BlogLifestyleEdukasiContoh Activity Diagram
0
0

Contoh Activity Diagram

Dipublikasikan oleh Aulia Ramadhanti

Mei 26, 2023

6 menit membaca

Copied to clipboard
top-right-banner

Contoh Activity DiagramActivity diagram merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan UML (unified modeling language).

Nah, pada tulisan kali ini, kita akan mencari tahu lebih dalam mengenai apa itu activity diagram secara lengkap. Meliputi pengertian, fungsi, element, cara membuat hingga contoh activity diagram itu sendiri.

Berikut penjelasan lengkapnya, silahkan kalian simak!!!

Baca Juga:

Pengertian Activity Diagram

Activity diagram merupakan jenis diagram UML (unified modeling language) yang menggambarkan aktivitas apa saja yang terjadi pada sebuah sistem.

Secara umum diagram ini menampilkan langkah-langkah proses sistem dari awal hingga akhir. Dari tahapan tersebut kita dapat mengetahui kinerja sebuah sistem sejauh mana. Selain itu, pembangunan dan pengembangan sistem akan lebih terukur.

Sebagai gambarannya adalah langkah-langkah membuat roti, namun ditampilkan dalam bentuk grafik. Sekilas struktur dari diagram ini menyerupai dengan flowchart.

Fungsi Activity Diagram

Berikut ini adalah fungsi dari activity diagram yang perlu kamu ketahui:

  • Activity diagram dibuat dan disusun berdasarkan use case
  • Memberikan gambaran bisnis serta urutan aktivitas pada setiap prosesnya
  • Menunjukan aktifitas proses pada suatu sistem secara berurutan

Element Activity Diagram

Terdapat elemen atau simbol activity diagram yang digunakan, sebagai berikut:

NoNama Element
1Start point
2End point
3Activities
4Fork
5Join
6Decession
7Swimlane
Tabel daftar element activity diagram

Cara Membuat Activity Diagram

Cara membuat activity diagram tidak jauh berbeda dengan diagram UML lainnya, misal seperti

  • Use case
  • Package diagram
  • Class diagram, dll.

Pilihan yang paling mudah untuk membuat activity diagram yaitu dengan menggunakan aplikasi Star UML, UMLet ataupun Rational Rose.

Pada kali ini kita akan membuat activity diagram menggunakan UMLet, berikut langkah-langkahnya.

  1. Pastikan kalian memiliki aplikasi UMLet, aplikasi ini tersedia untuk berbagai Operating System.
  2. Jalankan UMLet hingga benar-benar terbuka.
  3. Setelah terbuka, pilih UML Activity yang berada di bagian kanan atas.
  4. Kemudian selanjutnya akan tampil lembar kerja, kita tinggal berkreasi untuk membuat activity diagram.

Proses pembuatan activity diagram menurut saya tidak terlalu sulit jika dibandingkan dengan menyusun pseudocode (menurut pribadi).

Semoga kalian juga tidak kesusahan dalam membuat activity diagram ya.

Baca Juga: 

Contoh Activity Diagram

Berikut ini adalah kumpulan contoh activity diagram yang dapat kalian pelajari.

1. Contoh Activity Diagram Sistem Persediaan Obat

(
  1. Admin login ke sistem.
  2. Selanjutnya sistem akan verifikasi username dan password yang dimasukkan. Apabila username dan password benar maka bisa masuk ke menu utama, dan apabila salah akan kembali ke bagian login.
  3. Setelah masuk, pilih input data obat masuk.
  4. Selanjutnya sistem akan secara otomatis menyimpan data ke dalam database.
(
  1. Admin melakukan login sistem.
  2. Selanjutnya sistem akan verifikasi username dan password yang telah dimasukan. Apabila username dan password benar, maka sistem akan menampilkan menu utama. Namun apabila salah, sistem akan mengembalikan lagi ke bagian login.
  3. Kemudian admin selanjutnya masuk ke menu obat keluar, maka sistem secara otomatis akan menyimpannya ke dalam database.
  4. Lihat data yang tersimpan, kemudian cetak.
  5. Sistem akan menampilkan data yang hendak dicetak, lalu cetak.
  6. Admin menerima hasil cetakan.

2. Contoh Activity Diagram Apotik

(
  1. Admin dapat melakukan input data terhadap sistem.
  2. Sistem akan memproses permintaan admin.
  3. Kemudian sistem akan menampilkan form inputan data.
  4. Admin memasukan data sesuai dengan form isian.
  5. Sistem melakukan validasi terkait data yang dimasukan.
  6. Setelah proses dinyatakan benar, maka penambahan data akan dilakukan.
  7. Apabila inputan yang dimasukan salah atau tidak valid, maka sistem akan menampilkan pesan obat yang dimakan tidak terdaftar.
  8. Sistem memberikan pilihan untuk menambahkan daftar baru.
(

Hampir sama pada bagian sebelumnya, bedanya dalam hal ini memberikan akses kepada kasir untuk read dan stok obat. Sedangkan pengelola user hanya diizinkan untuk memilih obat yang disediakan.

Baca Juga: 

3. Contoh Activity Diagram Pemesanan

(
  1. Pegawai menerima pesanan dari pembeli.
  2. Pegawai mengisi pesanan dan mengirimkan tagihan.
  3. Setelah selesai maka selanjutnya pelanggan tinggal menunggu pesanan.

4. Contoh Activity Diagram Supplier

(
  1. Admin login ke sistem.
  2. Sistem akan melakukan respon dengan cara verifikasi, apabila username dan password yang dimasukan benar, maka akan masuk pada halaman utama. Apabila salah maka akan kembali lagi ke halaman login.
  3. Admin dapat memilih menu supplier, kemudian input data.
  4. Data yang telah diinput oleh admin akan disimpan sistem ke database secara otomatis.
  5. Admin melihat data yang telah tersimpan untuk selanjutnya dicetak.
  6. Sistem secara otomatis akan menampilkan data yang akan dicetak.
  7. Admin menerima hasil cetakan.

5. Contoh Activity Diagram Menggunakan Swimlanes

(

Apa yang menjadikan activity diagram swimlanes berbeda dengan activity diagram biasa?

Sebagai contoh kita dapat perhatikan activity diagram di atas. Sekilas ecara  keseluruhan hampir sama, hanya saja activity diagram swimlanes dibagi menjadi kolom dan baris sesuai objeknya.

Baca Juga: Contoh Class Diagram

Baik activity diagram biasa maupun swimlanes, keduanya sama-sama sering digunakan. Bahkan beberapa tahun ke belakang saya pernah mengerjakan sebuah proyek, yang dianjurkan untuk menggunakan swimlanes.

Secara visual activity diagram swimlanes lebih mudah untuk dianalisis, apalagi bagi mereka yang baru mengenal hal ini.


Sudah tahu mengenai use case diagram? Dimana diagram satu ini termasuk ke dalam digaram UML juga, sehingga kita tidak boleh melewatkan untuk mempelajarinya.

Nah barangkali cukup sampai disini dulu ya tulisan mengenai contoh activity diagramnya, semoga tulisan ini dapat membantu kalian.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Editor: Nurchalimah

Source Feature Image: Unsplash

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download