BlogLifestyleEdukasiPengertian, Jenis, dan Contoh Gerakan Lokomotor
0
0

Pengertian, Jenis, dan Contoh Gerakan Lokomotor

Dipublikasikan oleh Omri Cristian dan Diperbarui oleh Syahya Rembulan

Mei 22, 2023

9 menit membaca

Copied to clipboard
Gerakan Lokomotortop-right-banner

Gerakan lokomotor adalah sebuah gerakan yang melibatkan tubuh pada manusia. Gerakan lokomotor ini biasanya sering di terapkan oleh para olahragawan seperti olahragawan sepak boal, basket ball, voli, berlari dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya gerakan lokomotor ini mempunyai ciri berpindah-pindah tempat. Misalnya, pindah dari tempat satu ke tempat lain.

Seperti ketika bermain sepak bola tanpa kita sadari, kita sudah melakukan sebagian dari gerak lokomotor. Gerak dasar fundamental (fundamental basic movement) menurut Harrow (1972) adalah pola gerak yang inheren yang membentuk dasar-dasar untuk keterampilan gerak yang kompleks, yang meliputi (1) gerak lokomotor; (2) gerak non lokomotor; dan (3) gerak manipulatif.

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Bola Basket di Dunia

Apa Itu Lokomotor?

Apakah Pins tau apa itu lokomotor? Gerakan lokomotor merupakan sebuah gerakan dengan gaya bebas, namun posisinya dapat berpindah-pindah. Contoh gaya lokomotor seperti pemain atletik sepak bola, atletik lari, dan masih banyak lagi.

Tanpa kita ketahui bahwa gerakan lokomotor sering sekali kita jumpai bahkan sering sekali kita praktekan, lokomotor sendiri merupakan seperti sebuah gerakan dengan melibatkan badan yang berpindah-pindah.

Baca juga: Gerakan Olahraga Mengecilkan Perut yang Baik Untuk Pemula

Pengertian Gerak Lokomotor

Gerak lokomotor adalah sebuah gerak tubuh dengan posisi dapat berpindah-pindah dari satu posisi tempat ke tempat posisi lain yang terdiri dari gerak dasar. Jadi, dalam gerak individu ini diharuskan mampu untuk memindahkan tubuh dari posisi A ke posisi B. Saat berpindah, tubuh akan terangkat atau diproyeksikan ke atas untuk menuju ke posisi kedua.

Gerak Lokomotor (Lokomotor Skills)

Gerakan Lokomotor
Source : penapengajar.com

Pada dasarnya gerak dasar lokomotor merupakan salah satu gerakan domain dari gerak dasar fundamental atau (fundamental basic movement). Dalam keterampilan lokomotor dapat didefinisikan sebagai keterampilan yang sifatnya berpindah individu dari satu tempat ke tempat lain. Sebagian besar keterampilan lokomotor berkembang dari hasil dari tingkat kematangan tertentu.

Namun, latihan dan pengalaman juga penting untuk mencapai kecakapan yang matang. Dalam sebuah keterampilan lokomotor misalnya gerak berlari cepat, gerak mencongklang, gerak meluncur, dan gerak melompat yang mungkin lebih sulit dilakukan karena hal ini merupakan kombinasi dari pola-pola gerak dasar yang lain.

Sebuah keterampilan lokomotor yang membentuk dasar atau landasan koordinasi gerak kasar atau (gross skill) yang pada dasarnya melibatkan gerak otot besar. Gerakan-gerakan lokomotor adalah gerakan-gerakan yang pergi ke mana saja.

Para ahli mendefinisikan gerakan lokomotor adalah salah satu sebuah gerakan-gerakan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lain atau ke berbagai ruang tempat, sehingga dalam bahasa Inggris disebut dengan Traveling. Ini tentunya merupakan kebalikan dari gerakan non-lokomotor, yang tidak menyebabkan tubuh berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Sebuah gerakan lokomotor merupakan salah satu dasar bagi perkembangan koordinasi gerakan yang pada umunya melibatkan seperti otot-otot besar, pertumbuhan otot, daya tahan dan stamina atau tenaga.

