berujung pada biaya perbaikan mahal atau bahkan harus membeli mesin cuci baru.

Jangan lupa gunakan kode promo di aplikasi untuk harga lebih hemat. Yuk, percayakan perawatan mesin cuci Pins pada rekan jasa Pinhome yang berpengalaman!

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          Pinhome Service
          Pinhome Service

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download