BlogLifestyleEdukasiKeadaan Psikologis yang Biasanya Terjadi pada Anak Broken Home
0
0

Keadaan Psikologis yang Biasanya Terjadi pada Anak Broken Home

Dipublikasikan oleh Rizko Fatra dan Diperbarui oleh Nabila Azmi

Apr 13, 2023

5 menit membaca

Copied to clipboard
anak broken hometop-right-banner

Risiko broken home memang rentan dan bisa dialami oleh siapa saja. Apabila memiliki buah hati, tentu sebagai orangtua, terutama Pins dan pasangan akan menyembunyikan permasalahan yang mungkin sedang panas untuk menjaga hati anak. Tapi, dampak broken home nyatanya tak terelakkan dan bisa menyerang mental Si Kecil.

Pinhome – Mungkin masih banyak dari Pins yang bertanya-tanya apa itu broken home. Broken home artinya kondisi rumah tangga yang retak dan sudah di ujung tanduk. Umumnya masalah rumah tangga ini dipicu karena beberapa faktor.

Perpisahan ataupun perceraian jadi salah satu pemantik utama broken home bisa terjadi.  Kondisi broken home juga jadi salah satu hal yang dihindari banyak keluarga. Bukan tanpa alasan, dampaknya memang tak main-main, Pins.

Bukan hanya berakibat pada diri Pins sendiri dengan pasangan tapi juga berisiko untuk tumbuh kembang anak. Dengan memahami arti broken home tersebut tentu bisa jadi titik menumbuhkan kesadaran pasangan suami-istri untuk menilai separah apa masalah yang sedang dihadapi sehingga berpeluang melukai batin Si Kecil.

Broken home artinya tak melulu soal orangtua yang berpisah atau bercerai. Banyak hal yang jadi pemicu di balik terjadinya kondisi rumah tangga yang berantakan.

Penyebab broken home

Siapa sangka perceraian hanya sekelumit dari penyebab broken home. Berikut beberapa faktor lain yang bisa jadi pemicunya:

Ayah atau ibu yang meninggal dunia

Tak dipungkiri bahwa kematian jadi salah satu Pinsen kehilangan yang susah untuk langsung diterima oleh anak. Kekuatan keluarga juga berisiko “pincang”. Anak pun akan kehilangan figur salah satu orangtuanya.

Salah paham antar anggota keluarga

Salah paham yang berujung perdebatan yang konstan mungkin sebagian besar akan berakhir dengan perceraian. Perbedaan konsep dalam berumah tangga sebenarnya juga bisa dipicu oleh kebiasaan buruk seperti anggota keluarga yang di bawah kendali minuman beralkohol hingga narkoba yang sulit dikontrol sehingga memengaruhi hubungan satu sama lain di dalam lingkup rumah.

Kondisi keuangan yang carut marut

Perencanaan keuangan yang buruk juga bisa berujung pada broken home. Untuk itu, membicarakan tentang finansial keluarga perlu keterbukaan. Jangan sampai berat sebelah atau bahkan semua lepas tanggung jawab. Padahal, di situ ada anak yang harus dicukupi kebutuhannya.

Pengaruh lingkungan orangtua

Lingkungan di mana Pins dan pasangan bergaul ternyata membawa pengaruh besar terhadap terjalinnya sebuah keluarga yang harmonis. Misalnya saja, Pins memiliki teman baru kemudian menceritakan masalah rumah tangga Pins kepada orang ketiga  tersebut bisa jadi pisau bermata dua. Untuk itu, sebaiknya selalu komunikasikan dengan orang yang terpecaya saja, Pins.

Perilaku anak broken home

Source : Freepik

Besar kemungkinan anak yang berasal dari keluarga broken home dicap akan mengalami permasalahan dengan kondisi mental atau psikologisnya. Walaupun tak semua anak memiliki tanda-tanda yang serupa. Berikut beberapa keadaan psikologis yang biasanya terjadi pada anak broken home:

Risiko depresi

Tentu semua berawal dari mental yang terguncang karena kondisi broken home. Kejiwaan anak akan tidak stabil, ia mungkin saja bisa mendadak marah, sedih, bahagia dengan durasi yang singkat. Perilakunya juga akan berubah drastis, salah satunya yaitu mengurung diri. Depresi juga berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

Membenci kedua orangtua

Jika permasalahan rumah tangga Pins simpan sendiri, maka anak akan kehilangan arah dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orangtuanya. Kondisi rumah yang seharusnya jadi tempat berlindung ternyaman untuk anak malah sekarang jadi kebalikannya. Anak broken home tak sedikit yang membenci salah satu atau kedua orangtua mereka, bahkan bisa saja anak bertindak nekat dengan pergi dari rumah.

Merasa hidup tidak berguna

Kehilangan motivasi akan berujung pada munculnya perasaan anak yang merasa hidupnya tidak berguna. Seperti misalnya, tujuan kebanyakan anak yang ingin membanggakan kedua orangtuanya, tapi ternyata figur panutan tersebut justru mengkhianati sehingga anak akan merasa bahwa tidak ada satu hal yang patut dibanggakan dari dirinya.

Antisosial atau sulit bergaul

Rasa percaya diri anak broken home mungkin saja menurun. Tak hanya kurang percaya terhadap diri sendiri, anak juga akan sulit percaya terhadap orang lain. Dengan begitu, anak mungkin tidak memiliki lingkup pergaulan yang luas. Ketakutan lain yang biasanya timbul yaitu, anak takut bergaul karena stigma yang terlanjur melekat pada dirinya.

Berperilaku kasar

Dipicu emosi yang tidak stabil dan pengendalian diri yang kurang, anak broken home berisiko memiliki gangguan kepribadian dan perilaku kasar. Anak yang sudah jadi korban broken home ini mungkin saja terpengaruh dan bercermin dengan perilaku orangtuanya. Ingat Pins, anak adalah salah satu peniru yang ulung. Untuk itu, selalu bijak ketika berkata dan berperilaku di depan anak, ya!

Cara mengatasi situasi broken home

Mengatasi situasi broken home memang butuh beberapa cara yang wajib Pins terapkan guna menyelamatkan psikis anak.

Berdamai dengan keadaan dan memaafkan

Jika kasusnya Pins dan pasangan bercerai. Usahakan untuk legowo saling memaafkan dan berhenti mencari kambing hitam. Dengan begitu, Pins dapat bekerja sama membesarkan anak dan tetap memberikannya kasih saying secara utuh meskipun kedua orangtuanya sudah tidak bersama.

Konsultasi ke ahli kejiwaan

Saat ini sudah bukan hal yang tabu lagi untuk mengunjungi dan meminta saran terbaik kepada psikolog maupun psikiater. Ahli pasti akan membantu mencarikan jalan keluar demi kesehatan mental anak tetap terkontrol.

Menikah lagi jika memungkinkan

Mungkin butuh waktu lama untuk Pins bisa membuka hati lagi terhadap pasangan baru. Namun, cara ini cukup efektif menyembuhkan luka batin Pins dan anak. Terlebih lagi jika sosok tersebut pantas dijadikan figur ayah yang mengayomi dan menyayangi Si Kecil.

Perlu digaris bawahi kalau broken home jadi mimpi buruk bagi anak.  Dengan demikian Pins dan pasangans sebaiknya selalu menjaga keharmonisan dan  menjalin komunikasi secara terbuka dengan Si Kecil ya, Pins. Happy parenting!


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Yosa

Editor: Iko

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download