Baca juga: Pengertian Senam Trampolin, Sejarah dan Fakta yang Harus Kamu Ketahui

Gerakan Non-lokomotor (No-locomotor Skills)

Gerakan Non-lokomotor
Source : kixx.org.uk

Gerakan Non-lokomotor dapat juga diartikan sebagai keterampilan yang stabil, gerakan ini  pada dasarnya dilakukan dengan tanpa atau hanya sedikit bergerak dari daerah tumpuannya saja.

Selain itu, gerakan non-lokomotor dapat didefinisikan sebagai gerakan yang pada dasarnya dilakukan dengan gerakan yang biasa memerlukan dasar penyangga yang minimal atau tidak juga memerlukan penyangga atau dapat diartikan gerak yang tidak berpindah tempat

Gerakan stabilisasi atau dikenal dengan gerakan Non-lokomotor yang jenis ini termasuk didalamnya, seperti: Turning, Swinging dan Swaying, Pushing dan Pulling dan Stretching dan Bending, Twisting.

Baca juga: Ukuran Lapangan Voli dan Semua Hal Detailnya

Gerak Manipulatif

Gerak Manipulatif
Source : fitnessformen.co.id

Gerak manipulatif yang sering melibatkan tindakan mengontrol suatu objek terutama lebih melibatkan tangan dan kaki. Ada dua klasifikasi keterampilan dari gerak manipulatif yang pertama reseptif dan propulsif. Keterampilan reseptif merupakan sebuah gerakan untuk menerima dari suatu objek seperti gerakan menangkap.

Keterampilan propulsive sendiri memiliki ciri gaya atau kekuatan terhadap suatu objek, seperti gerak memukul, melempar, memantul atau menendang sesuatu misal pada permainan bola. Walaupun sebagian besar keterampilan manipulatif menggunakan tangan dan kaki, tetapi bagian-bagian tubuh yang lain juga dapat digunakan.

Manipulasi terhadap objek pada dasarnya lebih mengarah pada koordinasi mata-tangan atau siku-siku dan mata-kaki, hal ini penting terutama dalam melakukan gerakan-gerakan yang mengikuti jalan atau alur atau (tracking) pada suatu tempat tertentu.

Keterampilan manipulatif merupakan salah satu dasar dari berbagai keterampilan permainan game atau skill. Gerakan ini biasanya memerlukan tenaga, seperti gerak melempar, memukul, dan menendang. Untuk gerakan menerima objek, seperti gerak menangkap adalah merupakan keterampilan yang penting yang dapat diajarkan dengan menggunakan berbagai jenis bola.

Gerakan melambungkan atau mengarahkan objek yang melayang, seperti bola voli merupakan bentuk keterampilan manipulatif lain yang sangat penting. Kontrol terhadap suatu objek yang dilakukan dengan cara terus menerus, seperti kita menggunakan tongkat atau aktivitas manipulatif lainya.

Baca juga: Latihan Fisik Bola Voli

Gerak Dasar Fundamental

Ada beberapa jenis gerakan dasar fundamental, yang diantaranya terbagi menjadi 2 jenis diantaranya adalah sebagai berikut ini:

Contoh Gerakan Dasar Lokomotor

Adapun contoh-contoh gerakan dasar lokomotor adalah sebagi berikut ini:

  1. Berjalan
  2. Berlari
  3. Meloncat
  4. Melompat
  5. Melayang
  6. Meluncur
  7. Berjingkrak
  8. Memanjat

Contoh Gerakan Non-lokomotor

Sedangkan contoh-contoh gerakan non-lokomotor adalah sebagai berikut ini:

  1. Gerak Membungkuk
  2. Gerak Meregang
  3. Gerak Memutar
  4. Gerak Mengayun
  5. Gerak Handstand
  6. Gerak Memutar tubuh
  7. Gerak Mendarat
  8. Gerak Berhenti
  9. Gerak Mengelak
  10. Gerak Keseimbangan

Contoh Gerakan Manipulatif

Beberapa contoh yang termasuk gerakan manipulatif, misal gerakan melempar, memukul, menendang, menangkap, dan memantulkan atau menggiringi sebuah bola. Berikut adalah contoh macam-macam gerak manipulatif:

  1. Gerak Melempar
  2. Gerak Menangkap
  3. Gerak Menendang
  4. Gerak Menjerat/menjebak
  5. Gerak Menyerang
  6. Gerak Memvoli
  7. Gerak Melambung
  8. Gerak Memelanting
  9. Gerak Bergulir
  10. Gerak Menggelinding
  11. Gerak Menyepak

Baca juga: Tips Latihan Jumping Smash Bola Voli

Contoh Gerakan Lokomotor

Contoh Gerakan Manipulatif
Source : ilmumanfaat.com

Berikut adalah gambar gerak locomotor yang terbagi menjadi beberapa gerakan antara lain:

Berjalan

Contoh gerak lokomotor yang pertama adalah berjalan. Berjalan adalah gerakan memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain.

