BlogHome ServiceElektronikKomponen AC Indoor dan Outdoor: Fungsi, Ciri Kerusakan, Biaya Perbaikannya

Komponen AC Indoor dan Outdoor: Fungsi, Ciri Kerusakan, Biaya Perbaikannya

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Jun 7, 2026

15 menit membaca

Copied to clipboard
komponen ac indoor dan outdoor

AC split adalah jenis AC paling umum di rumah tangga Indonesia. Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami komponen AC indoor dan outdoor. Padahal memahami komponen AC dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal dan mencegah penggantian komponen yang sebenarnya masih bisa diperbaiki. 

Perlu Pins ketahui, AC terdiri dari unit indoor (di dalam ruangan) dan unit outdoor (di luar ruangan) dengan fungsi berbeda-beda. Pada artikel ini, Pins akan mempelajari komponen AC, cara kerjanya, tanda-tanda kerusakan, estimasi biaya perbaikan, hingga tips perawatan agar AC tetap awet.

Bagaimana Indoor dan Outdoor Bekerja Bersama?

jenis filter ac
Source: Freepik

Gambaran mudahnya, AC split bekerja dengan cara menyerap panas dari dalam ruangan lalu membuangnya ke luar ruangan. Proses ini terjadi karena ada unit indoor dan outdoor AC terhubung oleh pipa tembaga yang mengalirkan freon (refrigeran). Zat inilah yang bertugas membawa panas dari dalam ruangan ke luar sehingga ruangan terasa lebih dingin.

Berikut tahapan kerja AC split:

  1. Evaporator pada unit indoor menyerap panas ruangan
    Udara panas dari dalam ruangan akan masuk ke unit indoor lalu melewati evaporator. Panas tersebut kemudian diserap oleh refrigeran agar terjadi pertukaran udara.
  2. Refrigeran membawa panas mengalir ke outdoor
    Setelah menyerap panas dari dalam ruangan, refrigeran akan mengalir menuju unit outdoor melalui pipa tembaga untuk melepaskan panas tersebut ke udara luar.
  3. Kompresor dan kondensor membantu membuang panas ke udara luar.
    Di unit outdoor, panas yang dibawa refrigeran akan dilepaskan ke udara luar dengan bantuan kompresor dan kondensor.
  4. Refrigeran menjadi lebih dingin
    Setelah panasnya terbuang, refrigeran akan menjadi lebih dingin sehingga siap digunakan kembali untuk proses pendinginan.
  5. Refrigeran kembali ke unit indoor
    Refrigeran yang sudah dingin akan mengalir kembali ke unit indoor melalui pipa tembaga.
  6. Proses pendinginan terus berulang

Berdasarkan alur tersebut, perlu Pins ketahui bahwa unit indoor dan outdoor dihubungkan oleh pipa tembaga yang mengalirkan refrigeran dalam dua arah. Melalui pipa ini, gas panas dari indoor akan dialirkan ke outdoor untuk melepaskan panas, sedangkan cairan refrigeran yang sudah dingin akan kembali ke indoor untuk melanjutkan proses pendinginan.

Agar siklus ini bisa berjalan, dibutuhkan beberapa komponen AC indoor dan outdoor yang sama-sama penting. Berikut penjelasan lengkapnya.

Komponen Unit Indoor AC dan Fungsinya

apakah AC akan rusak jika lama tidak dipakai
Source: Freepik

Dalam sistem komponen AC indoor dan outdoor, unit indoor merupakan bagian AC yang terlihat di dalam ruangan dan umumnya terpasang di dinding. Komponen ini berfungsi menyerap panas dari udara ruangan, mendinginkannya, lalu mengembuskan udara dingin kembali agar suhu ruangan tetap nyaman. Di dalam unit indoor terdapat beberapa komponen penting yang saling bekerja sama untuk mendukung proses pendinginan, yaitu:

1. Evaporator Coil

Evaporator AC adalah salah satu komponen utama pada unit indoor yang bertugas menyerap panas dari udara di dalam ruangan. Saat freon cair mengalir ke evaporator, panas dari udara akan diserap sehingga freon berubah menjadi gas dan udara yang keluar dari AC terasa lebih dingin.

