BlogHome Service10 Kesalahan Desain Interior yang Harus Dihindari

10 Kesalahan Desain Interior yang Harus Dihindari

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Jun 29, 2026

15 menit membaca

Copied to clipboard
kesalahan desain interior

Renovasi rumah bukan sekadar memperbaiki. Tidak sedikit pemilik rumah yang sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mendesain interior, tetapi hasil akhirnya justru terasa kurang nyaman, sempit, atau tidak sesuai ekspektasi. Kondisi ini sering kali terjadi karena kesalahan desain interior yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. Agar tidak menyesal di kemudian hari, yuk kenali berbagai kesalahan yang paling umum terjadi beserta cara menghindarinya sebelum mulai mendesain interior rumah!

Mendesain Interior Tanpa Rencana: Kenapa Ini Jadi Kesalahan Paling Mahal?

Mendesain Interior Tanpa Rencana bisa  berisiko
Source: Magnific

Salah satu kesalahan terbesar saat mendesain interior atau bagian dalam rumah adalah memulai tanpa rencana yang jelas. Akibatnya, banyak keputusan diambil secara spontan yang berisiko membuat hasilnya tidak sesuai harapan. 

Mulai dari membeli furnitur yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan, memilih warna cat hanya karena sedang tren, hingga menambahkan dekorasi tanpa mempertimbangkan keselarasan dengan elemen lainnya. Hal ini sering membuat interior rumah terlihat tidak menyatu, furnitur terasa kurang cocok satu sama lain, bahkan anggaran membengkak karena harus mengganti atau membeli ulang barang yang ternyata tidak sesuai.

Untuk mencegah kesalahan desain interior ini, penting bagi Pins untuk menentukan terlebih dahulu konsep atau gaya interior yang ingin diterapkan. Apakah tertarik dengan desain modern minimalis, skandinavia, industrial, atau japandi? Pastikan Pins yakin memilihnya bukan hanya karena selera sesaat.

Setelah itu, membuat moodboard sederhana sebagai referensi warna, material, furnitur, dan dekorasi juga tak kalah penting. Dengan begitu, setiap keputusan desain akan lebih terarah sehingga hasil akhirnya terlihat selaras, nyaman, dan sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.

Kesalahan Desain Interior yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Kesalahan Desain Interior yang Sering Terjadi
Source: Magnific

Merancang interior rumah bukan hanya soal memilih furnitur atau dekorasi yang menarik. Meski kelihatannya sederhana, keputusan kecil saat mendesain interior bisa berpengaruh besar pada hasil akhirnya. 

Ada beberapa kesalahan desain interior yang sering terjadi dan tanpa disadari dapat memengaruhi kenyamanan, fungsi, hingga tampilan rumah secara keseluruhan. Jika ingin hasil akhir tampilan rumah sesuai harapan, berikut beberapa kesalahan desain interior yang sebaiknya Pins hindari:

1. Salah Memilih Warna

Sadar atau tidak, pemilihan warna punya pengaruh besar bukan hanya terhadap tampilan ruangan, tapi juga suasana, kenyamanan, hingga kesan luas atau sempit pada sebuah ruang. Sayangnya, masih banyak orang memilih warna cat hanya berdasarkan katalog atau foto di internet tanpa menyesuaikan dengan kondisi rumah. Padahal, setiap rumah bahkan ruangan punya pencahayaan yang dapat membuat warna ruangan terlihat berbeda.

Supaya lebih mudah dalam memilih warna dinding ruangan, Pins perlu memperhatikan panduan psikologi warna berikut ini:

Panduan & Rekomendasi Warna Cat

Pilih warna cat dinding yang tepat untuk menciptakan atmosfer ideal dan keserasian fungsi pada setiap sudut ruangan kamu.

