BlogLifestyleHobiCacing Kremi
0
0

Cacing Kremi

Dipublikasikan oleh Harsanto Maulana Ibrahim dan Diperbarui oleh Voni Wijayanti

Apr 10, 2023

11 menit membaca

Copied to clipboard
top-right-banner

Salah satu cacing yang cukup banyak mengancam kesehatan adalah cacing kremi. Cacing ini merupakan cacing yang cukup banyak ditemukan di masyarakat dan umumnya di temukan pada anak-anak.

Untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai cacing kremi ini, berikut ini adalah ulasannya.

Berbagai penyakit maupun infeksi sering sekali mendatangi manusia kapanpun dan siapapun itu. Salah satunya adalah infeksi yang biasanya disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan, yaitu adalah infeksi cacing kremi.

Cacing Kremi Adalah

Cacing kremi sendiri adalah parasit berjenis cacing yang bisa menyerang usus besar manusia. Memiliki tubuh berwarna putih dan tampak seperti benang, cacing ini memiliki panjang 2-13 milimeter.

Foto Cacing Kremi Teleskop

Biasanya juga dapat dilihat pada feses atau tinja dan di sekitar lubang anus sang pengidap nya, karena cacing ini meletakan telurnya di lipatan sekeliling anus ketika pengidapnya tidur.

Infeksi yang ditimbulkan tidak akan menjadi masalah medis yang serius, namun kadang bisa menyebabkan peradangan lapisan dinding uterus dan peradangan vagina.

Nama Latin Cacing Kremi

Enterobius vermicularis

Nama Ilmiah Cacing Kremi

Enterobius

Klasifikasi Cacing Kremi

Secernentea

Struktur Tubuh Cacing Kremi

Struktur tubuhnya antara lain, Memiliki tubuh bulat panjang dan runcing, rongga tubuhnya semu, memiliki kulit licin, halus serta dilindungi oleh kutikula, pernapasannya secara difusi, dan bersifat kosmopolit.

Habitat Cacing Kremi

Habitat cacing kremi biasanya dapat dilihat pada feses atau tinja dan di sekitar lubang anus sang pengidap nya. Bagi cacing dewasa, bisa bertelur dan meletakkan telur di lipatan anus.

Ciri Ciri Cacing Kremi

Ciri Ciri Cacing Kremi

Ciri-ciri cacing kremi antara kain, untuk cacing jantan memiliki panjang panjang 2 – 5 milimeter serta lebar 0,1 – 0,2 mili meter sedangkan cacing betina memiliki panjang 8 – 13 milimeter serta lebar 0,3 – 0,5 milimeter.

Memiliki ujung anterior yang lebih tumpul dari pada ujung posterior yang meruncing. Di ujung anterior, terjadi penebalan kutikula. Memiliki mulut yang simpel serta 3 bibir. Ujung posterior nya yang jantan melengkung dan ber spikula, sedangkan betina ujung posteriornya lurus.

Daur Hidup Cacing Kremi

1. Telurnya Menetas.

Di anus, telur cacing kremi akan menetas. Setelahnya, larva akan berkembanh didalam usus halus lalu akan pindah menuju kolon.

2. Kawin.

Di perjalanan, cacing betina dan jantan akan kawin di bagian ileum. Setelah kawin, cacing jantan biasanya akan mati sedangkan betina akan nempel di mukosa bagian usus besar lalu menyerap makanan yang berada di kolon.

3. Bertelur.

Biasanya 1 betina mengeluarkan telur sebanyak 11.000-16.000 telur. Saat bertelur, cacing akan keluar anus dan meletakan telur di anus, karena telur memerlukan oksigen ketika pematangan. Di saat inilah kita bisa melihat cacing berbentuk kelapa parut disekitar anus.

4. Pematangan.

Telur perlu waktu 4-6 jam agar bisa matang. Disaat inilah kulit sekitar anus mulai terasa gatal, dan ketika digaruk, telur bisa menempel di tangan dan bisa jadi termakan lagi jikalau inang tidak higienis.

5. Telur Masuk Ke Tubuh.

Telur bisa tertempel di celana, tangan, ataupun sprei. Dari sinilah telur bisa pindah ke benda lain sampai masuk kembali ke tubuh manusia. Telurnya dapat masuk lewat tangan, makanan atau minuman atau karena adanya kontak dengan cacing kremi.

Siklus Hidup Cacing Kremi

Siklus Hidup Cacing Kremi

Dari cacing dewasa yang hidup di rongga cecum, colon ascenden, serta appendix. Di malam hari, betina berada di daerah anus untuk meletakan telur, dan setelah 4-6 jam, telur akan infektif.

