Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Nabila Azmi
Mei 8, 2025
7 menit membaca

Daftar Isi
Hal yang harus diperhatikan sebelum membeli AC jadi penting sekali di tengah cuaca Indonesia yang semakin panas tiap tahunnya. Kipas angin saat ini sudah tidak cukup untuk mengusir gerah apalagi ketika siang hari. Tidak heran kalau AC jadi solusi wajib untuk banyak rumah, kantor, hingga kos-kosan. Namun, sebelum buru-buru beli AC, ada beberapa hal penting yang perlu Pins sebagai tips memilih AC.
Karena jika salah beli, tagihan listrik bisa menjadi bengkak atau justru tidak cocok dengan ukuran ruangan. Yuk, simak apa saja yang harus diperhatikan sebelum membaca pulang pendingin ruangan impianmu.

Sebelum membeli AC, ada banyak hal yang harus Pins cermati lagi supaya tidak menyesal beli atau malah merugikan dengan tagihan listriknya, terutama ketika memilih AC bekas. Berikut ini beberapa tips memilih AC yang bisa kamu ikuti.
Mungkin Pins sering dengar AC 1 PK untuk ruangan berapa? Nah, itu adalah pertanyaan yang sering diutarakan sebelum membeli AC. Menyesuaikan kapasitas AC atau yang dikenal dengan istilah PK dengan ukuran ruangan menjadi hal penting. Mengapa ini penting? Karena kapasitas AC menentukan seberapa efektif alat ini mendinginkan ruangan Pins.
Kalau Pins beli AC dengan kapasitas terlalu kecil (undercapacity), AC akan kerja terus-menerus untuk mencapai suhu yang diinginkan. Akibatnya, mesin jadi cepat rusak dan tagihan listrik bisa membengkak. Sebaliknya, kalau kapasitas AC terlalu besar (overcapacity), ruangan bisa terasa terlalu dingin dan konsumsi listrik jadi boros.
Pins bisa pakai rumus sederhana ini untuk menghitung kebutuhan pendinginan.
BTU = Panjang (m) x Lebar (m) x Nilai Kelompok BTU.
Contohnya, jika kamar Pins berukuran 3×4 meter, maka tinggal hitung seperti di bawah ini:
3 x 4 x 500 = 6.000 BTU
Jadi, Pins butuh AC dengan kapasitas sekitar 6.000 BUT atau setara dengan 0,5 PK -0,75 PK.
Selain PK, tips memilih AC selanjutnya adalah mengenali kelompok BTU dan fungsinya. BTU adalah ukuran kapasitas pendinginan AC. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kemampuannya untuk mendinginkan ruangan. Berikut ini adalah daftar kelompok BTU yang umum ada di pasaran, lengkap dengan contoh penggunaannya:
Hal yang harus diperhatikan sebelum membeli AC berikutnya adalah menentukan tipe mesin. Mesin AC terbagi menjadi dua yaitu inverter dan non inverter atau dikenal juga dengan AC low watt dan AC inverter. Mungkin Pins masih bingung apa bedanya, padahal ini bisa berpengaruh besar bagi kenyamanan dan tagihan listrik Pins.
Berikut ini adalah perbedaannya.
| Kriteria | AC Inverter | AC Non Inverter |
| Konsumsi listrik | Lebih hemat dalam jangka panjang | Lebih boros apalagi jika sering digunakan |
| Harga awal | Lebih mahal | Umumnya lebih murah |
| Cocok untuk siapa? | Cocok untuk yang sering menggunakan AC seharian | Cocok untuk penggunaan singkat, misalnya malam hari saja atau siang hari saja |
| Suhu dan kenyamanan | Lebih stabil | Tidak stabil |
| Umur kompresor | Lebih awet karena kerja lebih ringan | Lebih cepat aus karena sering dinyalakan |
Memilih merk AC terbaik juga tidak kalah penting Pins. Setiap merk memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk varian atau seri dalam satu merk yang kadang punya fitur dan kualitas berbeda. Maka dari itu, memilih brand yang tepat juga jadi kunci sebelum membeli AC.
Jika ingin AC kualitas premium, fitur canggih, dan daya tahan tinggi, Pins bisa memilih Daikin. Selanjutnya, jika ingin yang awet dan punya fitur udara sehat seperti nanoe-G, pilih Panasonic. Apabila ingin yang memiliki teknologi inverter yang efisien dan desainnya modern, LG bisa jadi pilihan.
Nah, jika ingin yang harganya cukup terjangkau dan memiliki kualitas mumpuni dengan fitur Plasmacluster untuk kebersihan udara, bisa pilih Sharp. Kalau cinta Indonesia, maka pilihlah Polytron karena harganya juga ramah di kantong dan punya fitur yang tidak kalah menarik dari merk lain.
Hal yang harus diperhatikan berikutnya adalah perhatikan tingkat kebisingan AC. Tingkat kebisingan AC atau noise level ini juga jadi hal yang harus diperhatikan karena setiap pendingin udara memiliki kebisingan yang berbeda-beda. Tingkat kebisingan biasanya diukur dalam satuan desibel (dB).
Idealnya, untuk ruangan yang butuh ketenangan seperti kamar tidur atau ruang belajar, pilih AC dengan tingkat kebisingan di bawah 50 dB. Jika lebih dari itu, tidur Pins dan konsentrasi Pins dijamin akan terganggu karena bisingnya. Jadi cek spesifikasi noise level di brosur atau situs resmi produk sebelum beli sebagai salah satu tips memilih AC, ya!