Secara fisik, evaporator berbentuk susunan pipa aluminium atau tembaga yang dilengkapi sirip-sirip tipis untuk membantu proses penyerapan panas. Komponen ini biasanya berada di balik filter udara pada unit indoor.

Sebagaimana fungsinya dalam penyerapan udara panas, evaporator yang kotor dapat membuat AC kurang dingin dan memicu kebocoran air pada unit indoor. Sementara jika bagian ini terlihat berembun atau membeku, kemungkinan terdapat masalah pada freon atau filter AC.

2. Filter Udara

Filter udara berfungsi menyaring debu, partikel kotoran, bulu hewan, dan serbuk halus sebelum udara masuk ke evaporator. Selain membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan, filter juga berperan melindungi evaporator dari penumpukan debu yang dapat mengganggu kinerjanya.

Filter biasanya terletak di bagian depan unit indoor dan dapat dilepas untuk dibersihkan. Jika filter AC kotor, aliran udara akan terhambat sehingga AC harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan. Kondisi ini berdampak pada proses pendinginan kurang maksimal dan bisa meningkatkan konsumsi listrik.

Agar kinerjanya tetap optimal, filter AC sebaiknya dibersihkan minimal setiap dua minggu sekali, terutama jika AC digunakan setiap hari atau berada di lingkungan yang berdebu. Risiko membiarkan filter AC kotor terlalu lama dapat mempercepat penumpukan debu pada komponen lain di dalam unit.

3. Blower Fan (Kipas Sirkulasi Indoor)

Blower fan adalah kipas berbentuk tabung panjang yang berada di dalam unit indoor. Komponen ini bertugas menarik udara dari ruangan, mengalirkannya melewati evaporator, lalu meniupkan udara yang sudah dingin kembali ke seluruh ruangan.

Posisi blower berada tepat di bawah evaporator dan bekerja hampir setiap kali AC dinyalakan. Karena terus berputar, bagian ini juga cukup rentan dipenuhi debu jika AC jarang dibersihkan.

Pins sebenarnya bisa dengan mudah merasakan ketika blower kotor atau mengalami kerusakan karena embusan udaranya terasa lebih lemah meskipun suhu AC sudah diatur rendah. Ciri lainnya, Pins juga akan mendengar suara berisik, dengungan, atau getaran tidak normal yang berasal dari unit indoor.

4. Thermistor (Sensor Suhu)

Thermistor menjadi salah satu komponen indoor AC dan fungsinya sering luput diperhatikan pengguna. Padahal, kerusakan pada sensor ini dapat memengaruhi kinerja AC secara keseluruhan karena sistem tidak dapat membaca suhu ruangan dengan akurat.

Ini karena thermistor adalah sensor kecil yang mendeteksi suhu ruangan dan mengirim data ke sistem kontrol AC untuk mengatur pendinginan secara otomatis sesuai suhu yang telah ditentukan.

Komponen ini berukuran kecil dan biasanya terletak di dekat evaporator atau area aliran udara pada unit indoor. Meski ukurannya tidak besar, thermistor memiliki peran penting dalam menjaga kinerja AC tetap efisien.

Jika sensor suhu mengalami kerusakan, sistem AC bisa salah membaca suhu ruangan. Akibatnya, AC dapat mati terlalu cepat meskipun ruangan belum cukup dingin, atau justru terus menyala tanpa berhenti karena menganggap suhu ruangan belum mencapai target yang diinginkan.

5. Drainase (Saluran Pembuangan Air)

Selama proses pendinginan, evaporator menghasilkan air kondensasi dari udara yang lembap. Air tersebut kemudian dialirkan keluar ruangan melalui saluran drainase atau pipa pembuangan yang terhubung ke unit indoor.

Untuk mendukung fungsinya, pipa drainase umumnya berada di bagian bawah unit indoor dan terhubung ke saluran pembuangan di luar ruangan. Jika saluran ini tersumbat oleh debu, lendir, atau kotoran, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akan menetes dari unit indoor. Itulah mengapa drainase yang tersumbat umumnya menjadi salah satu penyebab paling umum AC bocor ke lantai maupun dinding.

