BlogHome ServiceElektronik5 Jenis AC Split dan Tips Memilih yang Sesuai Kebutuhan

5 Jenis AC Split dan Tips Memilih yang Sesuai Kebutuhan

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Feb 28, 2026

9 menit membaca

Copied to clipboard
jenis AC split

AC split adalah jenis pendingin ruangan yang terdiri dari dua unit terpisah, yaitu unit indoor dan outdoor. Saat ini tersedia berbagai jenis AC split dengan fitur dan teknologi berbeda. Jadi, pastikan Pins memahami perbedaan setiap jenis AC ini sebelum membelinya. Apa saja tipe AC split yang ada dan bagaimana tips memilih yang tepat. Yuk, simak artikel berikut ini, Pins!

Apa Itu AC Split?

AC split adalah jenis pendingin ruangan yang terdiri dari dua unit terpisah. Ada unit indoor yang dipasang di dalam ruangan dan unit outdoor yang diletakkan di luar bangunan. Selain AC split, jenis AC lainnya yang biasa digunakan di rumah ada AC window yang semua komponennya berada dalam satu unit serta AC portable yang bisa dipindahkan dengan mudah. 

Dibandingkan kedua AC tersebut, jenis AC split dikenal dengan suara yang lebih senyap karena komponen kompresor berada di unit outdoor dan memiliki pendinginan yang lebih stabil. Cara kerja AC split dimulai ketika unit indoor menyerap udara panas di dalam ruangan menggunakan evaporator, lalu panas tersebut dibawa oleh refrigeran menuju unit outdoor

Di bagian outdoor, kompresor akan menekan dan mengalirkan refrigeran ke kondensor untuk melepaskan panas ke udara luar. Siklus ini terus berulang hingga suhu ruangan mencapai pengaturan yang diinginkan.

Kelebihan AC Split:

  • Suara lebih senyap karena kompresor berada di luar ruangan.
  • Pendinginan lebih cepat dan merata.
  • Tersedia banyak pilihan kapasitas PK dan fitur AC, seperti inverter, low watt, dan lainnya.
  • Tampilan lebih rapi dan estetik di dalam ruangan.

Kekurangan AC Split:

  • Pemasangan AC perlu dilakukan oleh teknisi profesional.
  • Biaya pemasangan dan perawatan cenderung lebih tinggi dibanding AC portable.
  • Tidak bisa dipindahkan dengan mudah karena dipasang permanen.
  • Membutuhkan area khusus di luar untuk unit outdoor.

Apa Perbedaan AC Split dan AC Inverter?

AC inverter sebenarnya adalah jenis teknologi dari AC split. Jadi, AC split punya dua opsi teknologi yakni AC split non-inverter (standar) dan AC split inverter.

Bedanya AC split dan inverter ada di sistem kerjanya. AC split standar atau non-inverter bekerja dengan kompresor on-off, sehingga saat suhu sudah tercapai maka kompresor akan berhenti lalu menyala kembali ketika suhu naik. 

Ini membuat penggunaan listrik cenderung lebih besar. Sementara AC split inverter mampu menjaga kompresor bekerja stabil, sehingga suhu relatif lebih stabil dan penggunaan listrik lebih efisien. 

Sebelum membeli, sebaiknya Pins mempertimbangkan jenis AC split non-inverter atau inverter yang paling sesuai dengan kebutuhan dengan membandingkan dari kelebihan dan kekurangannya.

AC split non-inverter

Berikut kelebihan AC split non-inverter:

  • Harga unit lebih terjangkau.
  • Cocok untuk pemakaian singkat.
  • Biaya servis relatif lebih ekonomis.

Berikut kekurangan AC split non-inverter:

  • Konsumsi listrik bisa lebih tinggi jika digunakan lama.
  • Suhu ruangan naik-turun.
  • Kompresor lebih cepat aus karena sering mati-nyala.

AC split inverter

Berikut kelebihan AC split inverter:

  • Lebih hemat listrik untuk pemakaian rutin.
  • Suhu lebih stabil dan nyaman.
  • Suara mesin lebih senyap.