Hal yang harus diperhatikan sebelum membeli AC selanjutnya adalah lihat fitur yang tersedia. AC zaman sekarang sudah bukan soal dingin atau tidak, ada banyak fitur terbaik yang membuat Pins bisa lebih nyaman dan praktis. Nah, berikut ini beberapa fitur yang patut untuk dipertimbangkan:
Mencari AC dengan daya listrik rendah juga penting lho Pins. Banyak orang fokus ke harga beli, tetapi lupa untuk memikirkan biaya listrik jangka panjang. Padahal, AC adalah salah satu barang elektronik yang cukup sering menyala berjam-jam setiap hari.
Contohnya adalah AC biasa 450 watt lalu AC Low Watt 300 watt. Katakanlah Pins pakai AC 8 jam sehari, maka untuk AC biasa konsumsi listrik perhari adalah 3.600 watt, sementara yang rendah adalah 2.400 watt perhari. Jika tarif listrik itu Rp1.500/kWh, maka Pins bisa menghemat sekitar Rp54.000 per bulan. Sangat lumayan, bukan?
Selanjutnya adalah jangan lupakan soal garansi AC. Ini penting untuk melindungi Pins dari risiko kerusakan tidak terduga, apalagi AC termasuk barang elektronik dengan sistem kerja cukup kompleks.
Adapun yang perlu dicek oleh Pins adalah garansi kompresor yang biasanya berlaku lebih lama sekitar 5-10 tahun, sementara sparepart umumnya 1-3 tahun, tergantung merk. Tapi ingat, perhatikan juga syarat dan ketentuan klaim garansi sebelum membeli, karena ada banyak orang yang gagal klaim karena tidak baca detail ini saat beli.

Terakhir tapi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum membeli AC adalah memilih desain. AC yang kelihatan keren tapi susah dibongkar justru akan membuat ribet saat waktunya untuk dibersihkan. Jadi, pilih desain AC yang mudah dibersihkan, terutama bagian filter udara. Idealnya, filter bisa dilepas tanpa perlu alat khusus, cukup dibuka dari bagian depan.
Nah, dengan memilih desain yang mudah dibersihkan, Pins bisa rutin melakukan perawatan AC dari debu dan kotoran setiap sebulan sekali. Perawatan rutin ini tidak hanya bikin AC tetap dingin, tapi juga memperpanjang umur mesin dan menjaga kualitas udara di ruangan.

Setelah mencoba tips memilih dan memasang AC, Pins juga harus siap untuk merawatnya. Tapi tenang, sekarang sudah tidak perlu repot lagi cari teknisi keliling atau tanya-tanya orang. Pinhome Home Service hadir untuk Pins dalam mengurus semua kebutuhan AC mulai dari servis, cuci, dan isi freon.
Semua layanan ini bisa diakses lewat aplikasi Pinhome, sehingga lebih praktis, aman, dan tidak ribet. Keuntungan pakai Pinhome adalah teknisinya berpengalaman dan bisa dipanggil lewat aplikasi. Selanjutnya garansi keamanan dan hasil kerja. Terakhir, sangat praktis dan terjamin keamanan layanannya, sehingga Pins sudah tidak perlu memikirkan apapun lagi.
Nah, untuk yang baru tahu, langsung saja buka Pinhome Home Service dan pilih jasa yang sesuai kebutuhan Pins. Bagi pengguna baru, langsung saja gunakan kode promo Pinhome pada aplikasi supaya bisa mendapatkan harga yang ramah di kantong.
Memilih AC bukan hanya soal harga atau sekadar yang penting dingin. Ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum membeli AC, mulai dari ukuran ruangan, tipe AC, fitur, desain, hingga membandingkan antar merk itu harus dilakukan oleh Pins.
Dengan lebih teliti saat memilih, Pins bisa dapat pendingin udara yang sesuai kebutuhan, hemat listrik, dan tahan lama. Jangan lupa juga untuk melakukan perawatan rutin terhadap AC supaya umurnya tahan lama. Jika ragu, panggil teknisi berpengalaman ke rumah supaya lebih praktis dan aman.




© lifestyle.pinhome.id