Berlari

Lari juga termasuk ke dalam contoh gerak lokomotor. Berlari merupakan salah satu gerakan memindahkan tubuh dari tempat satu ke tempat lainya dengan teknik pergantian langkah dalam keadaan tubuh melayang di udara.

Berjingkat

Selain berlari, contoh gerak lokomotor lainya adalah gerak berjingkat atau gerakan memindahkan tubuh dari tempat satu ke tempat lainya dengan menggunakan satu kaki untuk menumpu dan mendarat.

Meloncat

Contoh gerak lokomotor selanjutnya adalah meloncat. Gerakan meloncat merupakan salah satu jenis gerak keterampilan memproyeksikan tubuh dan biasa melibatkan gerakan menolak dan mendarat menggunakan kedua kaki.

Melompat

Melompat adalah gerakan menolak dan menyerap kekuatan dengan mendarat menggunakan satu kaki. Gerakan ini membutuhkan kekuatan otot, koordinasi tubuh, dan keseimbangan dinamis.

Menderap

Selain meloncat, contoh gerak lokomotor lainnya adalah menderap. Gerakan ini sering disebut juga mencongklang. Menderap adalah aktivitas gerak berjalan yang dipadukan dengan lompat (leaping). Arah menderap bisa ke depan maupun ke belakang. Gerakan ini dilakukan dengan dua kaki.

Baca juga: Latihan Fisik Bola Voli

Merayap

Contoh gerak lomotor selanjutnya adalah merayap. Gerakan merayap dapat diartikan sebagai gerak memindahkan tubuh dari tempat A ke tempat B dengan posisi tubuh telungkup di atas permukaan.

Memanjat

Selain merayap, contoh gerak lomotor selanjutnya adalah memanjat. Jadi, memanjat adalah gerakan memindahkan tubuh ke atas atau ke bawah menggunakan kedua kaki dan tangan. Anggota tubuh bagian atas bertugas untuk menjaga tubuh agar tidak terjatuh.

Leaping

Contoh gerak lokomotor selanjutnya adalah leaping. Secara sederhana, leaping dapat diartikan sebagai gerakan split di udara dengan cara memanjangkan suatu langkah untuk mencapai perpindahan yang cukup jauh. Biasanya gerakan ini dipadukan dengan gerakan berlari.

Slidding

Selain leaping, ada juga gerak lokomotor yang disebut slidding. Slidding adalah gerakan melompat ke samping kanan atau kiri dengan satu kaki selalu berada di depan, dari posisi kedua kaki terbuka lebar.

Skipping

Contoh gerak lokomotor yang terakhir adalah skipping. Secara sederhana skipping dapat diartikan sebagai gerakan yang berasal dari paduan gerakan berjalan dan gerakan jingkat secara bergantian. Satu kali berjalan, satu kali berjingkat, demikian seterusnya.

Rolling

Contoh gerak lokomotor yang terakhir adalah rolling atau mengguling. Dalam pengertian sederhana, rolling adalah gerak berputar tanpa berhenti di sepanjang permukaan. Gerakan ini bisa dilakukan dengan arah ke depan dan ke belakang, atah ke samping.