6. PCB Controller (Papan Kontrol Elektronik)

PCB Controller adalah papan sirkuit elektronik atau “otak” dari unit AC yang berfungsi sebagai pusat pengendali seluruh sistem AC. Komponen ini mengatur berbagai perintah, mulai dari suhu, kecepatan kipas, mode operasi, hingga menerima sinyal dari remote control.

PCB biasanya terletak di dalam unit indoor dan terlindungi oleh penutup khusus untuk menjaga komponen elektronik di dalamnya. Pins bisa mengamati tanda bila PCB mengalami kerusakan misalnya, AC dapat mati tiba-tiba, lampu indikator berkedip dengan kode error tertentu, atau tidak merespons perintah dari remote sama sekali. 

Komponen Unit Outdoor AC dan Fungsinya

kesalahan saat pasang AC
Source: Freepik

Setelah memahami komponen pada unit indoor, kini saatnya mengenal bagian outdoor yang juga termasuk komponen AC indoor dan outdoor yang berperan penting dalam proses pendinginan. Jika Pins pernah memperhatikan ada bagian AC yang dipasang di luar ruangan, ini adalah unit outdoor. Letaknya biasanya ada di balkon, dinding luar rumah, atau teras. Komponen ini bertugas membuang panas yang sebelumnya diserap dari dalam ruangan sehingga proses pendinginan dapat terus berlangsung dengan optimal.

Meski letaknya berada di luar dan tidak terlihat langsung, kondisi unit outdoor sangat memengaruhi performa AC secara keseluruhan. Jika salah satu komponen pada unit outdoor mengalami gangguan, AC bisa menjadi kurang dingin, lebih boros listrik, hingga berisiko mengalami kerusakan yang lebih serius.

1. Kompresor

Kompresor merupakan komponen paling vital pada unit outdoor dan sering disebut sebagai “jantung” AC. Fungsinya adalah mengalirkan refrigeran atau freon antara unit indoor dan outdoor sehingga proses pendinginan dapat berlangsung dengan baik. Setelah menyerap panas dari dalam ruangan, refrigeran akan diproses di kompresor sebelum dialirkan ke kondensor untuk melepaskan panas ke udara luar.

Kompresor biasanya berada di dalam unit outdoor dengan bentuk tabung logam tertutup yang ukurannya paling besar dibanding komponen lainnya. Berdasarkan penggunaannya, terdapat beberapa jenis kompresor yang umum ditemukan pada AC di Indonesia, yaitu:

  • Rotary: paling umum digunakan pada AC rumah tangga karena ukurannya ringkas.
  • Scroll: biasanya digunakan pada AC berkapasitas lebih besar karena memiliki performa yang lebih tinggi.
  • Inverter: kerjanya lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan kecepatan kerja sesuai kebutuhan pendinginan sehingga lebih hemat energi.

Pins bisa mengenali ciri-ciri kompresor AC rusak yakni saat AC tidak dingin sama sekali meskipun unit masih menyala, terdengar suara dengung keras dari unit outdoor, atau outdoor menyala sesaat lalu mati sendiri berulang kali (trip).

Perlu diketahui bahwa kompresor termasuk salah satu komponen AC dengan biaya penggantian paling mahal. Pada beberapa kasus, kompresor yang rusak tidak bisa diperbaiki, melainkan harus diganti dengan unit baru.

2. Kondensor Coil

Komponen AC outdoor lainnya ada kondensor yang tugasnya melepaskan panas dari refrigeran yang telah diproses oleh kompresor. Saat udara luar melewati sirip-sirip kondensor, panas akan dilepaskan sehingga refrigeran berubah kembali menjadi cairan dan siap dikirim ke unit indoor untuk melanjutkan siklus pendinginan.

Komponen ini berbentuk susunan pipa dan sirip logam yang terletak di bagian luar unit outdoor. Karena terus terpapar lingkungan sekitar, kondensor cukup rentan dipenuhi debu, kotoran, daun kering, atau bahkan sarang serangga jika jarang dibersihkan.

Jika kondensor kotor, proses pelepasan panas menjadi kurang maksimal sehingga AC terasa kurang dingin dan konsumsi listrik bisa meningkat. Tips merawat kondensor AC yakni dengan memastikan area di sekitar unit outdoor tidak tertutup benda-benda yang dapat menghambat sirkulasi udara.

