Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri
Sep 15, 2025
12 menit membaca

Daftar Isi
Pins mungkin pernah setidaknya sekali mengalami satu dari berbagai macam masalah kerusakan AC, tapi kurang memahami sebenarnya bagian atau komponen AC apa yang rusak. Misalnya, AC tiba-tiba terasa tidak dingin atau mengeluarkan bunyi berisik.
Memahami komponen AC rumah yang bermasalah ternyata penting, Pins, untuk mengetahui penyebab kerusakan AC serta memperkirakan jumlah biaya yang perlu dipersiapkan untuk perbaikannya. Cari tahu informasinya lebih banyak yuk, Pins!
Sebagai perangkat elektronik, semua komponen AC tentu memiliki risiko mengalami kerusakan. Mengetahui daftar komponen utama maupun tambahan AC akan membantu kamu agar lebih mudah mengenali bila terjadi kerusakan dan mengambil langkah penanganan yang tepat.

Kompresor adalah salah satu komponen utama AC yang berfungsi memompa freon (refrigeran) agar dapat bersirkulasi di sistem pendingin, kemudian mengalirkan udara sejuk ke seluruh ruangan. Ibarat “jantung” AC, kompresor membantu sistem pendinginan berjalan dengan baik.
Komponen ini sendiri memiliki beberapa jenis, seperti kompresor piston, rotary, katup suction, hingga crankshaft yang penting untuk mendukung fungsi pendinginan AC. Ciri-ciri kompresor AC rusak biasanya ditandai dengan AC tidak lagi mengeluarkan udara dingin, timbul suara bising, atau unit outdoor sering mati mendadak.
Jika tiba-tiba bermasalah, penyebab kerusakan kompresor umumnya karena beban kerja berlebih, kurangnya perawatan rutin, atau tegangan listrik yang tidak stabil. Untuk solusi, kamu perlu melakukan pembersihan dan perawatan berkala, memastikan listrik stabil, serta segera mengganti kompresor jika sudah tidak dapat diperbaiki agar kinerja AC tetap optimal.
Motor kipas AC ada dua, yakni terletak di unit indoor dan unit outdoor, dengan fungsi yang berbeda. Motor kipas di unit indoor berfungsi mengembuskan udara dingin ke dalam ruangan, sedangkan motor kipas unit outdoor mengeluarkan panas dari refrigeran ke lingkungan luar.
Jenis motor kipas pun berbeda, ada model blower atau silinder panjang (cross flow fan) untuk unit indoor, sedangkan unit outdoor pakai model baling-baling (propeller fan). Jika ada kerusakan pada motor kipas AC, ciri-cirinya bisa berupa putaran kipas melemah, AC tidak terasa dingin, timbul suara berisik, bahkan AC tiba-tiba mati.
Penyebab kerusakan motor kipas adalah beban kerja yang terlalu berat, kerusakan pada kapasitor, atau debu dan kotoran yang menumpuk sehingga menghambat putaran. Solusinya jika hal tersebut terjadi, yakni lakukan perawatan rutin seperti pembersihan unit, periksa kondisi kapasitor, serta segera ganti motor kipas jika sudah aus agar kinerja pendinginan tetap optimal.
Komponen AC rumah lainnya yang tidak kalah penting ada evaporator. Fungsi evaporator AC untuk menyerap panas dari udara di dalam ruangan, lalu mengubahnya jadi udara dingin yang akan dikeluarkan kembali ke ruangan.
Bagian ini umumnya berbentuk fin dan tube dengan pipa tembaga dan sirip aluminium, serta dilengkapi sensor suhu dan saluran pembuangan air kondensasi. Ciri-ciri kerusakan pada evaporator antara lain AC tidak lagi dingin, muncul bau tidak sedap, hingga adanya kebocoran air dari unit indoor.
Beberapa penyebab kerusakan evaporator adalah korosi akibat kelembapan, kebocoran refrigeran, atau penumpukan kotoran yang membuat proses penyerapan panas tidak maksimal. Solusinya, lakukan pembersihan rutin pada unit indoor, segera perbaiki kebocoran jika terdeteksi, dan ganti evaporator bila kerusakan sudah parah agar sistem pendingin tetap berfungsi optimal.
Kondensor adalah komponen utama AC dengan peran sebagai pelepas panas dari refrigeran ke udara luar. Itu sebabnya, bagian ini berada di unit outdoor. Kondensor AC berbentuk kotak yang terdiri dari rangkaian pipa tembaga dan dililit dengan sirip aluminium (fin).
