BlogHome ServiceRelaksasiPanduan Lengkap Jenis Minyak Urut dan Kegunaannya

Panduan Lengkap Jenis Minyak Urut dan Kegunaannya

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Nabila Azmi

Agu 14, 2025

7 menit membaca

Copied to clipboard
jenis minyak urut pijat

Minyak urut tak hanya sebagai pelicin dalam proses pijat-memijat. Namun, minyak satu ini banyak jenisnya sehingga punya karakteristik yang berbeda pula mulai dari aroma, tekstur, dan manfaatnya. Untuk kamu yang hobi pijat refleksi, kenali beragam jenis minyak urut agar bisa memilih minyak yang tepat sesuai kebutuhan.

Fungsi Minyak Urut

Mungkin kamu menganggap minyak urut ini hanya sebagai minyak untuk pegal-pegal, tetapi faktanya ada banyak fungsi minyak urut, berikut di antaranya.

  • Meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres
  • Mengurangi nyeri dan tegang otot
  • Memperlancar sirkulasi darah dan sistem limfa
  • Memberikan kelembapan lebih pada kulit
  • Membuat tidur jadi lebih nyenyak
  • Memberikan manfaat aromaterapi
  • Menguatkan sistem imun secara alami

Jenis Minyak Pijat yang Umum Digunakan Terapis

Berikut ini beberapa minyak pijat yang banyak digunakan oleh para terapis.

1. Minyak Zaitun (Olive Oil)

Minyak zaitun berasal dari buah zaitun yang banyak tumbuh di wilayah Mediterania, seperti Italia, Spanyol, dan Yunani. Teksturnya agak kental, licin, dan memiliki aroma khas.

Melansir laman Verywell Health, minyak ini mengandung vitamin E, lemak sehat, dan antioksidan yang membantu menjaga kelembapan kulit, membuatnya lebih halus, serta melindungi dari penuaan dini.

Penelitian di Indonesia menunjukkan minyak gosok satu ini efektif digunakan sebagai media pijat untuk mengurangi rasa lelah pada pasien cuci darah, mencegah luka tekan pada pasien yang lama berbaring, serta meningkatkan kualitas tidur bayi setelah pijat.

Kelebihan minyak zaitun adalah kemampuannya melembapkan kulit dalam waktu lama, kandungan nutrisinya yang tinggi, dan penggunaannya yang fleksibel untuk berbagai jenis pijat.

Namun, penelitian dalam jurnal Contact Dermatitis menyatakan minyak ini juga memiliki kekurangan, seperti aroma yang cukup kuat, sulit dibersihkan dari kain, dan pada sebagian orang dapat menimbulkan iritasi kulit.

Beberapa penelitian menyarankan agar penggunaan pada kulit bayi dilakukan dengan hati-hati karena bisa memengaruhi lapisan pelindung kulitnya. Di Indonesia, minyak zaitun umum digunakan untuk pijat tradisional, pijat bayi, hingga perawatan kulit kering, baik di rumah maupun di fasilitas kesehatan.

2. Minyak Kelapa (Coconut Oil)

Minyak kelapa, terutama yang murni seperti virgin coconut oil (VCO), berasal dari daging kelapa dan umumnya padat pada suhu ruang, lalu mencair saat dipanaskan ringan. Tak heran jika kamu mungkin sering melihat minyak kelapa yang membeku jika didiamkan di suhu ruang dalam waktu lama.

Teksturnya agak kental dan kaya lemak rantai sedang seperti asam laurat, yang punya sifat antimikroba dan membantu menjaga kelembapan kulit. Minyak kelapa banyak digunakan untuk terapi pijat misalnya mengurangi risiko luka dekubitus dan mengurangi sakit kepala pada lansia melalui pijat punggung.

Jenis satu ini juga kerap digunakan sebagai minyak gosok untuk nyeri sendi, keseleo, hingga melemaskan otot yang kaku. Namun, minyak kelapa punya sifat komedogenik, artinya bisa menyumbat pori dan memicu jerawat apalagi jika dipakai di wajah saat proses pemijatan.