Pilihan WarnaRekomendasi Ruangan & Suasana yang Dihasilkan
Putih
Sangat direkomendasikan untuk ruang tamu dan kamar tidur. Warna ini secara instan mampu menghadirkan kesan yang bersih, terang, dan memberikan ilusi spasial yang lapang pada ruangan.
Krem / Beige
Sangat cocok diaplikasikan pada ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar tidur. Karakter warnanya yang lembut mampu memancarkan aura yang hangat sekaligus menciptakan suasana tinggal yang sangat nyaman.
Cokelat
Pilihan ideal untuk area bersama seperti ruang keluarga dan ruang makan, serta area produktif seperti ruang kerja. Warna bumi ini menghasilkan kesan natural yang elegan serta mempertahankan kehangatan intim di dalam ruangan.
Abu-abu
Pilihan sempurna untuk gaya interior modern pada ruang tamu dan ruang kerja. Penggunaannya mampu menonjolkan kesan hunian yang modern, profesional, dan berkelas (elegan).
Biru
Warna yang menenangkan untuk area privat seperti kamar tidur dan ruang belajar. Karakteristik birunya efektif membawa efek psikologis yang tenang, damai, dan membantu meningkatkan konsentrasi.
Hijau
Sangat serasi dipasang pada ruang keluarga maupun ruang santai. Membawa nuansa alami yang segar ke dalam rumah, menjadikannya tempat terbaik untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran.
Kuning
Paling cocok untuk area aktif seperti dapur dan ruang makan. Warna cerah ini sukses memancarkan aura yang ceria, penuh energi, sekaligus memberikan kesan hangat penambah nafsu makan.
Merah
Sebaiknya diaplikasikan hanya sebagai aksen dinding di area dinamis seperti ruang makan, dapur, atau ruang keluarga. Sifatnya yang energik dan berani sangat kuat dalam membangkitkan semangat serta kemeriahan suasana.

Agar kombinasi warna dalam ruangan terlihat seimbang, Pins bisa menggunakan aturan 60-30-10, yaitu:

  • 60% sebagai warna dominan, misalnya pada dinding.
  • 30% sebagai warna pendukung, seperti furnitur atau gorden.
  • 10% sebagai warna aksen, misalnya pada bantal sofa, dekorasi, atau lukisan.

Untuk menghindari kesalahan dalam memilih paduan warna untuk ruangan, Pins disarankan menggunakan warna netral untuk elemen besar seperti dinding dan lantai. Jika ingin menambahkan warna yang lebih berani, seperti merah atau hitam, sebaiknya hanya pada elemen atau dekorasi kecil agar mudah diganti jika bosan.

Pins tidak disarankan memilih warna gelap untuk ruangan kecil sehingga ruangan terasa lebih sempit, maupun menggunakan terlalu banyak warna mencolok dalam satu ruangan hingga terlihat ramai.

2. Furnitur Tidak Proporsional dengan Ukuran Ruangan

Ukuran furnitur yang tidak sesuai dengan luas ruangan dapat membuat interior terasa kurang nyaman. Furnitur yang terlalu besar membuat ruang terasa sesak, sedangkan furnitur yang terlalu kecil di ruangan luas justru membuat ruangan tampak kosong dan kurang seimbang. Contoh kesalahan yang sering terjadi:

  • Menggunakan sofa besar pada ruang tamu berukuran kecil yang justru membuat area berjalan menjadi sempit.
  • Memilih meja makan yang terlalu kecil untuk ruang makan yang luas sehingga furnitur terlihat “tenggelam”.
  • Membeli furnitur hanya karena desainnya menarik tanpa mengukur ruang terlebih dahulu.

Solusi untuk menghindari kesalahan desain interior ini yakni dengan:

  • Mengukur panjang, lebar, dan tinggi ruangan sebelum membeli furnitur.
  • Membuat sketsa sederhana atau tata letak berskala agar Pins lebih mudah membayangkan posisi setiap furnitur.
  • Memilih furnitur multifungsi seperti sofa bed, meja lipat, atau lemari dengan penyimpanan tersembunyi bila ruangan berukuran kecil.

Sebagai tips menata ruangan agar terlihat proporsional, usahakan ukuran furnitur selaras dengan luas ruangan dan sisakan ruang kosong yang cukup agar area tidak terasa penuh atau terlalu kosong.

3. Tata Letak yang Mengabaikan Alur Sirkulasi

Penataan furnitur yang kurang tepat dapat menghambat pergerakan dan membuat ruangan terasa sempit, meski sebenarnya memiliki ukuran yang cukup luas. Kesalahan lain yang juga sering dilakukan adalah menempatkan semua furnitur menempel ke dinding dengan harapan ruangan terlihat lebih lega. 