Berikut kekurangan AC split inverter:

  • Harga awal lebih mahal
  • Biaya perbaikan bila ada kerusakan bisa lebih tinggi.

Pemilihan antara kedua jenis teknologi AC split ini sebenarnya kembali ke kebutuhan dan preferensi masing-masing orang. Namun, Pins dapat mempertimbangkan untuk memilih AC inverter bila akan digunakan lebih dari 6-8 jam per hari, seperti di kamar tidur utama atau ruang keluarga. 

Meski harga awal cenderung lebih mahal, tapi biayanya bisa lebih terjangkau bila digunakan untuk jangka panjang. Sebaliknya, AC non-inverter bisa jadi pilihan untuk dipasang di ruangan yang jarang digunakan atau hanya dinyalakan beberapa jam saja, seperti kamar tamu. Pertimbangannya karena biaya awalnya lebih terjangkau dibandingkan dengan AC inverter.

Jenis AC Split Berdasarkan Teknologi dan Desain

Ada lagi beberapa jenis AC split yang dijual di pasaran. Agar Pins tidak bingung dan lebih memahami perbedaan setiap jenisnya, berikut penjelasan selengkapnya:

1. AC Split Inverter

AC split inverter adalah AC split yang menggunakan teknologi inverter untuk mengatur kecepatan kompresor secara otomatis sesuai kebutuhan pendinginan. Dari segi desain, tampilannya mirip AC split pada umumnya dengan unit indoor yang dipasang di dinding dalam dan unit outdoor di luar ruangan. 

Hanya saja, dilengkapi modul kontrol elektronik yang lebih canggih dan saling terhubung antara kedua unit AC. Cara kerjanya berbeda dari AC non-inverter karena kompresor tidak sering mati–nyala, melainkan menyala secara konsisten dengan daya yang menyesuaikan suhu ruangan. 

AC split inverter cocok untuk ruangan kecil hingga sedang seperti kamar tidur dan ruang keluarga dengan ukuran sekitar 9-30 m². Pilihan kapasitas PK yang umum tersedia mulai dari ½ PK, ¾ PK, 1 PK, 1,5 PK, hingga 2 PK.

Kelebihan:

  • Lebih hemat listrik untuk pemakaian jangka panjang.
  • Suhu ruangan lebih stabil dan nyaman.
  • Suara mesin lebih halus.
  • Kompresor lebih awet karena tidak sering mati–nyala.

Kekurangan:

  • Harga awal lebih mahal dibanding non-inverter.
  • Biaya perbaikan komponen elektronik cenderung lebih tinggi.
  • Sensitif terhadap tegangan listrik yang tidak stabil.

2. AC Split Standar (Low Watt)

Sebelumnya sudah dijelaskan kalau AC split juga tersedia dengan teknologi standar atau non-inverter. Nah, AC split low watt ini sebenarnya masih termasuk jenis non-inverter, tetapi dirancang dengan konsumsi daya listrik yang lebih rendah. Jadi, low watt bisa dibilang sebagai versi lebih hemat listrik dari AC non-inverter biasa.

Desain dan tampilan AC ini sama seperti AC split pada umumnya dengan unit indoor yang dipasang di dinding dan unit outdoor di luar ruangan. Bedanya di cara kerjanya yang menggunakan sistem kompresor hidup-mati (on-off), di mana kompresor akan berhenti saat suhu tercapai dan menyala kembali ketika suhu naik. 

AC ini cocok untuk ruangan kecil hingga sedang seperti kamar tidur berukuran sekitar 9–18 m² dengan pilihan PK mulai dari ½ PK, ¾ PK, hingga 1 PK.

Kelebihan:

  • Konsumsi daya listrik lebih rendah dibanding AC standar biasa.
  • Harga unit lebih terjangkau dibanding inverter.
  • Cocok untuk rumah dengan daya listrik terbatas, sekitar 900-1.300 watt.
  • Perawatan relatif sederhana.