3. Minyak Wijen (Sesame Oil)

Dikutip dari laman Healthline, minyak wijen berasal dari biji Sesamum indicum, berwarna kuning keemasan dengan tekstur ringan. Kandungan vitamin E, sesamin, dan sesamol membuatnya bermanfaat untuk melembapkan kulit, menjaga elastisitas, mengurangi peradangan, membantu penyembuhan luka, serta memberi perlindungan tambahan dari sinar UV.

Kelebihannya adalah cepat meresap, sifat anti-inflamasi dan antibakteri, serta risiko menyumbat pori yang rendah. Kekurangannya, minyak ini dapat memicu alergi pada orang yang sensitif terhadap wijen, mulai dari ruam hingga reaksi anafilaksis.

4. Minyak Almond (Almond Oil)

Minyak almond dibuat dari biji almond, terutama jenis sweet almond oil, yang lembut dan mudah meresap ke kulit. Kandungan seperti vitamin A dan E, asam lemak, dan zinc membantu melembapkan, mengurangi kemerahan, menyamarkan bekas luka atau stretch mark, serta meredakan lingkaran hitam di bawah mata.

Minyak ini ringan, tidak menyumbat pori, dan cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk sensitif. Namun, jika kamu punya alergi kacang, hati-hati, karena meski sudah diolah, sisa protein alergen masih bisa menyebabkan reaksi seperti ruam atau bahkan anafilaksis.

Disarankan melakukan tes alergi terlebih dulu di lengan dalam dengan mengoleskannya sedikit sebelum kamu menggunakannya sebagai minyak urut.

5. Minyak Esensial Campuran (Essential Oil Blend)

Minyak esensial campuran adalah gabungan dari beberapa minyak aromatik (seperti lavender, chamomile, peppermint, atau rosemary) yang dicampur dalam minyak pembawa (carrier oil), misalnya almond atau jojoba, agar aman digunakan untuk full body massage atau aromaterapi.

Campuran ini biasanya disusun untuk tujuan tertentu, seperti meredakan stres, meningkatkan energi, atau mengatasi nyeri otot. Jenis ini termasuk minyak urut yang bagus digunakan saat kamu sedang ingin relaksasi.

Walaupun bermanfaat, minyak esensial sangat pekat dan dapat menyebabkan iritasi kulit, alergi, atau bahkan luka bakar jika digunakan tanpa pengenceran yang tepat.

Beberapa jenis (khususnya dari kulit jeruk seperti bergamot) juga bisa menimbulkan reaksi kulit saat terkena sinar matahari. Maka, selalu lakukan patch test dulu dan gunakan sesuai pedoman pengenceran (sekitar 1–5%) agar aman.

6. Minyak Bunga Matahari (Sunflower Oil)

Minyak bunga matahari diekstrak dari biji Helianthus annuus. Minyak untuk pijat ini ringan dan cepat meresap, tidak lengket, sehingga nyaman dipakai termasuk untuk perawatan kulit.

Kandungannya meliputi vitamin E, asam linoleat (omega-6), dan antioksidan yang membantu menjaga kelembapan kulit, memperkuat lapisan pelindung kulit, serta meredakan peradangan ringan.

Kelebihan minyak ini adalah tidak menyumbat pori (non-comedogenic) dan cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk yang sensitif atau berjerawat. Namun, pada sebagian orang efeknya bisa jadi membuat jadi lebih kering.

7. Minyak Jojoba

Minyak jojoba adalah cairan yang diekstrak dari biji Simmondsia chinensis, tumbuhan asli Amerika Utara. Teksturnya ringan dan menyerupai minyak alami kulit (sebum), sehingga mudah diserap dan tidak terasa berminyak.

Kandungan seperti vitamin E, B kompleks, serta mineral (misalnya tembaga dan seng) memberikan manfaat untuk melembapkan, menenangkan iritasi, dan membantu pemulihan kulit, misalnya eksim, psoriazis, dan kulit terbakar matahari.

Minyak ini bersifat non-komedogenik, sehingga kecil kemungkinan menyumbat pori dan cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk yang berminyak dan sensitif.

Minyak gosok ini juga memiliki sifat antibakteri dan antiradang ringan, mampu menenangkan kemerahan serta mendukung penyembuhan luka kecil.

Namun, seperti bahan alami lainnya, sebagian orang bisa mengalami reaksi alergi seperti ruam atau dermatitis kontak ringan, sehingga dianjurkan melakukan patch test terlebih dahulu.