Padahal, cara ini justru membuat ruangan terasa flat dan tidak hidup. Contoh nyata kesalahan interior yang sering kali terjadi terkait tata letak ruangan seperti:

  • Jalur menuju pintu atau jendela terhalang meja maupun kursi.
  • Jarak antar furnitur terlalu rapat sehingga sulit bergerak.
  • Semua furnitur ditempatkan di tepi ruangan tanpa menciptakan area berkumpul.

Hindari kesalahan ini dengan menerapkan tips berikut:

  • Sisakan jalur sirkulasi sekitar 80-90 cm di antara furnitur agar tetap nyaman dilalui.
  • Gunakan coffee table, karpet, atau meja tengah sebagai titik fokus (anchor) tata letak ruangan.
  • Manfaatkan aplikasi desain interior 3D untuk mencoba berbagai tata letak sebelum mulai menata furnitur.

4. Pencahayaan yang Hanya Mengandalkan Satu Sumber Cahaya

Dalam tata ruang, pencahayaan termasuk salah satu elemen yang cukup sering diremehkan dan hanya dianggap sebagai pelengkap. Padahal, pencahayaan punya peran besar dalam menentukan kenyamanan dan tampilan sebuah ruangan. 

Desain interior seindah dan sebagus apa pun bisa terlihat kurang menarik dan tidak hidup tanpa pencahayaan yang tepat. Jika Pins ingin mendapatkan pencahayaan yang lebih optimal di dalam ruangan, coba gunakan konsep tiga lapis pencahayaan ini:

Jenis & Fungsi Pencahayaan Ruangan

Panduan singkat memilih tipe tata cahaya yang tepat sesuai dengan fungsi dan aktivitas di setiap ruangan.

Jenis CahayaFungsi Utama & Contoh Penerapan
Natural
Memanfaatkan sinar matahari untuk menghemat energi dan meningkatkan mood. Cocok untuk area terbuka/bukaan besar seperti ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur.
Ambient
Penerangan utama (general lighting) untuk menerangi seluruh ruangan secara merata. Diterapkan lewat lampu langit-langit atau lampu gantung di ruang tamu, kamar tidur, dan koridor.
Task
Pencahayaan terpusat untuk membantu aktivitas spesifik agar mata tidak lelah. Contohnya lampu meja di ruang kerja/belajar atau LED under-cabinet di area dapur.
Accent
Pencahayaan dekoratif untuk menonjolkan objek estetis (focal point) dalam ruangan. Diaplikasikan lewat lampu sorot (spotlight) pada lukisan, pajangan, atau dekorasi dinding.

Selain itu, pilih suhu warna lampu sesuai fungsi ruangan. Misalnya, lampu 2700–3000K (putih hangat) cocok untuk ruang tamu dan kamar tidur karena menciptakan suasana yang hangat dan nyaman.

Sementara 4000–5000K (putih terang) lebih sesuai untuk dapur, ruang kerja, atau area yang membutuhkan pencahayaan lebih fokus. Pins juga perlu memahami cara menghitung titik lampu agar pencahayaan tersebar merata dan tidak ada area yang terlalu gelap maupun terlalu terang. Dalam penerapannya, berikut tips pencahayaan rumah agar nyaman dihuni dan menciptakan penerangan yang lebih optimal:

  • Jangan hanya mengandalkan lampu utama sebagai satu-satunya sumber cahaya.
  • Kombinasikan ambient, task, dan accent lighting agar ruangan lebih nyaman sekaligus memiliki dimensi visual.
  • Maksimalkan pencahayaan alami pada siang hari dengan memanfaatkan jendela atau bukaan yang cukup.

5. Karpet Terlalu Kecil untuk Ukuran Ruangan

Pernahkah Pins melihat ruangan yang sebenarnya besar tapi terasa kurang seimbang dan tidak menyatu dengan karpet yang terpasang karena ukurannya terlalu kecil? Ukuran karpet sering dianggap sebagai detail kecil, padahal pemilihannya sangat memengaruhi tampilan interior. Karpet yang terlalu kecil dapat membuat area duduk terlihat terpisah dan seolah “mengambang”, sehingga ruangan terasa kurang menyatu meskipun furnitur yang digunakan sudah sesuai.