3. Kipas Outdoor (Condenser Fan)

Kipas outdoor atau condenser fan punya tugas mengalirkan udara melewati kondensor agar proses pelepasan panas berlangsung lebih cepat dan efisien. Pins mungkin pernah mengamati ada baling-baling atau kipas yang bergerak di unit outdoor setiap kali AC dinyalakan. Inilah yang disebut kipas outdoor dan menjadi pendukung utama proses pendinginan di bagian ini.

Namun, waspadai kerusakan pada komponen AC outdoor ini bila tidak berputar atau putarannya melemah, sehingga bisa membuat panas sulit terbuang dari sistem AC. Akibatnya suhu refrigeran menjadi terlalu tinggi, tekanan sistem meningkat, dan AC mati otomatis untuk karena overheat.

4. Pipa Tembaga (Copper Tube)

Pipa tembaga merupakan jalur penghubung antara unit indoor dan outdoor yang berfungsi mengalirkan refrigeran atau freon selama proses pendinginan berlangsung. Melalui pipa ini, freon akan bersirkulasi dalam dua kondisi, yaitu gas panas yang mengalir menuju unit outdoor dan cairan dingin yang kembali ke unit indoor.

Perlu diketahui bahwa ukuran dan panjang pipa tembaga dapat memengaruhi kinerja AC. Pipa yang terlalu tipis lebih rentan mengalami kebocoran, sedangkan pipa yang terlalu panjang dari standar instalasi dapat membuat sirkulasi freon kurang optimal dan membebani kerja kompresor.

Jika terjadi kebocoran pada pipa tembaga, freon bisa berkurang secara perlahan tanpa disadari. Dampaknya, AC terasa kurang dingin dan kompresor harus bekerja lebih keras sehingga berisiko mengalami overheat.

5. Kapasitor dan Komponen Kelistrikan

Kapasitor AC adalah komponen kelistrikan yang membantu menyalakan motor kompresor dan kipas outdoor saat AC pertama kali dinyalakan. Secara umum, terdapat dua jenis kapasitor pada AC, yaitu kapasitor untuk kompresor dan kapasitor untuk fan motor atau kipas outdoor.

Ukuran komponen ini relatif kecil, tapi perannya penting dalam membantu komponen utama bekerja dengan normal. Saat kapasitor mulai rusak, gejalanya sering mirip dengan kerusakan kompresor sehingga kerap diabaikan. Tanda yang paling umum adalah AC sulit menyala, hanya mengeluarkan suara dengung tanpa beroperasi, atau kipas outdoor berputar lebih lambat dari biasanya. Jika dibiarkan terlalu lama, kapasitor yang rusak dapat membuat kompresor bekerja lebih berat dan meningkatkan risiko kerusakan yang lebih serius.

6. Pipa Kapiler / Expansion Valve

Pipa kapiler atau expansion valve berfungsi mengatur aliran freon sebelum masuk ke evaporator. Komponen ini membantu menurunkan tekanan freon sehingga suhu freon menjadi lebih dingin dan siap menyerap panas dari udara di dalam ruangan.

Bedanya, pipa kapiler umumnya digunakan pada AC rumah tangga standar, sedangkan expansion valve lebih sering ditemukan pada AC komersial atau AC inverter dengan teknologi yang lebih canggih. Meski begitu, fungsi keduanya sama, yaitu mengatur tekanan dan aliran freon agar proses pendinginan berjalan optimal.

Jika pipa kapiler atau expansion valve mengalami penyumbatan, aliran freon akan terganggu sehingga AC terasa kurang dingin. Pada beberapa kasus, evaporator juga bisa membeku secara tidak normal akibat distribusi freon yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Tabel Harga Ganti Komponen AC

Biaya penggantian komponen AC dapat berbeda-beda tergantung merek, kapasitas AC (PK), tingkat kerusakan, serta biaya jasa teknisi di masing-masing daerah. Berikut estimasi umum biaya penggantian komponen pada AC split rumah tangga berkapasitas 1–1,5 PK sebagai gambaran Pins sebelum melakukan perbaikan:

No.Nama KomponenEstimasi Biaya Ganti (termasuk jasa)Catatan Penting
1.KompresorRp1.500.000 – Rp4.500.000Komponen paling mahal, sering kali harus diganti baru jika rusak.
2.Evaporator coilRp800.000 – Rp2.500.000Biaya tergantung ukuran AC dan tingkat kerusakan.
3.Kondensor coilRp700.000 – Rp2.000.000Kerusakan berat biasanya memerlukan penggantian unit kondensor.
4.PCB controllerRp500.000 – Rp1.500.000Harga sangat dipengaruhi merek dan ketersediaan sparepart.
5.Blower fan indoorRp300.000 – Rp900.000Umumnya diganti jika motor atau baling-baling mengalami kerusakan.
6.Kipas outdoor (fan motor)Rp300.000 – Rp800.000Kerusakan dapat menyebabkan outdoor overheat dan AC kurang dingin.
7.Pipa tembaga dan isi ulang freonRp300.000 – Rp700.000Biaya bergantung pada panjang pipa dan jenis freon yang digunakan.
8.Expansion valve / pipa kapilerRp200.000 – Rp600.000Biasanya diganti jika terjadi penyumbatan atau kerusakan aliran freon.
9.Drainase (saluran pembuangan)Rp150.000 – Rp400.000Umumnya cukup dibersihkan, penggantian dilakukan jika pipa rusak.
10.KapasitorRp150.000 – Rp350.000Salah satu komponen yang relatif terjangkau untuk diganti.
11.Thermistor (sensor suhu)Rp100.000 – Rp300.000Kerusakan dapat menyebabkan pembacaan suhu tidak akurat.
12.Filter udaraRp50.000 – Rp200.000Pada banyak kasus cukup dibersihkan tanpa perlu diganti.

Harga bisa berbeda tergantung merek AC, lokasi servis, dan apakah menggunakan sparepart original atau aftermarket. Untuk hasil terbaik, pastikan menggunakan teknisi terpercaya.

Komponen Indoor dan Outdoor AC Rusak?

Pesan layanan service AC panggilan profesional dari Pinhome. Rekan jasa profesional siap datang ke lokasi Anda.

Booking Service

Ciri-Ciri Komponen AC Rusak yang Sering Diabaikan

Banyak kerusakan AC sebenarnya diawali oleh masalah kecil, tapi lama-lama berkembang jadi kerusakan yang lebih serius dan membutuhkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar karena terlambat ditangani. 

Jadi, sebaiknya jangan sepelekan bila muncul ciri-ciri komponen AC indoor dan outdoor rusak berikut ini:

Gejala yang DirasakanKemungkinan Komponen BermasalahTindakan yang Disarankan
AC tidak dingin meski suhu sudah diatur rendahEvaporator, kompresor, kondensor, atau freon bermasalahPeriksa kondisi AC dan lakukan pengecekan oleh teknisi jika pendinginan tidak kunjung membaik.
Embusan angin terasa lemahFilter udara atau blower indoor kotorBersihkan filter dan lakukan cuci AC secara berkala.
Air menetes dari unit indoorSaluran drainase tersumbat atau evaporator kotorPeriksa saluran pembuangan dan segera bersihkan jika ada penyumbatan.
Muncul bau apek saat AC dinyalakanFilter, evaporator, atau blower kotorLakukan pembersihan menyeluruh pada unit indoor.
Unit outdoor mengeluarkan suara dengung kerasKompresor atau kapasitor bermasalahMatikan AC dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
Kipas outdoor tidak berputar normalFan motor atau kapasitor rusakSegera lakukan pengecekan agar sistem tidak mengalami overheat.
AC sering mati dan hidup sendiriThermistor, PCB controller, atau kompresor bermasalahPeriksa sensor dan sistem kontrol AC.
AC tidak merespons remote atau lampu indikator berkedipPCB controller mengalami gangguanHubungi teknisi untuk pemeriksaan komponen elektronik.

Dari berbagai bagian AC, ada beberapa komponen AC yang mudah rusak apabila jarang dirawat, seperti filter udara, kapasitor, thermistor, dan saluran drainase. Meski biaya perbaikannya relatif lebih terjangkau dibanding kompresor atau PCB, kerusakan pada komponen-komponen tersebut tetap dapat mengganggu performa AC dan memicu kerusakan lanjutan jika dibiarkan terlalu lama.

