Fungsi aktuator pada mobil ialah sebagai keluaran untuk melaksanakan perintah kerja yang dibutuhkan kendaraan. Aktuator merupakan bagian dari sistem electronic fuel injection (EFI). Adapun jenisnya dalam sistem EFI bisa Pins simak di bawah ini!
Sebelum mengetahui fungsi aktuator pada mobil lainnya, ada baiknya ketahui apa itu aktuator terlebih dulu. Aktuator merupakan perangkat yang dikontrol oleh ECU guna aktualisasi berdasarkan data inputan dari sensor.
Pada sistem aktuator EFI terdapat 8 jenis bagian sementara pada mobil baru ada 4 bagian tambahan pada bodi kendaraan. Untuk dapat mengaktifkan aktuator maka digunakan lengan mekanis dengan bantuan motor listrik.
Aktuator mengkonversi besaran listrik analog menjadi besaran lainnya seperti kecepatan putaran. Aktuator tidak hanya ada pada mobil saja namun juga motor. Dalam perspektif kontrol, aktuator menjadi pintu kendali ke sistem, pengubah sinyal listrik dan saturasi.
Fungsi aktuator pada mobil ialah sebagai penghasil gerakan seperti pada throttle body pada mesin EFI. Selain itu fungsi aktuator pada mobil juga sebagai gerakan rotasi dan translasi.
Mayoritas aktuator > motor based dan aktuator riil cenderung non-linier. Sementara jenis tenaga penggerak pada aktuator adalah elektrik, pneumatik, hidraulis dan lainnya seperti magnetic, ultrasound dan piezoelectric.
Delapan jenis aktuator ini diperintahkan secara langsung oleh ECU guna respon dan olah data digital. Adapun bagian dalam sistem EFI yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Electronic Spark Advancer (ESA) juga disebut dengan koil pengapian yang berguna mengontrol waktu pengapian yakni dimajukan dan dimundurkan. Kontrol waktu pengapian ini didasarkan atas inputan dari sensornya.
ESA tidak memakai distributor atau menggunakan sistem distributor less ignition (DLI) atau sistem direct ignition system (DIS). Adanya koil pengapian bertujuan agar proses pembakaran terjadi secara maksimal.
Injektor bertugas untuk menginjeksikan atau mengabutkan bahan bakar. Jumlah dan lamanya proses injeksi ini tergantung atas kontrol ECU sesuai inputan dari sensor EFI.
Semakin lama kontrol ECU akan menyebabkan semakin lama injektor bekerja. Jika semakin pendek kontrol ECU maka proses injeksinya semakin pendek. Hal ini tergantung atas kebutuhan mesin.
Fungsi dari bagian ini berkaitan erat dengan relay kompresor AC. Saat engine mencapai temperatur 107 derajat celcius maka A/C dicut atau dimatikan. Saat pedal gas atau katup throttle gas dibuka lebih dari kecepatan kendaraan maka A/C otomatis dimatikan.
Baca juga:
Kontrol ini berfungsi untuk mengatur kinerja dari pompa bahan bakar yakni menekan dan menghisap bahan bakar agar bersirkulasi dalam sistem. Kontrol ini mematikan pompa bahan bakar saat tidak digunakan.
Tugas dari relay cooling fan yakni jika AC dihidupkan maka electric fan tidak akan bekerja. Saat sensor temperatur air pendingin rusak maka fan bekerja. Jika temperature engine mencapai 98 derajat celcius maka electric fan bekerja untuk mendinginkan sistem pendingin.
Teknologi exhaust gas recirculation berguna mengurangi kadar nox pada gas buang agar menghasilkan proses pembakaran di engine. Engine pembakaran internal bekerja dengan cara mensirkulasi kembali sisa pembakaran untuk dicampur dengan udara bersih di intake manifold.
Exhaust gas recirculation diterapkan pada mesin bensin dan mesin diesel. Berkat teknologinya membuat emisi gas buang bisa diperkecil.
Komponen ini mengontrol kecepatan idle atau stasioner di kendaraan dengan cara mengatur banyak sedikitnya udara masuk ke ruang bakar saat pedal gas tidak diinjak.
Adanya idle speed control mampu mengatur banyak udara masuk ke ruang bakar saat throttle tidak dibuka maupun kondisi tertutup. Tujuannya agar kendaraan tidak mati sendiri saat mesin dalam kondisi belum mencapai suhu kerja.
Lampu check engine berfungsi untuk memberitahukan kepada pengemudi jika ada sensor pada sistem EFI yang tidak bekerja. Dengan begitu pengemudi akan mengetahui adanya kerusakan pada sistem tersebut.
Baca juga:
Ada pula aktuator tambahan pada bodi mesin mobil modern. Berikut bagian yang dimaksud beserta tugasnya masing-masing:
Komponen ini merupakan daun jendela terintegrasi dalam kisi-kisi asupan depan kendaraan guna mengubah aliran udara ke mesin. Fungsi lainnya adalah meningkatkan pendinginan saat terbuka dan aerodinamis hemat bahan bakar ketika ditutup.
Jenis aktuator ini bekerja pada malam hari atau siang hari ketika kendaraan melewati terowongan. Cara kerjanya berdasarkan sensor cahaya yang dikirimkan ke module. Pada module akan terjadi pengolahan data sensor kemudian memerintahkan aktuator bekerja untuk menghidupkan lampu kepala.
Clutch actuators berguna untuk mengantisipasi kelalaian saat pengemudi berkendara. Jenis aktuator ini hanya dimiliki oleh beberapa mobil saja.
Saat pompa oli bekerja berdasarkan putaran mesin maka aktuator ini akan bekerja berdasarkan sensor temperatur oli. Sensor mengirimkan data ke ECU kemudian dikirimkan ke aktuator pompa oli.
Aktuator ini menuruti perintah ECU berdasarkan masukan data dari sensor panas. Dengan begitu water jump tidak bekerja berdasarkan putaran mesin.
Fungsi aktuator pada mobil utamanya memiliki beberapa jenis guna menjalankan kerja mesin melalui input data dari sensor kendaraan.
Baca juga:
Source Feature Image: Pexels
Nikmati layanan rumah tangga seperti cuci mobil, servis dan cuci AC, desinfektan & fogging, hingga massage dari Pinhome Home Service hanya dalam satu kali klik. Dapatkan pula paket perlindungan AC yang bisa dipilih sesuai kebutuhan melalui aplikasi Pinhome.
Tunggu apa lagi, segera unduh aplikasi Pinhome di App Store atau Google Play sekarang dan rasakan pengalaman rumah yang bersih dan tubuh yang lebih rileks. Hanya di Pinhome Home Service yang memberikan solusi kebersihan dan perawatan properti, serta kendaraan dengan mudah
© lifestyle.pinhome.id