BlogLifestyleMasuknya Sekutu ke Ambarawa dan dampak yang ditimbulkan
0
0

Masuknya Sekutu ke Ambarawa dan dampak yang ditimbulkan

Dipublikasikan oleh Eka Mandala

Apr 14, 2023

2 menit membaca

Copied to clipboard
kondisi yang mempengaruhi Pertempuran Ambarawatop-right-banner

Sejarah Negara Com – Pertempuran Ambarawa merupakan upaya untuk mengusir penjajah (Sekutu dan NICA/Netherland Indies Civil Administration – Belanda) yang berupaya menguasai kembali Indonesia. Tulisan ini membahas tentang masuknya Sekutu ke Ambarawa serta dampak yang ditimbulkan serta perubahan yang terjadi di Ambarawa dengan masuknya Sekutu ke wilayah tersebut.

Pada tanggal 20 oktober 1945 tentara Sekutu masuk ke dibawah pimpinan Brigjen Bethel[1]. Kedatangan mereka semula disambut baik oleh rakyat Ambarawa karena Sekutu membawa tugas utama melucuti senjata Tentara Jepang dan memulangkan ke Jepang (baca Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu), serta menjaga keamanan dan ketertiban tanpa mengganggu Kedaulatan Republik Indonesia[2].

Akan tetapi secara diam-diam Sekutu memasukkan Nedherlands Indies Civil Administration (NICA) dan Koninklijk Nederlands Indische Leger (KNIL) dalam pasukan dan mempersenjatainya.

Sekutu selalu berpatroli di kamp-kamp yang berada di Ambarawa dan Banyubiru setiap hari tiga kali. Adapun kamp-kamp tersebut adalah, Kamp no. 6 Gereja Katolik, Kamp no. 7 Sekolah Mulo, Kamp no. 8 Bekas Militer Zieken Heis, Kamp no. 9 Tangsi Militer Batalion KNIL Ambarawa, Kamp no. 10 bekas tangsi Militer Kavaleri banyubiru/pasukan berkuda KNIL, Kamp no. 11 bekas benteng di Banyubiru[3].

Pasukan yang masuk di Ambarawa berjumlah satu Batalyon dipimpin oleh Mr. Toole[4]. Mereka kemudian menempati kamp-kamp tersebut untuk dijadikan alat pemerintahan sipil. Kehadiran Sekutu di Ambarawa menyebabkan situasi Ambarawa kurang kondusif karena tindakan pasukan Sekutu yang sewenang-wenang dan menciptakan suasana yang mengarah pada pelangaran kedaulatan Republik Indonesia.

Pada tanggal 1 November 1945 tentara Sekutu yang dikirim ke Magelang kembali menuju Semarang dengan membawa orang-orang Belanda yang akan diturunkan di Ambarawa. Orang-orang Belanda tersebut, berusaha mengambil alih kembali rumah-rumah mereka.

Mereka keluar masuk kampung dengan leluasa dan dikawal oleh tentara Sekutu, padahal mereka sudah dilarang untuk berkeliaran bebas. Dengan gagah dan bangga mereka mengendarai tank ataupun panser milik Sekutu.

kondisi yang mempengaruhi Pertempuran Ambarawa

Pemboikotan Bahan Makanan dan Jalan

Menyikapi tindakan arogan Belanda, rakyat Ambarawa melakukan pemboikotan bahan makanan milik Sekutu dan jalan-jalan yang menghubungkan Semarang dengan Magelang. Pemboikotan tersebut menghasilkan kesepakatan genjatan senjata.

Untuk melancarkan genjatan senjata tersebut, dibentuklah kontak komite yang bertugas sebagai penghubung Resimen antara Pemerintah Republik Indonesia dengan pihak Sekutu.

Berdasarkan perintah gencatan senjata tanggal 2 Nopember 1945, melalui kontak Komite Ambarawa bersedia menghapus boikot, apabila Sekutu taat dan patuh pada perjanjian dan harus membatasi gerak gerik Belanda baik bekas interniran maupun yang tergabung dalam Nedherlands Indies Civil Administration.

Setelah pemboikotan dihentikan sehari, tentara Sekutu kembali melanggar kedaulatan Republik Indonesia, yaitu tanpa persetujuan pemerintah Republik Indonesia orang-orang Belanda yang ditahan dibebaskan dan dipersenjatai.

Bukan hanya itu saja Sekutu menuntut bantuan makanan dan sejumlah tenaga pengangkut dan pembersih kamp serta meminta agar semua kendaraan hasil rampasan Jepang diserahkan kepada Sekutu. Mendengar tuntutan tersebut kontak Komite menolak dengan tegas keinginan Sekutu tersebut[5].

Baca Pecahnya Pertempuran Ambarawa

============================================================================

[1] Ibid. halaman 1.

[2] Ibid. halaman 2.

[3] loc. Cit. halaman 9 dan hasil wawancara dengan Bapak Sarmudji

[4] Ibid. halaman 13. Seorang Wing Commandor Tentara Inggris.

[5] Hasil wawancara dengan Bapak Sarmudji, tanggal 4 September 2010

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download