Sebagian besar gejala di atas sebenarnya dapat dicegah melalui perawatan rutin, seperti membersihkan filter, mencuci AC secara berkala, dan melakukan servis preventif. Jadi, jangan menunggu AC bermasalah dulu baru melakukan perawatan ya, Pins.

Tips Merawat Komponen AC agar Tidak Keluar Biaya Besar

Perawatan rutin adalah cara paling efektif untuk memperpanjang usia komponen AC indoor dan outdoor lebih lama, menjaga performa AC tetap optimal, dan menghindari pengeluaran besar untuk penggantian sparepart. Pins bisa coba tips berikut:

Jenis PerawatanFrekuensi yang DisarankanTujuan/Manfaat
Bersihkan filter udara indoorSetiap 2 minggu sekaliMenjaga aliran udara tetap lancar dan mencegah evaporator cepat kotor.
Cuci unit indoor (evaporator dan blower)Setiap 1–3 bulanMencegah debu, jamur, bau apek, dan menjaga performa pendinginan.
Bersihkan kondensor dan kipas outdoorSetiap 3–6 bulanMembantu pelepasan panas berjalan optimal dan mengurangi risiko kompresor overheat.
Cek drainase atau saluran pembuanganSetiap 3 bulanMencegah penyumbatan yang dapat menyebabkan AC bocor air.
Cek tekanan freonSetiap 1–2 tahunMendeteksi kebocoran freon sebelum berdampak pada kinerja kompresor.
Servis menyeluruh oleh teknisi profesionalMinimal 1 tahun sekaliMengecek kondisi seluruh komponen, termasuk PCB, kapasitor, sensor, dan sistem kelistrikan.

Selain mengikuti jadwal perawatan di atas, ada beberapa tips sederhana yang dapat Pins lakukan untuk membantu menjaga komponen AC tetap awet:

  • Jangan menutup atau menghalangi area di sekitar unit outdoor karena sirkulasi udara yang terhambat dapat membuat kompresor bekerja lebih berat dan cepat panas.
  • Hindari mengatur suhu AC terlalu rendah, terutama di bawah 18°C dalam waktu lama, karena dapat memaksa kompresor bekerja terus-menerus.
  • Jangan menunda servis ketika muncul gejala tidak normal, seperti AC kurang dingin, bocor, berisik, atau sering mati sendiri. Penanganan lebih awal biasanya jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan yang sudah parah.

Dengan perawatan yang konsisten, sebagian besar komponen AC dapat bekerja lebih optimal dan memiliki usia pakai yang lebih panjang. Hal ini tentu membantu mengurangi risiko kerusakan mendadak yang dapat menguras biaya perbaikan maupun penggantian komponen.

Service AC Lebih Cepat dan Praktis di Pinhome

pesan jasa service AC di Pinhome

Setelah memahami berbagai komponen AC indoor dan outdoor beserta risikonya jika mengalami kerusakan, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah memastikan AC mendapat perawatan dari tangan yang tepat.

Jika Pins membutuhkan layanan service AC yang praktis dan terpercaya, Pinhome bisa menjadi solusi yang tepat. Layanan service AC di Pinhome ditangani oleh tenaga profesional terlatih yang berpengalaman dalam menangani berbagai komponen AC mulai dari filter, evaporator, blower, hingga kompresor dan sistem kelistrikannya.

Pinhome juga mudah dijangkau karena layanannya tersedia di area Jabodetabek serta berbagai kota besar lainnya di Indonesia. Proses pesan jasa service AC di Pinhome pun mudah karena mudah diakses di mana pun Pins berada melalui aplikasi.

Dengan dukungan teknisi berpengalaman dan proses booking yang praktis, perawatan maupun perbaikan AC dapat dilakukan dengan lebih nyaman sesuai kebutuhan rumah. Jadi, jangan tunggu sampai komponen AC mengalami kerusakan yang lebih serius dan membutuhkan biaya besar. Segera download aplikasi Pinhome dan pesan jasa service AC sesuai kebutuhan Pins!

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          Pinhome Service
          Pinhome Service

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download