Telur yang ada di peruanal, dengan perantara tangan ataupun debu akan menetas menjadi larva pada usus halus, larva sendiri akan masuk ke cecum dan ileum dibagian bawah lalu menjadi dewasa.

Selain itu, cacing kremi bisa masuk ke tubuh manusia lagi lewat anus, dimana telur yang ada di perianal menetas lalu larvanya masuk lagi ke usus lewat anus.

Bentuk Cacing Kremi

Berbentuk tipis, berwarna putih, dan tampak seperti benang.

Apa Itu Cacing Kremi?

Cacing kremi adalah salah satu jenis cacing parasit. Cacing ini bisa disebut dengan pinworm. Jenis cacing ini merupakan cacing parasit yang memiliki ukuran sangat kecil dan biasnya akan menyerang saluran pencernaan berupa usus besar.

Cacing Kremi

Ketika seorang anak memiliki cacing kremi pada saluran pencenaannya biasanya mereka akan mengalami gatal-gatal pada bagian dubur mereka.

Bagaimana Cara Penularan Dari Cacing Kremi

Meskipun cacing kremi merupakan cacing yang ada di usus besar, akan tetapi cacing ini bisa menular dengan cara yang sangat mudah. Satu-satunya cara penularan cacing kremi yang paling mudah adalah dengan menelannya secara tidak sengaja.

Ketika anak-anak bermain di area yang tidak higienis, telur cacing kremi mungkin ada di area tersebut. Nah, jika tangan anak terkontaminasi telur cacing kremi dan kemudian memasukkan makanan dengan menggunakan tangan yang terkontaminasi tersebut, maka sudah pasti anak akan tertular cacingan.

Gambar Cacing Kremi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, keberadaan cacing kremi di saluran usus besar bisa menyebabkan rasa gatal. Rasa gatal yang terjadi ini sering kali membuat anak-anak ingin menggaruk daerah dubur mereka.

Di sinilah cacing kremi mungkin muncul dan pada akhirnya telur cacing kremi menyebar. Penyebaran ini bisa menyebabkan penularan pada anak lain yang ikut bermain dan tidak membersihkan tangan dengan cuci tangan sebelum menggunakan tangannya untuk makan.

Telur yang sudah menyebar dan masuk ke dalam sistem pencernaan nantinya akan menetas di dalam saluran pencernaan tersebut. Sehingga menyebabkan anak yang menelan telur secara tidak sengaja ini bisa terjangkit cacing kremi.

Telur Cacing Kremi

Telur cacing kremi ini bisa menempel dimana saja. Baik itu di area yang lembut seperti area berpasir hingga permukaan benda yang padat seperti meja tempat bermain atau bahkan di sikat gigi.

Keberadaan cacing di luar tubuh manusia juga bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama. Ya, telur dan cacing kremi bisa bertahan di lingkungan dalam waktu 2 minggu. Cukup lama bukan?

Infeksi Cacing Kremi

Infeksi yang dikarenakan cacing kremi ini tidak berbahaya. Biasanya karena tidak sengaja menghirup atau menelan cacing kremi, karena ukurannya sangat kecil dan mudah menempel di minuman, makanan, atau tangan.

Bahaya Cacing Kremi

Walaupun dikenal tidak berbahaya, cacing kremi terkadang bisa juga mengakibatkan bahaya, diantaranya:

1. Penurunan Nafsu Makan

Karena infeksi cacing kremi bisa mempengaruhi penyerapan dan pengolahan makanan, cacing ini juga bisa membuat hilangnya vitamin, protein, lemak, dan karbohidrat yang menyebabkan nafsu makan hilang dan berat badan turun.

2. Peradangan di Tuba Falopi

Karena banyak cairan nanah di dalam tuba falopi, hal itu dapat menyebabkan peradangan. Dan jika dibiarkan, dapat mengganggu kesuburan sang penderita.

3. Infeksi Pada Saluran Kemih

Walaupun jarang, tapi jika cacing kremi dibiarkan, infeksi ini bisa menjadi infeksi saluran kemih wanita, karena cacing kremi dapat masuk ke dalam saluran kemih lewat vagina lalu menyebabkan infeksi. Infeksi saluran kemih.

4. Terjadi Vaginitis

Jika cacing kremi tumbuh dan semakin bertambah, khususnya pada wanita, hal ini bisa menyebabkan peradangan di vagina, dan biasa disebut vaginitis atau vulvovaginitis. Gejalanya adalah penderita merasa nyeri ketika berhubungan seksual dan buang air kecil.