Kekurangan:

  • Suhu ruangan kurang stabil karena sistem on-off.
  • Tidak sehemat inverter untuk pemakaian lama.
  • Suara kompresor terdengar lebih kuat saat menyala kembali.
  • Kapasitas biasanya terbatas untuk ruangan kecil hingga sedang.

3. AC Split Ducting

Source: Freepik

AC split ducting adalah jenis AC yang menggunakan sistem saluran udara (duct) untuk menyalurkan udara dingin ke beberapa titik dalam satu ruangan atau beberapa ruangan sekaligus. Berbeda dengan AC split biasa yang unit indoor-nya terlihat di dinding, AC ducting biasanya tersembunyi di balik plafon sehingga yang terlihat hanya lubang ventilasi udara.

Cara kerjanya mirip seperti AC split pada umumnya, yaitu menggunakan unit outdoor untuk membuang panas dan unit indoor untuk mendinginkan udara. Udara dingin kemudian dialirkan melalui jaringan ducting dan dikeluarkan oleh lubang ventilasi yang terlihat di plafon.

AC split ducting cocok untuk ruangan berukuran besar seperti aula, restoran, kantor, atau rumah dengan konsep open space, biasanya mulai dari 40 m² hingga ratusan meter persegi. Kapasitasnya pun lebih besar dibanding AC rumahan biasa, umumnya tersedia mulai dari 2 PK, 3 PK, 5 PK, hingga belasan PK tergantung kebutuhan area.

Kelebihan:

  • Tampilan lebih rapi karena unit tersembunyi.
  • Pendinginan merata ke banyak titik.
  • Cocok untuk ruangan besar atau beberapa ruangan sekaligus.
  • Suara di dalam ruangan relatif lebih halus.

Kekurangan:

  • Biaya instalasi dan perawatan lebih mahal.
  • Pemasangan lebih kompleks dan butuh perencanaan matang.
  • Membutuhkan ruang plafon yang cukup luas.
  • Konsumsi listrik lebih besar karena kapasitas tinggi

4. AC Split Wall-Mounted

AC split wall-mounted adalah jenis AC split yang unit indoor-nya dipasang menempel di dinding bagian atas ruangan. Tipe ini merupakan model AC yang paling umum digunakan di rumah, apartemen, hingga kantor kecil karena desainnya ringkas dan tidak memakan banyak ruang.

AC split wall-mounted ini bisa non-inverter, inverter, maupun low watt dengan tipe AC yang menempel di dinding ruangan bagian atas.

Cara kerjanya sama seperti AC split pada umumnya, yaitu menyerap udara panas dari dalam ruangan melalui evaporator di unit indoor, lalu membuang panas ke luar melalui unit outdoor. Udara yang sudah didinginkan kemudian ditiupkan kembali ke ruangan hingga suhu mencapai pengaturan yang diinginkan.

AC split wall-mounted cocok untuk ruangan kecil hingga sedang, seperti kamar tidur, ruang kerja, atau ruang keluarga berukuran sekitar 9-30 m². Kapasitas yang tersedia umumnya mulai dari 1/2 PK, 3/4 PK, 1 PK, 1,5 PK, hingga 2 PK.

Kelebihan:

  • Desain ringkas dan hemat ruang.
  • Harga relatif lebih terjangkau dibanding tipe besar.
  • Instalasi lebih sederhana dibanding ducting.
  • Banyak pilihan fitur, seperti inverter, low watt, smart, dan lainnya.

Kekurangan:

  • Kurang cocok untuk ruangan yang sangat besar.
  • Pendinginan kurang merata jika ruangan memiliki banyak sekat.
  • Posisi pemasangan harus tepat agar udara tidak langsung mengenai tubuh.

5. AC Split Cassette

AC split cassette adalah jenis AC split yang unit indoor-nya dipasang tersembunyi di plafon dengan bentuk persegi bila dilihat dari bawah. Jenis AC ini biasanya menghasilkan udara dingin yang keluar dari empat sisi (4-way airflow), sehingga distribusinya lebih merata ke seluruh ruangan.

