BlogLifestyleEdukasiSekilas tentang zaman Wiracarita India
0
0

Sekilas tentang zaman Wiracarita India

Dipublikasikan oleh Eka Mandala

Apr 13, 2023

2 menit membaca

Copied to clipboard
top-right-banner

Zaman Wiracarita adalah zaman yang penuh kejadian-kejadian penting di dalam sejarah filsafat India. Pada waktu itu ada krisis politik yang menggoyahkan pikiran orang India. Bangsa-bangsa dari luar memasuki India sehingga keamanan terganggu.

Banyak orang yang mengeluh karena kemerosotan zaman ini. Kepercayaan kepada para Dewa merosot. Hal ini biasanya diikuti juga oleh kemerosotan moral.

Banyak orang yang hanya mementingkan perkara yang lahir saja. Karena kekecewaan atas perkara-perkara yang lahir tersebut, maka banyak orang mencari ketenangan dan perdamaian di dalam batinnya sendiri.

Berhubungan dengan itu, maka pada zaman ini timbullah banyak ahli pikir yang ingin mengadakan pembangunan. Filsafat berkembang ke banyak jurusan, sehingga timbullah pemikir-pemikir yang saling bertentangan.

Pada satu pihak timbullah aliran-aliran yang tidak mengakui adanya Tuhan (dewa). Sebagai contoh aliran Yainisme dan Buddhisme, tetapi pada lain pihak sebagai reaksi timbullah aliran-aliran yang theistis yang mengakui adanya Tuhan, sebagai contoh Bhagawadgita, kitab-kitab Upanisad yang muda. Di samping itu ada juga aliran-aliran yang spekulatif, yaitu sad darcana.

Kitab-kitab Ramayana dan Mahabarata turut serta juga di dalam menyebarkan cita-cita yang baru itu.

Tentang Yainisme

Yainisme berarti \”agama pengikut Yina. Latar belakang yang disebut Yina ialah orang yang sudah mendapat kemenangan rohani. Yainisme agaknya timbul sebagai reaksi terhadap zaman Brahmana, yang kemudian dibangkitkan kembali oleh Wardhamana pada abad ke-6 SM, sebab dipandang sebagai perintis (tirthamkara) yang ke-24.

Wardhamana dilahirkan kira-kira tahun 540 SM di Kundagrama, Bihar Utara. Ia wafat kira-kira pada tahun 468 SM. Pada waktu itu ia berumur 30 tahun, meningglakan keluarganya dan mengembara sebagai seorang pertapa.

12 tahun lamanya ia menyiksa diri dan akhirnya ia mendapat kemenangan rohani dan menjadi seorang Yina. Lalu mengembaralah ia lagi untuk memberitakan ajarannya.

Suatu saat para pengikutnya pecah menjadi 2, yaitu menjadi aliran Swetambara yang berjubah putih, dan aliran Digambara yang berpakaian langit atau yang tidak berpakaian. Mengenai ajarannya tidak ada perbedaan yang besar.

Perbedaannya hanya terdapat pada cara melaksanakan ajaran. Swetambara lebih lunak, sedang Digambara lebih keras. Perbedaan dalam berpakaian barangkali disebabkan karena Swetambara hidup dibagian utara India, yang cuacanya lebih dingin, sedang Digambara hidup di bagian selatan India yang lebih panas.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download