BlogLifestyleEdukasiKlasifikasi Industri
0
0

Klasifikasi Industri

Dipublikasikan oleh Aulia Ramadhanti

Apr 13, 2023

4 menit membaca

Copied to clipboard
top-right-banner

Di artikel sebelumnya, kami sempat membahas tentang pengertian industri secara lengkap. Nah, di artikel kali ini kami akan menjelaskan apa saja macam-macam klasifikasi industri untuk memenuhi segala kebutuhan dalam bisnis. Yuk, simak ulasannya hingga tuntas.

Sumber: supplychainindonesia.com

1. Klasifikasi Industri Berdasarkan Bahan Baku

Seperti yang telah kita tahu pada bahasan sebelumnya, setiap industri memerlukan atau membutuhkan bahan baku untuk melakukan proses produksi.

Maka berikut ini adalah klasifikasi industri berdasarkan bahan baku.

1. Industri Ekstraktif

Apa itu industri ekstraktif? Industri ekstraktif merupakan industri yang penggunaan bahan bakunya langsung dari alam. Sebagai contoh yaitu industri pertanian, perikanan, perkebunan, pertambangan dan lain sebagainya.

2. Indus Nonesktaktif

Merupakan jenis industri yang mengelola bahan baku lebih lanjut, seperti pengelolaan hasil pertanian, industri pengelolaan kayu lapis, kayu jati, serta industri kain.

3. Industri Tertier

Industri jenis ini adalah industri yang menjual jasa tau layanan, seperti jasa ekpedisi, perbankan, pariwisata dan lain sebagainnya.

Baca juga: 6 Tips Memilih Material Bangunan yang Berkualitas

2. Klasifikasi Industri Berdasarkan Tenaga Kerja

Sebuah industri dapat dibedakan berdasarkan tenaga kerjanya, memiliki kriteria terntu atau batasan jumlah pegawai, seperti berikut ini:

1. Industri Rumah Tangga

Yaitu industri yang mempekerjakan kurang dari 4 orang. Salah satu cirinya adalah memiliki modal yang sangat terbatas. Pada intinya industri ini adalah tahapan paling rendah, biasanya masih dikerjakan sendiri dan tetangga, sebagai contoh adalah anyaman, pembuatan tahu rumahan, pembuatan tempe rumahan dan sebagainya.

Industri kecil, yaitu industri yang mempekerjakan tidak lebih 5-9 orang, industri jenis ini paling tidak di atas industri rumah tangga, meski secara modal tidaklah besar. Sebgai contoh dari industri kecil adalah industri batu bata, pembuatan genteng dan lain sebagainya.

2. Industri Kecil

Merupakan industri yang mempekerjakan tidak lebih 5-9 orang, industri jenis ini paling tidak di atas industri rumah tangga, meski secara modal tidaklah besar. Sebgai contoh dari industri kecil adalah industri batu bata, pembuatan genteng dan lain sebagainya.

3. Industri Sedang

Industri yang memiliki pekerja antara 20-99 orang. Industri sedang ini memiliki ciri yaitu memiliki modal yang sudah lumayan besar, sehingga telah melakukan produksi dalam skala lumayan besar.

Selain itu, industri sedang telah memiliki kemampuan manajerial yang baik dan tersusun rapi. Sebagai contohnya industri kramik, industri bordir, ndustri konveksi dan lain sebagainya.

4. Industri Besar

Perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang pekerja, tentu saja dari segi finansial sudah sangat mumpuni sekali. Sebagai contoh industri tekstil, industri besi, industri pesawat dan lain sebgainnya.

Baca juga: Perbedaan Industri Kecil, Menengah, dan Besar

3. Klasifikasi Industri Berdasarkan Hasil Produksi

Selanjutnya adalah klasifikasi industri berdasarkan halsil produk yang dihasilkannya, yaitu:

1. Industri Primer

Industri jenis ini tidak perlu melakukan pengolahan barang lebih lanjut. Industri jenis apa kah yang seperti ini? Jenis industri yang memproduksi barang yang langsung dapat digunakan oleh mmasyarakat. Seperti halnya kerajinan dan konveksi, barang-barang tersebut dapat langsung digunakan tanpa memerlukan pengolahan lagi.

2. Industri Sekunder

Sebuah perusahaan atau pabrik yang menghasilkan barang yang harus diolah lebih lanjut, sebelum dinikmati oleh masyarakat. Misal industri baja, industri pemintalan benang dan industri tekstil.

3. Industri Tersier

Industri tersier adalah klasifikasi industri dimana sebuah perusahaan bergerak dalam bidang pelayanan dan jasa  misal pariwisata, angkutan umum dan jasa ekspedisi.

4. Industri Berdasarkan Bahan Mentah

Berikut ini adalah klasifikasi industri yang didasarkan oleh bahan mentah:

1. Industri Pertanian

Seperti yang telah kita ketahui bersama, industri pertanian merupakan salah satu industri yang mengolah bahan mentah. Hasil pertanian atau bisa disebut dengan hasil alam diolah menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Semisal pengolahan kelapa sawit menjadi minyak, pengolahan biji kopi, pengolahan daun teh dan masih banyak lagi.

Baca juga: Agribisnis: Inovasi, Contoh, Potret Usaha, Dan Strategi Pengembangan

2. Industri Pertambangan

Industri pertambangan menjadi salah satu sektor yang sangat potensial, mengingat harga-harga tambang relatif mahal. Dimana sektor ini mengubah bahan mentah yang bersumber dari alam menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan. Misal pengolahan minyak bumi dan batu bara.

3. Industri Jasa

Merupakan industri yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat, tentu saja industri ini sangat bermanfaat keberadaannya sebab dapat membantu. Industri jasa yang dimaksud seperti layanan ekspedisi, layanan, travel atau pariwisata dan masih banyak lagi.

5. Berdasarkan Lokasi Unit Usaha

Industri pada umumnya memiliki sebuah kantor atau kedudukan lokasi, sehingga keberadaan industri sangat berpengaruh terhadap tujuannya dalam memposisikan diri. Berikut ini adalah klasifikasi industri berdasarkan lokasi unit usaha:

1. Industri Berorientasi pada Pasar

Artinya industri yang didirikan dekat dengan konsumen, sebagai contoh industri makanan dan minuman.

2. Industri Berorientasi pada Tenaga Kerja

Industri yang didirikan dengan tujuan dapat menyerap banyak tenaga kerja terutama mereka yang memiliki pendidikan rendah. Industri semacam ini adalah konveksi dan lain sebagainya.

3. Industri Berorientasi pada Pengolahan

Merupakan perusahaan atau industri yang didirikan dekat dengan sumber pengolahan, sehingga lebih mudah mendapatkan pasokan suplay.

Nah itu dia mengenai klasifikasi industri, semoga informasi artikel ini bisa menjadi referensi bagi Anda yang berniat membangun sebuah perusahaan.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download