Baca juga: Ukuran Lapangan Bola Voli

Manfaat Gerakan Lokomotor dalam Kesehatan

Gerakan lokomotor sangat penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Aktivitas fisik seperti berjalan atau berlari dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, dan menguatkan otot-otot tubuh. Selain itu, gerakan lokomotor juga berperan dalam pengembangan motorik dan keterampilan sosial anak-anak.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami manfaat gerakan lokomotor dan melibatkannya dalam rutinitas sehari-hari. Berikut ini beberapa manfaat gerakan lokomotor untuk kesehatan:

Meningkatkan kardiovaskular

Gerakan lokomotor seperti berjalan cepat, berlari, atau bersepeda dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Aktivitas ini melibatkan kerja jantung dan paru-paru dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Dengan melakukan gerakan lokomotor secara teratur, Pins dapat memperkuat jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Memperkuat otot-otot tubuh

Gerakan lokomotor melibatkan penggunaan berbagai otot tubuh, termasuk otot kaki, otot lengan, dan otot inti. Melakukan gerakan-gerakan ini secara konsisten dapat membantu memperkuat dan mengembangkan otot-otot tubuh secara keseluruhan.

Hal ini dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh, sehingga Pins dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.

Meningkatkan kekuatan tulang

Gerakan lokomotor yang melibatkan beban berat pada tulang, seperti berjalan atau berlari, dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang. Aktivitas ini merangsang pertumbuhan tulang dan mencegah penurunan kepadatan tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis.

Dengan melibatkan gerakan lokomotor dalam rutinitasmu, Pins dapat menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang di masa depan.

Mengatur berat badan

Gerakan lokomotor merupakan salah satu cara yang efektif untuk membakar kalori dan mengatur berat badan. Aktivitas fisik seperti berjalan atau berlari dapat membantumu membakar energi yang tersimpan dalam tubuh, sehingga membantu menurunkan berat badan atau menjaga berat badan yang sehat.

Dengan menggabungkan gerakan lokomotor dengan pola makan seimbang, Pins dapat mencapai tujuan penurunan berat badan atau menjaga berat badan yang sehat.

Meningkatkan fleksibilitas tubuh

Gerakan lokomotor yang melibatkan peregangan dan pergerakan tubuh dapat membantu meningkatkan fleksibilitas. Aktivitas seperti stretching atau gerakan dinamis dapat membantu melonggarkan otot-otot tubuh, meningkatkan rentang gerakan sendi, dan mencegah kekakuan tubuh.

Dengan menjaga fleksibilitas tubuh yang baik, Pins dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan performa dalam aktivitas sehari-hari.

Manfaat Gerakan Lokomotor dalam Pengembangan Anak

Gerakan lokomotor memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan anak-anak. Aktivitas-aktivitas seperti berjalan, merangkak, atau melompat dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan motorik, memperkuat otot-otot tubuh, dan meningkatkan keterampilan sosial. Berikut adalah beberapa manfaat gerakan lokomotor dalam pengembangan anak:

Meningkatkan kemampuan motorik

Gerakan lokomotor membantu mengembangkan kemampuan motorik anak-anak, baik itu motorik kasar maupun motorik halus. Melalui aktivitas seperti berjalan atau berlari, anak-anak belajar mengontrol gerakan tubuh mereka, meningkatkan keseimbangan, dan mengembangkan koordinasi antara tangan dan mata.

Kemampuan motorik yang baik memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan fisik dan belajar dengan lebih efektif.

Mengembangkan koordinasi tubuh

Gerakan lokomotor melibatkan koordinasi antara berbagai bagian tubuh, seperti kaki, lengan, dan mata. Melalui aktivitas-aktivitas ini, anak-anak belajar mengoordinasikan gerakan tubuh mereka untuk mencapai tujuan tertentu, seperti berjalan menuju suatu objek atau melompati rintangan.

Koordinasi tubuh yang baik membantu anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kegiatan sehari-hari, bermain, dan belajar.

Memperkuat tulang dan otot

Gerakan lokomotor yang melibatkan aktivitas fisik dapat membantu memperkuat tulang dan otot anak-anak. Aktivitas seperti melompat atau bersepeda melibatkan beban pada tulang dan otot, yang merangsang pertumbuhan dan pengembangan mereka.

Dengan melibatkan anak-anak dalam gerakan lokomotor secara teratur, Pins dapat membantu memperkuat sistem muskuloskeletal mereka dan menjaga kesehatan tulang serta otot.

Meningkatkan keterampilan sosial

Gerakan lokomotor seringkali melibatkan interaksi dengan orang lain atau dengan lingkungan sekitar. Aktivitas bermain bersama teman-teman, berpartisipasi dalam permainan kelompok, atau berkomunikasi melalui gerakan fisik dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial.