Jenis kondensor yang umum digunakan pada AC rumah tangga adalah air-cooled condenser (didinginkan dengan embusan kipas), sedangkan pada sistem pendingin besar juga ada water-cooled condenser. Ciri-ciri kerusakan kondensor dapat dikenali dari AC yang tidak dingin, muncul suara bising pada unit outdoor, hingga adanya kebocoran refrigeran.
Ada berbagai kemungkinan penyebab kerusakan kondensor, di antaranya kebocoran refrigeran ataupun korosi (akibat cuaca, penumpukan debu, dan kotoran) yang menghambat pembuangan panas. Dalam kasus ini, solusinya bisa dengan melakukan pembersihan rutin pada unit outdoor, periksa sambungan pipa agar tidak bocor, dan ganti kondensor bila kerusakan sudah parah agar sistem pendinginan tetap bekerja maksimal.
Ada lagi komponen bernama kapasitor. Komponen AC ini tugasnya menyimpan dan melepaskan energi listrik guna membantu kerja kompresor dan motor kipas. Jika tidak ada kapasitor, kompresor dan motor kipas akan kesulitan berputar karena tidak mendapatkan dorongan.
Jenis kapasitor AC umumnya terbagi menjadi starting capacitor untuk membantu dorongan awal saat AC baru dinyalakan, dan running capacitor untuk menjaga kestabilan putaran selama AC bekerja. Ciri-ciri kerusakan kapasitor biasanya ditandai dengan AC sulit menyala, AC tidak dingin, atau terdengar suara berdengung dari unit outdoor.
Beberapa penyebab kerusakan kapasitor adalah lonjakan arus listrik, usia pemakaian yang sudah lama, hingga panas berlebih yang merusak komponen internalnya. Sebagai solusi, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin pada sistem kelistrikan AC, gunakan stabilizer agar arus listrik lebih stabil, dan segera ganti kapasitor baru jika sudah tidak berfungsi.
Kontaktor termasuk dalam komponen utama AC yang fungsinya sebagai saklar otomatis untuk menyalakan dan mematikan aliran listrik ke kompresor maupun motor kipas. Jenis atau bagian kontaktor umumnya meliputi coil (kumparan), kontak utama, dan kontak bantu.
Jika ada masalah, ciri-ciri kerusakan kontaktor bisa dilihat dari AC yang tidak menyala meski listrik tersedia, terdengar suara berdengung, atau permukaan kontaktor terlihat terbakar.
Beberapa penyebab kerusakan kontaktor adalah lonjakan arus listrik, usia pemakaian yang sudah lama, atau kualitas material yang kurang baik. Bila hal-hal tersebut terjadi, solusinya sebaiknya gunakan perangkat pelindung arus seperti stabilizer, lakukan pemeriksaan berkala, dan ganti kontaktor baru apabila sudah aus atau terbakar agar sistem kelistrikan AC tetap aman.
Saat mencari tahu soal komponen AC, termasuk dalam ulasan ini, kamu mungkin pernah membaca atau mendengar soal refrigeran atau freon. Refrigeran atau dikenal juga sebagai freon adalah zat atau senyawa kimia khusus yang berfungsi sebagai perantara dalam proses pendinginan pada sistem AC.
Komponen ini memiliki peran penting untuk menyerap panas dari ruangan melalui evaporator dan melepaskannya kembali ke udara luar melalui kondensor. Jenis refrigeran yang umum digunakan antara lain R22, R32, dan R410A, masing-masing memiliki karakteristik berbeda dalam hal efisiensi energi dan dampak terhadap lingkungan.
Ciri-ciri freon AC habis atau kerusakan pada freon/refrigeran bisa terlihat dari AC yang tidak dingin, adanya bunga es pada pipa, atau tekanan freon yang tidak sesuai saat dicek dengan manifold gauge.
Beberapa penyebab kerusakan pada refrigerant adalah kebocoran pada pipa instalasi, sambungan pipa yang longgar, hingga korosi pada material pipa. Segera temukan solusi yang tepat, seperti memeriksa jalur pipa secara menyeluruh, memperbaiki atau mengganti bagian yang bocor, lalu mengisi ulang refrigeran sesuai standar kapasitas AC agar kinerjanya kembali optimal.
Pipa refrigeran adalah saluran utama tempat mengalirnya refrigeran serta menjadi penghubung antara unit indoor dan outdoor AC. Komponen ini biasanya terbuat dari tembaga dan dilapisi dengan busa pelindung (insulasi) untuk mencegah terjadinya kondensasi dan menjaga proses pendinginan tetap efisien.