5. Sekitar Anus menjadi Gatal

Cacing kremi akan keluar lewat anus di malam hari dan bertelur di lipatan kulit disekitar anus. Lalu telur yang menetas akan masuk lagi kedalam usus, dan telur yang di tinggalkanlah yang dapat membuat gatal.

Tanda Tanda Anak Mengalami Cacing Kremi

Ada banyak sekali tanda yang akan muncul ketika anak mengalami cacing kremi. Salah satunya adalah rasa gatal di bagian dubur seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Selain itu, ada juga beberapa hal lain yang bisa digunakan sebagai penanda cacing kremi. Apa saja?

Gatal Di Bagian Bawah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cacing kremi bisa menyebabkan rasa gatal yang amat sangat di bagian bawah tubuh. Akan tetapi bukan hanya di bagian dubur, untuk anak wanita, cacing kremi ini juga bisa menyebabkan rasa gatal di bagian vagina.

Tidur Yang Tidak Nyenyak

Hal lain yang bisa menjadi tanda cacing kremi telah menjangkit anak Anda adalah tidur yang tidak nyenyak. Anak sering kali rewel dan juga terganggu tidurnya karena rasa gatal yang disebabkan oleh cacing kremi ini.

Adanya Pergerakan Pada Kotoran Anak

Ketika Anda memprediksi adanya cacing kremi, hal terakhir yang bisa digunakan untuk memastikan apakah anak Anda memiliki cacing kremi pada pencernaannya adalah dengan melihat kotoran dari anak Anda.

Tanda Tanda Anak Mengalami Cacing Kremi

Jika pada kotorannya terdapat pergerakan mungkin pergerakan ini adalah gerakan dari cacing kremi. Selain itu, terkadang cacing kremi juga akan muncul di bagian dubur dengan bentuk mirip dengan benar berwarna putih.

Untuk mengecek bagian dubur anak Anda, Anda bisa melakukan pengecekan pada saat anak Anda sudah tidur. Ketika anak tidur setelah 2 hingga 3 jam biasanya cacing kremi akan keluar.

Gejala Lain

Selain gejala-gejala seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anak-anak yang terinfeksi cacing kremi biasanya juga mengalami gejala lain yang mungkin sangat umum.

Salah satu contohnya adalah hilangnya nafsu makan. Anak-anak biasanya memang terkadang suka makan dan terkadang kehilangan nafsu makannya. Hal ini membuat ibu menjadi kurang waspada.

Selain itu, anak yang terinfeksi cacing kremi biasanya juga akan mengalami kehilangan berat badan. Selain itu, ada juga yang akan mengalami infeksi kulit di bagian dubur karena bagian ini selalu di garuk karena rasa gatal yang disebabkan oleh cacing kremi ini.

Gejala lain yang terkadang muncul adalah anak yang lemas karena kurang tidur disebabkan karena tidurnya terganggu dengan rasa gatal. Ada juga yang kemudian sering mengompol pada saat mereka terinfeksi cacing kremi ini.

Penanganan Cacing Kremi

Ketika anak Anda terbukti terinfeksi cacing kremi, maka Anda harus segera melakukan penanganan. Biasanya untuk membasmi cacing kremi ini Anda bisa menemukan obat di apotek yang bisa Anda dapatkan tanpa menggunakan resep.

Akan tetapi jika cacing kremi ini muncul pada orang yang sudah dewasa terlebih pada wanita yang sedang hamil atau menyusui, maka Anda mungkin perlu mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.

Selain itu, perawatan pada anak di bawah 2 tahun yang terinfeksi cacing kremi ini juga mungkin akan berbeda. Oleh karena itu, jika anak Anda yang usianya di bawah 2 tahun mengalami infeksi cacing kremi ini Anda sebaiknya menghubungi tenaga medis.

Kasus Jarang

Uniknya, keberadaan cacing kremi ini memungkinkan menyebar di bagian luar usus besar yaitu pada bagian libur dan juga pada saluran kencing. Cacing kremi juga bisa menginfeksi rahim dan juga vagina pada wanita seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Akan tetapi hal ini merupakan hal yang cukup jarang muncul meski begitu akan lebih baik untuk lebih berhati-hati.

Mencegah Penularan Dari Cacing Kremi

Cacing kremi merupakan cacing yang memiliki ukuran sangat kecil. Hal ini menyebabkan ukuran telur dari cacing ini juga sangat kecil. Hal inilah yang menyebabkan pencegahan penularan dari cacing kremi ini memang tidak mudah untuk dilakukan.