Contoh kesalahan yang sering terjadi dan sebaiknya Pins hindari seperti:

  • Menggunakan karpet yang hanya cukup untuk meja tamu, sedangkan sofa berada di luar area karpet.
  • Memilih karpet ruang makan yang terlalu kecil sehingga kaki kursi keluar dari karpet saat ditarik.
  • Menggunakan karpet kecil di kamar tidur sehingga area pijakan di samping tempat tidur tetap berada di lantai.

Supaya padu padan ukuran karpet ideal sesuai ukuran ruangan, solusinya yakni:

  • Untuk ruang tamu: pilih karpet yang minimal menopang kaki depan seluruh sofa dan kursi.
  • Untuk ruang makan: pastikan karpet cukup lebar sehingga kursi tetap berada di atas karpet saat ditarik.
  • Untuk kamar tidur: pilih karpet yang memanjang setidaknya sekitar 60 cm dari sisi kiri dan kanan tempat tidur agar lebih nyaman saat turun dari kasur.

Demi menghindari kesalahan dalam memilih ukuran karpet, penting bagi Pins untuk mengukur terlebih dahulu area yang akan dipasangi karpet sebelum membeli. Jika ragu memilih ukuran, sebaiknya pilih karpet satu ukuran lebih besar daripada perkiraan awal agar proporsi ruangan terlihat lebih seimbang. Jangan lupa ketahui tips membersihkan berbagai jenis karpet untuk menjaga ruangan tetap bersih dan nyaman dihuni.

6. Dekorasi Berlebihan yang Justru Merusak Estetika

Menambahkan dekorasi memang dapat membuat rumah terasa lebih hidup. Namun, alih-alih membuat ruangan lebih indah, terlalu banyak ornamen justru menciptakan kesan penuh dan membuat ruangan terlihat berantakan. Ini yang perlu Pins perhatikan.

Bingkai foto, pajangan kecil, tanaman, hingga bantal bermotif yang digunakan secara berlebihan dapat membuat visual ruangan terasa melelahkan dilihat. Agar ada gambaran, berikut beberapa ontoh kesalahan yang sering terjadi:

  • Memenuhi rak dengan terlalu banyak pajangan kecil.
  • Menggabungkan terlalu banyak motif dan warna pada bantal sofa.
  • Menggantung banyak dekorasi dinding dalam satu area tanpa komposisi yang jelas.

Jangan sampai hal ini terjadi, hindari dengan tips berikut, Pins:

  • Terapkan prinsip less is more, yaitu memilih dekorasi secukupnya.
  • Jadikan satu elemen sebagai focal point, misalnya lukisan besar atau tanaman hias berukuran tinggi.
  • Sisakan ruang kosong agar tampilan ruangan terasa lebih rapi dan tidak terlalu ramai.

7. Tidak Ada Focal Point

Focal point merupakan elemen utama yang pertama kali menarik perhatian saat seseorang memasuki ruangan. Tanpa focal point, mata seolah tidak punya tempat untuk “beristirahat” sehingga interior terasa datar dan kurang memiliki karakter, meskipun furniturnya sudah lengkap.

Ada beberapa elemen yang bisa dijadikan focal point agar ruangan terasa lebih menarik, misalnya:

  • Dinding dengan aksen warna atau material berbeda.
  • Lukisan atau karya seni berukuran besar.
  • Rak built-in sebagai pusat perhatian.
  • Pendant lamp di atas meja makan.

Untuk rumah dengan konsep ruangan besar atau open-plan, maka Pins bisa membuat beberapa focal point per area. Tak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu mahal, yang terpenting elemen yang Pins gunakan untuk focal point dapat menjadi pusat perhatian secara visual. 

Karena itu, sebaiknya tentukan focal point sejak tahap perencanaan agar penataan furnitur dan dekorasi di sekitarnya menjadi lebih terarah.

8. Mengabaikan Ruang Vertikal dan Potensi Ketinggian Ruangan

Saat menata interior, banyak orang hanya fokus pada lantai dan posisi furnitur. Padahal, memanfaatkan area vertikal dapat membuat ruangan terlihat lebih luas. Sayangnya, ada beberapa kesalahan desain interior yang sering dilakukan saat memanfaatkan area vertikal, di antaranya:

  • Memasang batang gorden tepat di atas kusen jendela sehingga plafon terlihat lebih rendah.
  • Membiarkan dinding kosong tanpa elemen dekoratif yang proporsional.
  • Menggunakan rak yang terlalu pendek pada ruangan dengan plafon tinggi.