Cara kerjanya mirip AC split lainnya, yaitu menyerap udara panas melalui evaporator di unit indoor dan membuang panas lewat unit outdoor. Perbedaannya, posisi pemasangan di tengah plafon membuat aliran udara menyebar ke berbagai arah sekaligus.

AC split cassette cocok untuk ruangan berukuran sedang hingga besar seperti ruang meeting, restoran, lobby, atau ruang komersial dengan luas sekitar 30-100 m² atau lebih. Kapasitas yang tersedia umumnya mulai dari 1,5 PK, 2 PK, 3 PK, hingga 5 PK tergantung kebutuhan ruangan.

Kelebihan:

  • Distribusi udara lebih merata, ada 4 arah.
  • Tampilan lebih rapi dan modern.
  • Cocok untuk ruangan luas tanpa banyak sekat.
  • Tidak memakan ruang dinding.

Kekurangan:

  • Pemasangan biasanya lebih rumit dan biaya lebih tinggi.
  • Membutuhkan plafon dengan ruang yang cukup.
  • Perawatan dan pembersihan lebih kompleks dibanding AC split wall-mounted.

Tips Memilih Jenis AC Split yang Tepat

Membeli AC memang butuh pertimbangan matang, Pins. Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips memilih AC baru yang bisa jadi pertimbangan Pins:

  • Sesuaikan dengan luas dan jenis ruangan
    Hitung ukuran luas ruangan (panjang x lebar) untuk menentukan kapasitas PK yang sesuai. Jangan lupa sesuaikan juga jenis ruangan, misalnya untuk kamar atau ruangan kecil jenis AC wall-mounted sudah cukup. Tapi untuk ruangan besar dan area komersial pertimbangkan AC ducting atau cassette.
  • Tentukan durasi pemakaian harian
    Jika AC digunakan lebih dari 6-8 jam per hari, maka inverter lebih hemat untuk jangka panjang. Namun jika hanya dipakai beberapa jam saja, non-inverter bisa jadi pilihan yang lebih ekonomis.
  • Perhatikan daya listrik di rumah
    Pastikan daya listrik mencukupi sebelum memilih tipe AC. Jika daya terbatas, misalnya 900–1.300 watt, Pins bisa pertimbangkan tipe low watt atau inverter.
  • Perhatikan fitur tambahan
    Pilih fitur yang benar-benar dibutuhkan seperti mode hemat energi, filter anti-bakteri, timer, atau smart control agar penggunaan lebih praktis dan efisien.

Pesan Jasa Pasang dan Perawatan AC di Pinhome!

Service AC Pinhome
Source: Pinhome.id

Setelah memilih jenis AC split yang sesuai kebutuhan, jangan lupa untuk rutin cuci dan service AC. Perawatan berkala dapat membantu menjaga performa pendinginan tetap optimal, mencegah penumpukan debu dan jamur, menghemat konsumsi listrik, serta memperpanjang usia pakai AC.

Jika AC jarang dibersihkan, aliran udara bisa terhambat, pendinginan kurang optimal, dan komponen di dalam AC kotor yang dapat membuat kerjanya jadi lebih berat. Nah, bagaimana Pins, sudahkah menemukan AC yang tepat untuk kebutuhan kamu? 

Percayakan pemasangan dan perawatannya kepada teknisi profesional melalui Pinhome. Layanannya praktis, bisa dipesan sesuai jadwal, dikerjakan oleh teknisi berpengalaman, serta dilengkapi garansi sehingga lebih aman dan terpercaya.

Jangan lupa juga pakai kode promo yang tersedia, ya! Tunggu apa lagi, pastikan AC di rumah terpasang dengan benar dan selalu dalam kondisi prima agar ruangan tetap sejuk dan nyaman setiap hari dengan Pinhome service!

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          Pinhome Service
          Pinhome Service

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download