Dipublikasikan oleh Nur Dwi Ratnasari
Des 4, 2023
5 menit membaca
Daftar Isi
ECU merupakan singkatan dari engine control unit yang muncul pada era 2000an. Fungsi ECU motor berpengaruh besar dalam dunia otomotif khususnya teknologi injeksi.
ECU juga disebut dengan istilah engine control module (ECU). Secara garis besar fungsi ECU motor adalah sebagai seperangkat alat untuk mengatur dan mengontrol mesin motor. Berikut ulasan terkait fungsi ECU motor dan bagaimana prinsip kerja serta tanda kerusakannya:
Sebelum ECU hadir dulunya dalam campuran udara-bahan bakar, waktu pengapian serta kecepatan idle diatur lewat mekanik dan pneumatik. Berkat ECU maka pengendalian dalam actuator mesin pembakaran dalam ignition dan injection bisa dilakukan secara komputerisasi.
Apabila dianalogikan ECU motor ini mirip dengan CPU pada perangkat komputer. Apabila terjadi sesuatu yang tidak normal maka sensor akan mengirimkan sinyal pada ECU agar mematikan seluruh sistem pada motor.
Fungsi ECU motor bisa sebagai proteksi sistem kendaraan atas hal-hal yang tidak diinginkan. ECU hadir untuk meningkatkan kinerja mesin serta memainkan waktu dan campuran udara-bahan bakar dengan optimal sebagai penghasil tenaga motor.
Ada banyak sekali perangkat yang terhubung dengan ECU melalui kabel yang bekerja secara terorganisir dan terintegrasi. Contohnya saja pada bagian kontrol traksi atau mode berkendara, fungsi ECU motor sebagai pembaca perintah yang diberikan pada kendaraan.
Nantinya ECU akan menghitung besaran takaran bahan bakar kemudian dialirkan ke silinder. Setelah itu tenaga bisa dihasilkan sesuai karakter dari motor tersebut. Berkat adanya ECU maka seberapa besar tarikan gas yang diberikan tidak menimbulkan tenaga berlebihan.
Baca juga:
ECU terbagi atas tiga bagian utama diantaranya memory system, power supply dan mikrokontroler. Semua aktivitas data yang dikumpulkan oleh sensor nantinya akan terjadi di mikrokontroler secara logik dan aritmatika.
Artinya sequential, counter, timer, operasi logika dan ADC dikendalikan kerja sistem secara menyeluruh. Mikrokontroler bertugas untuk menghitung sinyal masuk dari pulser (crankshaft position sensor) secara counter dan timer.
Dengan begitu maka waktu pengapian bisa terjadi tepat waktu. Jumlah bahan bakarnya yang diinjeksikan dalam mesin sesuai RPM motor tersebut.
ECU bisa memberikan perintah pada rangkaian sistem yang ada di motor. Cara kerjanya dengan mengolah informasi dan data yang diterima oleh setiap komponen kemudian dijadikan sebuah perintah untuk setiap part.
Misalnya saja pada sistem buka tutup katup motor dengan sistem variable valve timing. Peran ECU adalah mengatur seberapa besar momentum yang dihasilkan komponen sehingga sistem buka tutup bisa sesuai dengan takarannya.
Pada motor injeksi terdapat water temperature sensor yang mengatur suhu air pendingin. Sensor terhubung dengan ECU dan memberikan tegangan seperti sinyal ke water temperature sensor.
Tegangan dapat mencapai 5 volt kemudian diproses oleh sensor tersebut berdasarkan suhu yang sesuai dengan temperatur air pendingin. Tegangan yang diterima dikembalikan lagi dalam bentuk data inputan ECU terkait temperatur air pendingin.
Saat suhu air dingin mencapai 80 derajat celcius maka ECU akan mengeluarkan sinyal yang diterima oleh motor kipas. Lalu motor kipas akan bekerja sehingga suhu air bisa lekas turun.
Baca juga:
Fungsi ECU motor sangat penting dan krusial dalam mesin motor injeksi. Bila bermasalah maka akibatnya otomatis akan mengganggu semua sistem yang ada dalam motor.
ECU tidak bisa menerima informasi atau data dengan sempurna. Alhasil aktuator tidak bekerja maksimal. Contohnya saja ECU yang terhubung water temperature sensor.
Ketika suhu air pendingin naik maka ECU tidak bisa mengetahuinya. Motor kipas tidak bekerja untuk menurunkan suhu air pendingin. Penyebab ECU motor rusak bisa karena korsleting akibat kerusakan sensor.
Selain itu usia kendaraan juga menurunkan performa mesin motor sehingga tidak bisa bekerja dengan normal. Cara menangani mesin yang keliru dapat pula memperburuk kondisi motor.
Kondisi ECU rusak pada dasarnya dapat dikenali dari tanda-tanda komponen yang terhubung seperti sebagai berikut:
Tanda ECU bermasalah adalah jika lampu terus menyala walaupun mesin sudah Pins matikan. Hal ini karena ECU berfungsi sebagai penahan arus listrik keluar sehingga tidak berlebihan.
Selain itu cek kemungkinan sensor speedometer rusak karena lampu indikator yang terus menyala. Sensor ini juga terhubung langsung dengan ECU sehingga jika bekerja abnormal maka ada masalah pada ECU.
Ciri lainnya adalah speedometer yang tidak bergerak saat mesin dinyalakan. Apabila setelah dicek akinya tidak bermasalah maka kemungkinan besar ECU mengalami kerusakan.
Bila kondisi aki, busi dan bensin baik-baik saja namun motor tidak menyala maka ECU bisa menjadi penyebabnya. ECU yang bermasalah ini perlu diganti dengan membawanya ke bengkel resmi.
Busi yang bekerja dengan baik akan menyemburkan api ketika mesin motor dinyalakan. Namun jika hasilnya mesin tidak menyala karena busi tidak bekerja maksimal maka segeralah cek ECU.
Fungsi ECU motor seperti CPU dalam perangkat komputer karena mampu memberikan perintah pada komponen lainnya. ECU yang rusak bisa dilihat dari lampu indikator yang menyala terus dan mesin sulit menyala.
Baca juga:
Source Feature Image: Pexels
Nikmati layanan rumah tangga seperti cuci mobil, servis dan cuci AC, desinfektan & fogging, hingga massage dari Pinhome Home Service hanya dalam satu kali klik. Dapatkan pula paket perlindungan AC yang bisa dipilih sesuai kebutuhan melalui aplikasi Pinhome.
Tunggu apa lagi, segera unduh aplikasi Pinhome di App Store atau Google Play sekarang dan rasakan pengalaman rumah yang bersih dan tubuh yang lebih rileks. Hanya di Pinhome Home Service yang memberikan solusi kebersihan dan perawatan properti, serta kendaraan dengan mudah.
© lifestyle.pinhome.id