Mereka belajar bekerja sama, berbagi, menghargai perbedaan, dan berinteraksi dengan orang lain melalui gerakan lokomotor yang mereka lakukan.

Manfaat Gerakan Lokomotor dalam Peningkatan Kualitas Hidup

Gerakan lokomotor juga memberikan manfaat yang signifikan dalam peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Aktivitas fisik ini memiliki dampak positif pada kesehatan fisik dan mental, dan dapat meningkatkan energi, mood, serta fungsi otak. Berikut adalah beberapa manfaat gerakan lokomotor dalam peningkatan kualitas hidup:

Mengurangi risiko penyakit kronis

Aktivitas fisik, termasuk gerakan lokomotor, telah terbukti efektif dalam mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Melakukan gerakan lokomotor secara teratur membantu menjaga kesehatan jantung, mengatur kadar gula darah, dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dengan mengurangi risiko penyakit kronis, Pins dapat memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Meningkatkan mood dan kebugaran mental

Gerakan lokomotor merangsang pelepasan endorfin, hormon yang dapat meningkatkan mood dan kebugaran mental. Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa bahagia, dan mengatasi gejala depresi atau kecemasan.

Dengan melakukan gerakan lokomotor secara teratur, Pins dapat merasakan perbaikan yang signifikan dalam kesejahteraan mental dan emosional.

Meningkatkan energi dan vitalitas

Aktivitas fisik, termasuk gerakan lokomotor, dapat meningkatkan tingkat energi dan vitalitas Pins. Melalui gerakan fisik, aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh meningkat, memberikan dorongan energi yang dirasakan.

Dengan melakukan gerakan lokomotor secara teratur, Pins akan merasa lebih bugar, lebih bersemangat, dan memiliki energi yang cukup untuk menghadapi tugas-tugas harianmu.

Meningkatkan fungsi otak

Gerakan lokomotor memiliki hubungan yang erat dengan fungsi otak. Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru, dan meningkatkan koneksi antara neuron.

Dengan melakukan gerakan lokomotor secara teratur, Pins dapat meningkatkan konsentrasi, memperbaiki memori, dan meningkatkan kinerja kognitif secara keseluruhan.

Contoh Permainan Lokomotor

Berikut adalah contoh-contoh permainan lokomotor tradisional:

  • Cak Ingkling/Engklek
  • Gobak Sodor
  • Patil Lele
  • Egrang
  • Yeye (Lompat Karet)
  • Bola Bekel
  • Rangku Alu (Tari Tongkat)

Contoh Permainan Gerakan Non-lokomotor

Contoh Permainan Gerakan Non-lokomotor
Source : wikipedia.com

Membungkuk meregang memutar mengayun handstand memutar dan tubuh mendarat berhenti mengelak keseimbangan.

Baca juga: Posisi Pemain Bola Voli

Gerakan Non-lokomotor Dalam Sepak Bola

Source : 90min

Jika dilihat dari rumpun gerak dan keterampilan dasar dalam permainan sepakbola, terdapat tiga dasar keterampilan gerak, yaitu lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Lokomotor merupakan gerakan berpindah tempat dari tempat satu ke suatu tempat yang lain, seperti gerak lari, melompat, dan meluncur.

Gerak locomotor tersebut merupakan sarat dalam permainan sepakbola. Non-lokomotor merupakan salah satu termasuk gerak yang tidak berpindah tempat, contoh seperti menjangkau, melenting, melempar, dan meliuk. Gerakan-gerakan non-lokomotor ini biasanya banyak dijumpai dalam permainan sepak bola.

Manipulatif merupakan salah satu jenis gerakan yang memanipulasi dari suatu benda, dalam hal ini eperti bermain bola. Gerakan manipulatif dalam sebuah permainan sepak bola diantaranya seperti menendang, menyundul, menggiring, merampas, melempar bola, dan menangkap bola.

Demikianlah penjelasan kali ini mengenai contoh gerak lokomotor beserta penjelasanya dan gambar lokomotor. Semoga bermanfaat dan semoga dapat menambah wawasan untuk kamu.

Baca juga:


Temukan pilihan rumah seperti pada Ruma Prana dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download