Sebagai solusi agar ruangan terasa lebih lapang dan nyaman yakni:

  • Pasang batang gorden sekitar 10-15 cm di atas kusen jendela dan biarkan gorden menjuntai hingga lantai.
  • Gunakan rak dinding yang lebih tinggi untuk memanfaatkan ruang vertikal.
  • Susun artwork secara vertikal atau tambahkan tanaman berukuran tinggi agar ruangan terasa lebih dinamis.

9. Mengejar Tren Tanpa Mempertimbangkan Kebutuhan dan Gaya Hidup

Inspirasi dari Pinterest atau Instagram memang menarik. Akan tetapi, sebaiknya tetap sesuaikan dengan kondisi rumah Pins karena belum tentu semua referensi desain cocok diterapkan. Mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari justru sering membuat ruangan kurang fungsional. Contoh kesalahan desain interior yang sering terjadi akibat terlalu mencontoh tren tanpa menyesuaikan dengan kondisi rumah, seperti:

  • Mengadopsi dapur open-plan ala kafe padahal sering memasak makanan berbumbu kuat.
  • Memilih sofa atau furnitur berwarna putih ala skandinavia, tapi memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

Penting untuk diingat, Pins, bahwa tren sangat cepat berganti. Desain yang terlihat bagus hari ini bisa terasa ketinggalan zaman bahkan dalam 2-3 tahun ke depan. Maka dari itu, jadikan tren tersebut sebagai inspirasi saja, bukan patokan utama. Prioritaskan desain yang sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan penghuni rumah. Lalu, tambahkan unsur tren melalui dekorasi yang mudah diganti, seperti bantal sofa, vas, karpet, atau tanaman hias.

10. Mengabaikan Kualitas Material demi Harga yang Lebih Murah

Menghemat anggaran memang penting, tetapi jangan sampai mengorbankan kualitas material. Material yang kurang baik biasanya lebih cepat rusak sehingga justru memerlukan biaya perbaikan atau penggantian dalam waktu yang lebih singkat. Berikut beberapa rekomendasi material berdasarkan area ruangan:

Panduan Kualitas Material Ruangan

Rekomendasi pemilihan jenis material yang tepat guna memastikan ketahanan, keamanan, dan kenyamanan jangka panjang di setiap area rumah.

Area RuanganKriteria Material & Spesifikasi yang Disarankan
Dapur
Memprioritaskan material yang **tahan air, tahan panas, dan permukaan yang mudah dibersihkan** dari noda minyak atau masakan. Sangat disarankan menggunakan batuan alam seperti **granit atau solid surface** untuk area meja dapur *(countertop)*.
Kamar Mandi
Fokus utama pada aspek keamanan untuk mencegah risiko terpeleset akibat lantai basah. Gunakan **keramik atau granit bertekstur anti-slip (matte/rough)** yang memiliki daya cengkeram tinggi pada lantai.
Ruang Tamu
Mengutamakan aspek kekuatan struktural dan estetika untuk area publik utama. Pilih furnitur kokoh berbahan **rangka kayu solid atau besi berkualitas tinggi**, serta hindari material ringkih seperti *particle board* biasa.
Kamar Tidur
Menitikberatkan pada kehangatan atmosfer dan kemudahan perawatan. Pilih jenis material yang **nyaman, awet, dan bebas debu** baik untuk pelapis lantai (seperti parket kayu/vinyl berkualitas) maupun struktur penunjang furnitur.

Sebelum menentukan material yang akan digunakan, sebaiknya Pins juga memahami cara menghitung estimasi biaya renovasi ruangan untuk mengurangi risiko pengeluaran yang membengkak di tengah proses renovasi.

Agar lebih efektif dan hemat biaya, sebaiknya investasikan anggaran lebih besar pada furnitur yang digunakan setiap hari, seperti kasur, sofa, meja makan, dan kitchen set. Di sisi lain, dekorasi dan aksesori yang fungsinya lebih sebagai pelengkap dapat dipilih dengan fleksibel tanpa harus terlalu menguras anggaran.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Desain Interior Profesional?

