BlogLifestyleEdukasiZaman Kalajaya (zaman Orde Baru)
0
0

Zaman Kalajaya (zaman Orde Baru)

Dipublikasikan oleh Eka Mandala

Apr 13, 2023

2 menit membaca

Copied to clipboard
top-right-banner

Tahapan ketiga setelah zaman Kalasakti adalah zaman Kalajaya. Banyak orang menafsirkan bahwa zaman Kalajaya adalah masa Orde Baru. Menurut ramalan Jayabaya, pada zaman ini banyak orang ulah kekuatan untuk tulang punggung kehidupannya.

Zaman Keunggulan

Artinya, Indonesia sudah memasuki zaman kestabilan dan keunggulan bangsa. Pertumbuhan ekonomi nasional bangkit dan berkembang pesat. Namun, sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi yang pesat tersebut, bayangan para pejabat yang korupsi mulai menghantui, hingga Indonesia mulai menumpuk hutang.

Bisa dibilang, masa Orde Baru adalah masa kejayaan Indonesia, terlepas dari gaya diktator dan otoriter sang empunya Orba, Soeharto, sama seperti yang telah diramalkan Jayabaya.

Dengan demikian, jika melihat sejarah perkembangan Indonesia pada masa Orde Baru, di mana di sektor ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, maka dapat dibilang ramalan Jayabaya telah terbukti benar.

Di awal Orde Baru, Soeharto (presiden Ri kedua) berusaha keras membenahi ekonomi yang terpuruk dan berhasil untuk beberapa lama. Kondisi ekonomi Indonesia ketika diperintah Soeharto dengan inflasi sangat tinggi, 650% setahun.

Emil Salim, orang yang dahulu dikenal sebagai salah satu seorang penasihat ekonomi presiden menambahkan, langkah pertama yang diambil pak Harto yang bisa dikatakan berhasil adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun.

Menekan Inflasi

Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi, pak Harto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Soekarno. Hal ini ia lakukan dengan menertibkan anggaran, menertibkan sektor perbankan, mengembalikan ekonomi pasar, memperhatikan sektor ekonomi, dan merangkul negara-negara Barat untuk menarik modal.

Setelah itu, dikeluarkan ketetapan MPRS No. XXIII/MPRS/1996 tentang Pembaruan Kebijakan Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan

Namun, sayangnya, keberhasilan Pak Harto menekan inflasi tersebut tidaklah murah. Indonesia harus menebusnya dengan harga yang sangat mahal, yakni ketergantungan terhadap modal asing, seperti IMF dan Bank Dunia.

Lewat modal asing itulah Orde Baru mulai membangun Indonesia melalui kebijakan yang dikenal dengan istilah Pelita (Pembangunan lima tahun).

Meski Pelita berhasil mengubah Indonesia menjadi negara besar dan memberikan kejayaan sebagaimana digambarkan Jayabaya dalam ramalannya, namun harga yang harus dibayar negeri ini sangatlah mahal.

Yakni hutang luar negeri yang menumpuk hingga sekarang. Hal  tersebut semakin diperparah dengan membudayanya praktik korupsi di tingkat pemerintahan Orde Baru.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © lifestyle.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download