8. Minyak Kernel Aprikot (Apricot Kernel Oil)

Minyak kernel aprikot diekstrak dari biji aprikot (Prunus armeniaca) dan memiliki tekstur ringan yang mudah menyerap ke kulit tanpa terasa berminyak. Kandungan asam oleat dan linoleat yang tinggi, serta vitamin A dan E, menjadikan minyak ini efektif melembapkan, menyejukkan kulit yang kering atau sensitif, memperbaiki tekstur, dan mengurangi tanda penuaan seperti garis halus.

Keunggulannya termasuk kemampuan melembapkan, sifat antioksidan, hingga mendukung regenerasi kulit dan menjaga elastisitas. Namun, minyak ini termasuk komedogenik karena bisa menyebabkan pori tersumbat jika digunakan berlebihan, terutama bagi pemilik kulit berminyak atau rentan jerawat.

Selain itu, bagi yang memiliki alergi terhadap kacang-kacangan, disarankan melakukan patch test terlebih dulu.

Cara Memilih Minyak Urut yang Tepat

  • Tentukan tujuan pijat. Untuk relaksasi, pilih minyak dengan aroma menenangkan seperti lavender atau chamomile. Untuk meredakan nyeri otot, minyak yang mengandung peppermint, jahe, atau eucalyptus bisa menjadi pilihan. Sementara itu, bagi yang ingin melembapkan kulit, minyak zaitun, jojoba, atau almond sangat direkomendasikan.
  • Sesuaikan dengan jenis kulit. Kulit kering, gunakan minyak yang kaya asam lemak seperti minyak kelapa atau kernel aprikot. Kulit berminyak/berjerawat, pilih minyak ringan dan non-komedogenik seperti jojoba atau grapeseed.
  • Perhatikan preferensi aroma. Pilih aroma alami yang disukai untuk meningkatkan kenyamanan selama pijat. Hindari aroma terlalu menyengat jika mudah pusing atau sensitif terhadap wangi tertentu.
  • Cek kualitas minyak. Pilih minyak murni (pure oil) atau cold-pressed agar nutrisinya terjaga. Pastikan tidak mengandung pewarna atau pengawet sintetis yang berisiko bagi kulit.
  • Lakukan tes alergi (patch test). Oleskan sedikit minyak di bagian dalam pergelangan tangan atau belakang telinga. Tunggu 24 jam untuk memastikan tidak ada reaksi seperti kemerahan, gatal, atau bengkak.

Tips Menggunakan Minyak Pijat

  • Gunakan takaran secukupnya , cukup 1–2 sendok makan untuk pijat seluruh tubuh, agar kulit tidak terasa terlalu licin atau berminyak.
  • Hangatkan minyak sebelum digunakan. Caranya tuang di telapak tangan lalu gosok perlahan hingga hangat. Minyak hangat bantu merilekskan otot sehingga pijatan jadi lebih nyaman.
  • Pijat dengan tekanan yang tepat, gunakan tekanan yang kuat di area otot yang tegang atau pegal.
  • Simpan minyak dengan benar. Taruh di botol tertutup rapat dan tempat sejuk agar kualitas dan aromanya tetap terjaga. Hindari paparan sinar matahari langsung yang bisa merusak kandungan nutrisi minyak.
  • Gunakan minyak sesuai jenis dan tujuan pijat. Minyak yang tepat dan penggunaan yang benar membantu pijatan lebih efektif, membuat otot lebih rileks, serta menjaga kelembapan kulit lebih lama.

Memilih minyak pijat yang tepat bukan hanya soal aroma atau tekstur, tetapi juga tentang bagaimana minyak tersebut sesuai dengan tujuan pijat, cocok dengan jenis kulit, dan aman digunakan. Pemilihan yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus memaksimalkan manfaat pijat bagi tubuh dan kulit.

Untuk pengalaman pijat yang lebih menyenangkan dan hasil yang optimal, kamu bisa mencoba layanan pijat profesional dengan minyak pilihan melalui Pinhome Service. Layanan ini dapat dipesan langsung lewat website atau aplikasi, sehingga kamu bisa menikmati pijatan berkualitas tanpa repot keluar rumah.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          Pinhome Service
          Pinhome Service

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download