Jawabannya tergantung pada skala proyek yang akan dikerjakan. Untuk perubahan kecil, Pins mungkin masih bisa mengerjakannya sendiri. Namun, jika proses pengerjaan desain interior mulai melibatkan banyak keputusan dan anggaran yang besar, maka menggunakan jasa desain interior profesional umumnya lebih disarankan.

Tujuannya tentu untuk menghemat waktu, biaya, dan mengurangi risiko kesalahan yang sulit diperbaiki di kemudian hari. Sebagai gambaran, berikut perbedaan kondisi kapan proyek bisa dikerjakan sendiri dan kapan sebaiknya menggunakan jasa desain interior:

Panduan Renovasi: DIY vs Jasa Profesional

Tentukan pilihan terbaik untuk proyek interior rumah Anda agar efisien secara biaya, tenaga, dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Bisa Dikerjakan Sendiri (DIY) Sebaiknya Pakai Jasa Profesional
Mengganti dekorasi atau aksesori ruangan.
Renovasi interior secara keseluruhan / total.
Memilih warna cat untuk satu ruangan.
Mendesain kitchen set atau furnitur kustom (custom furniture).
Menambahkan tanaman hias atau rak kecil.
Mendesain ruang terbuka (open-plan) agar tetap fungsional.
Menata ulang posisi furnitur yang sudah ada.
Memaksimalkan ruang sempit dengan kebutuhan penyimpanan yang kompleks.
Memasang dekorasi dinding sederhana.
Menggabungkan beberapa gaya interior dalam satu hunian sekaligus.
Mengubah dekorasi yang sudah ada (seperti mengganti karpet, gorden, atau hiasan lain).
Memiliki alokasi anggaran (budget) cukup besar dan ingin memastikan tidak ada kesalahan fatal.

Banyak orang mengira menggunakan jasa desain interior hanya akan menambah biaya. Padahal, ada manfaat jasa desain rumah pada proyek yang cukup kompleks. Menggunakan desainer sejak awal justru bisa lebih hemat. Hal ini karena desainer interior dapat membantu mencegah kesalahan seperti membeli furnitur dengan ukuran yang kurang tepat, memilih material yang kurang sesuai, atau harus mengubah ulang tata letak. Dibandingkan biaya memperbaiki kesalahan tersebut, biaya konsultasi di awal umumnya jauh lebih kecil. 

Jadi, apabila Pins sedang merencanakan renovasi besar, membangun rumah baru, atau ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal tanpa proses coba-coba, menggunakan jasa desain interior profesional bisa menjadi investasi yang lebih bijak untuk jangka panjang.

Wujudkan Desain Interior Impian Bersama Pinhome

Menghindari kesalahan desain interior bukan hanya membuat tampilan rumah terlihat lebih estetik dan menarik, tetapi juga membantu menciptakan hunian yang nyaman, fungsional, dan tetap efisien dari sisi biaya. Dengan perencanaan yang matang sejak awal, Pins dapat meminimalkan risiko salah membeli furnitur, memilih material yang kurang tepat, atau melakukan renovasi ulang di tengah jalan yang justru menguras biaya.

Desain interior yang dirancang dengan baik juga dapat membantu menjaga nilai properti dalam jangka panjang. Jika ingin proses yang lebih praktis, Pins bisa mempercayakan kebutuhan desain interior kepada Pinhome Service. Layanan ini akan membantu Pins mendapatkan solusi desain interior yang terverifikasi, transparan soal estimasi biaya, dan punya garansi pengerjaan sehingga proses renovasi terasa lebih aman dan nyaman.

Tak hanya desain interior, Pinhome juga merupakan solusi one-stop service untuk berbagai kebutuhan hunian, mulai dari pembuatan kitchen set, bedroom set, jasa pertukangan, hingga beragam layanan rumah lainnya. Tunggu apa lagi, segera download aplikasi Pinhome dan wujudkan rumah impian dengan proses yang lebih mudah, terencana, dan bebas khawatir!

Pesan Jasa Desain Interior di Pinhome

Pesan jasa profesional dan bergaransi dengan hasil memuaskan di Pinhome Service.

Instal Aplikasi:

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          Pinhome Service
          Pinhome Service

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download