Pipa refrigerant terdiri dari dua jalur, yaitu pipa kecil (liquid pipe) dan pipa besar (gas pipe). Jika terjadi kerusakan pada pipa, kamu bisa merasakan dan melihat dari AC yang kurang dingin, adanya kebocoran oli di sekitar sambungan, atau timbulnya bunga es pada pipa.
Sementara beberapa penyebab kerusakan pipa refrigeran adalah korosi akibat cuaca, pemasangan yang kurang tepat, atau retakan pada sambungan pipa. Solusinya, kamu perlu lakukan pemeriksaan jalur pipa, memperbaiki atau mengganti bagian yang rusak, serta memastikan isolasi pipa terpasang dengan baik agar sistem pendinginan tetap bekerja optimal.
Jangan lupa, Pins, waktu terbaik mengganti pipa AC itu ketika kerusakan sudah parah, misalnya terjadi kebocoran besar atau korosi yang meluas, sehingga perbaikan tidak lagi efektif.
Pernah dengar istilah drain pain dalam komponen AC, Pins? Drain pain merupakan bagian untuk menampung air hasil kondensasi AC. Bagian ini biasanya terletak di unit indoor dan terbuat dari plastik atau logam tipis. Ciri-ciri kerusakan pada drain pan bisa diketahui bila ada tetesan air yang bocor ke lantai, muncul karat atau retakan pada wadah, hingga bau tidak sedap karena air yang menggenang.
Penyebab kerusakan drain pan bisa karena penuh oleh penumpukan kotoran, saluran pembuangan tersumbat, atau material pan yang sudah rapuh karena usia pakai. Solusi untuk permasalahan ini yakni kamu perlu lakukan pembersihan rutin, periksa saluran pembuangan secara berkala, dan ganti drain pan bila sudah retak atau berkarat agar kebocoran air tidak merusak unit indoor maupun ruangan.
AC juga punya “otak” atau pusat sistemnya yang disebut PCB atau printed circuit board. PCB tugasnnya mengatur kinerja berbagai bagian AC, seperti kompresor, kecepatan kipas, sensor suhu, serta mode operasi. PCB terdiri dari papan tipis yang berisi berbagai komponen elektronik.
Ketika mengalami kerusakan pada PCB, AC biasanya tidak bisa menyala sama sekali, lampu indikator berkedip-kedip, unit bekerja tidak sesuai perintah remote, atau AC tiba-tiba mati sendiri.
Penyebab PCB mengalami kerusakan di antaranya lonjakan listrik, hubungan arus pendek, atau usia pakai yang lama. Jika ini terjadi, solusi yang bisa dilakukan adalah mengcek jalur listrik, perbaikan pada papan PCB, atau mengganti unit PCB baru jika kerusakan sudah parah dan tidak dapat diperbaiki.
Komponen AC yang satu ini pasti sangat familier buat kamu. Ya, remote control atau remote AC adalah alat pengendali jarak jauh yang kita gunakan sehari-hari untuk menyalakan, mematikan, serta mengatur fitur-fitur lainnya pada AC. Remote AC terdiri dari papan sensor inframerah, tombol pengaturan, dan layar LCD kecil.
Sebagaimana perangkat elektronik, remote AC juga bisa rusak. Ciri-ciri kerusakan remote AC bisa dilihat bila perintah tidak terbaca, layar tidak menyala, atau tombol tidak merespons. Remote yang rusak biasanya menunjukkan kode error AC tergantung kerusakannya.
Beberapa penyebab kerusakan remote AC adalah baterai lemah, sensor inframerah tertutup kotoran, fitur kunci tombol aktif tanpa sengaja, atau kerusakan pada sensor penerima di unit AC. Sebagai solusi, coba ganti baterai baru, bersihkan bagian sensor, matikan fitur kunci jika aktif, dan jika masih bermasalah, lakukan pengecekan pada unit AC atau pertimbangkan mengganti remote dengan yang baru.

Salah satu komponen tambahan AC ada filter udara yang fungsinya menyaring debu, kotoran, maupun partikel-partikel kecil dari udara sebelum dialirkan ke evaporator. Komponen ini biasanya terbuat dari jaring plastik halus atau serat sintetis yang mudah dilepas dan dibersihkan. Ciri-ciri kerusakan atau masalah pada filter udara antara lain aliran udara menjadi lemah, AC tidak terasa dingin, hingga muncul bau kurang sedap dari unit indoor.
Filter AC kotor akibat jarang dibersihkan maupun penumpukan debu berlebihan bisa jadi penyebab komponen ini bermasalah. Jika ini terjadi, solusinya coba lakukan pembersihan filter setidaknya setiap 2-4 minggu sekali dan ganti filter baru bila sudah rusak agar kualitas udara tetap terjaga dan kinerja AC tetap optimal.