Meski begitu, Anda tetap harus melakukan usaha untuk mencegah infeksi dari cacing kremi ini. Salah satu cara mencegah penularan dari cacing kremi ini adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan makanan serta menjaga kebersihan diri sebelum makan.

Hal ini juga harus diterapkan pada anak Anda untuk membantu menghindarkannya dari infeksi cacing kremi ini. Membasuh tangan secara reguler terutama sebelum makan merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Selain itu, pastikan anak juga mencuci tangan mereka pada saat setelah ke kamar mandi. Hindari juga kuku yang panjang karena hal ini bisa digunakan oleh cacing kremi untuk tinggal dan menunggu untuk di telan.

Makanan Penyebab Cacing Kremi

Semua makanan bisa menjadi penyebab dari infeksi cacing kremi jikalau terdapat telur-telur cacing yang menempel di sana.

Penyebab Cacing Kremi Keluar

Penyebabnya bisa karena berkontak langsung dengan seseorang yang terkontaminasi. Atau bisa juga karena menggunakan benda dari orang yang terkontaminasi. Karena nantinya telur cacing yang sudah masuk ke tubuh akan terus menetap dan menetas disana.

Apakah Cacing Kremi Bisa Hilang Sendiri

Tidak, karena jika tidak diobati bisa saja menjadi penyebab dari penyakit atau infeksi lain.

Cara Mengatasi Cacing Kremi

Cacing kremi sendiri lebih mudah diatasi dengan diberi obat. Karena mudah menyebar, orang-orang yang berada dilingkungan yang sama dengan penderita juga harus menjalani pengobatan untuk mencegah penularan.

Obat yang biasanya dipakai untuk mengatasinya adalah, Pyrantel Pamoate, Albendazole, serta Mebendazole. Tapi tentu sebelum mengkonsumsinya, harus mendiskusikan dahulu dengan dokter, karena tiap orang mempunyai dosis yang berbeda.

Cara Mengeluarkan Cacing Kremi

Cara mengeluarkannya tentu dengan pengobatan, atau bisa dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Cara Mengobati Cacing Kremi Dengan Bawang Putih

Bisa dengan langsung ditelan, caranya dengan memotong dadu bawang putih dan langsung dimakan, biasanya ada juga yang memakannya dengan roti.

Tapi kalau ingin dijadikan salep, haluskan bawang putih dengan ditumbuk atau diulek. Setelahnya bisa campur dengan minyak atau petroleum jelly. Lalu celup kapas ke campuran tersebut, dan oleskan ke anus tapi jika memiliki kulit sensitif, lebih baik tidak menggunakan cara ini karena dapat menyebabkan kulit tidak nyaman.

Tanaman Obat Cacing Kremi

Mengobati infeksi cacing kremi sendiri selain menggunakan obat bisa juga menggunakan bahan alami. Diantaranya:

1. Bawang Putih

Bisa dengan dipotong-potong menjadi berbentuk dadu dan memakannya atau menghaluskannya lalu mencampur dengan petroleum jelly serta minyak-minyak dan dioles ke anus.

2. Wortel

Wortel juga diketahui bagus untuk mengobati cacing kremi. Dengan mengkonsumsi wortel mentah dua kali sehari, wortel ini bisa membantu untuk mendorong cacing yang di usus keluar dari tubuh. Karena wortel sendiri kaya akan serat dan dapat memperbaiki sistem pencernaan serta meningkatkan kinerja usus.

3. Minyak Kelapa

Karena dapat menjadi antibakteri, minyak kelapa dapat digunakan untuk membantu mengobati infeksi cacing kremi. Ada dua langkah yang bisa dilakukan, pertama minum sesendok minyak kelapa murni tiap pagi, dan kedua mengoleskan minyak kelapa pada anus sebelum tidur.

Bisa dibilang infeksi cacing kremi tidak berbahaya, walaupun jika dibiarkan terus-menerus juga dapat berbahaya. Jadi, jika kalian adalah penderita cacing kremi, segeralah lakukan pengobatan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan agar dapat mencegah timbulnya infeksi cacing kremi.

Baca juga mengenai Cacing Sutra

Jika anak Anda terinfeksi, maka usahakan anak tidak menggaruk bagian bawah mereka karena hal ini dapat menyebabkan orang-orang lain di rumah Anda ikut terinfeksi karena telur yang menyebar di sekitar rumah.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download