Thermostat merupakan bagian AC yang berperan mengatur suhu ruangan dengan cara mendeteksi temperatur udara dan mengirimkan sinyal ke sistem pendingin agar menyesuaikan kerja kompresor.
Jenis thermostat ada yang mekanis dengan sensor bimetal dan ada juga yang elektronik/digital dengan sensor suhu modern. Adanya masalah pada thermostat dapat dikenali ketika AC tidak bisa menjaga suhu sesuai pengaturan, unit terus-menerus menyala atau mati, serta suhu ruangan terasa tidak stabil.
Penyebab thermostat AC rusak bisa karena kalibrasi yang salah, sensor suhu kotor, hingga kerusakan pada komponen elektronik di papan kontrol. Solusi terbaiknya yakni dengan melakukan pembersihan sensor secara berkala, periksa ulang kalibrasi suhu, dan bila masalah berlanjut, ganti thermostat dengan yang baru agar sistem pendinginan kembali normal.
Komponen tambahan lainnya pada AC ada katup ekspansi atau pipa kapiler. Fungsi komponen ini yakni mengatur aliran dan menurunkan tekanan refrigeran dari kondensor menuju evaporator agar proses pendinginan optimal.
Ada beberapa jenis katup ekspansi, di antaranya pipa kapiler sederhana, thermostatic expansion valve (TXV), dan electronic expansion valve (EEV). Ciri-ciri kerusakan katup ekspansi dapat terlihat dari AC yang tidak dingin, terbentuk bunga es pada pipa, hingga tekanan refrigeran yang tidak stabil.
Beberapa penyebab kerusakan katup ekspansi adalah adanya penyumbatan kotoran dalam jalur pipa, kesalahan instalasi, atau penggunaan komponen yang tidak sesuai spesifikasi. Sebagai solusi, kamu bisa lakukan pembersihan jalur pipa, pastikan pemasangan sesuai standar, dan ganti katup ekspansi bila kerusakan sudah mengganggu sirkulasi refrigeran.

Memahami berbagai komponen di dalam AC beserta fungsinya membantu kamu mengerti betapa pentingnya menghindari segala kebiasaan buruk yang berisiko merusak komponen dan memperpendek umur pemakaian AC.
Berbagai kebiasaan buruk yang bisa membuat komponen AC cepat mengalami kerusakan seperti:
| Komponen AC | Estimasi Biaya Perbaikan |
| Kompresor | Rp800.000-Rp3.500.000 |
| Kondensor | Rp500.000-Rp2.500.000 |
| Evaporator | Rp200.000-Rp2.000.000 |
| PCB (printed circuit board) | Rp500.000-Rp2.000.000 |
Biaya perbaikan bisa bervariasi kurang atau lebih dari angka di atas tergantung dari jenis AC, tingkat keparahan kerusakan, serta tarif teknisi.
| Komponen AC | Estimasi Biaya Perbaikan |
| Motor kipas (indoor/outdoor) | Rp500.000-Rp1.000.000 |
| Kapasitor | Rp150.000-Rp500.000 |
| Kontraktor | Rp150.000-Rp600.000 |
| Pipa refrigeran | Rp125.000-Rp800.000 |
Biaya perbaikan bisa bervariasi kurang atau lebih dari angka di atas tergantung dari jenis AC, tingkat keparahan kerusakan, serta tarif teknisi.
| Komponen AC | Estimasi Biaya Perbaikan |
| Remote control | Rp100.000-Rp300.000 |
| Filter udara | Rp100.000-Rp300.000 |
| Thermostat | Rp300.000-Rp1.000.000 |
| Drain pan | Rp100.000-Rp300.000 |
Biaya perbaikan bisa bervariasi kurang atau lebih dari angka di atas tergantung dari jenis AC, tingkat keparahan kerusakan, serta tarif teknisi.

Setelah memahami berbagai bagian AC yang bisa rusak, penting bagi kamu untuk meminta bantuan teknisi AC profesional agar permasalahan AC bisa segera teratasi dan tidak bertambah parah. Kamu bisa mengandalkan jasa service AC di Pinhome sebagai solusi terbaik.
Tim teknisi Pinhome siap meluncur langsung ke lokasi tujuan service AC di daerah Bintaro, Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Bogor dengan layanan yang praktis dan terpercaya. Cara mudah, Pins, ikuti langkah-langkah berikut, ya:
Tunggu apa lagi, lakukan perawatan rutin dan perbaikan pada AC kamu lewat layanan service profesional agar performanya tetap optimal!




© lifestyle.pinhome.id